Menu

Mode Gelap
Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

Review

IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman

badge-check


					IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Perbesar

KlikMojok – Festival kebugaran IONATION 2026 yang diselenggarakan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, pada Senin, 31 Agustus 2026, tak sekadar menjadi panggung bagi para atlet hybrid fitness untuk menunjukkan kekuatan fisik mereka. Lebih dari itu, ajang ini mencatat kisah penting mengenai kebutuhan akan “me-time” dan penyediaan ruang aman yang inklusif bagi perempuan di berbagai tahapan kehidupan, termasuk para ibu muda.

Suasana di IONATION 2026 semakin semarak dengan kehadiran figur publik seperti Jennifer Bachdim dan Amanda Manopo. Amanda Manopo, yang tengah menjalani masa menyusui, turut membagikan pengalamannya dalam menjaga kebugaran. Ia menunjukkan bagaimana seorang ibu tetap bisa aktif berolahraga tanpa perlu merasa khawatir atau cemas, berkat dukungan lingkungan yang memadai.

Desain arena festival ini memang sengaja dibuat ramah keluarga, memberikan solusi praktis bagi para ibu. Saat para ibu dapat fokus mengikuti berbagai kelas kebugaran seperti Hypnobirthing, Pilates, atau RPM Indoor Cycling, anak-anak mereka juga difasilitasi dengan baik di area khusus anak-anak (Kids Area) yang tersedia di lokasi Pantai Indah Kapuk, Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2026.

Jennifer Bachdim, yang juga turut mencoba salah satu kelas cycling, menyampaikan apresiasinya terhadap konsep acara ini. Ia mengungkapkan, “Luar biasa melihat ruang di mana para ibu punya me-time sendiri, sementara anak-anak punya area khusus untuk bermain.” Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya keseimbangan antara waktu pribadi ibu dan kebutuhan anak.

Inisiatif untuk menciptakan ruang ekspresi dan dukungan bagi perempuan ini juga mendapatkan perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan. Beliau bahkan ikut serta dalam sesi Yoga, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap isu ini.

Kehadiran Veronica Tan di acara tersebut secara jelas menggarisbawahi betapa krusialnya pembangunan ekosistem yang komprehensif. Ekosistem ini harus mampu mendukung kesehatan mental dan fisik perempuan secara menyeluruh, mulai dari fase kehamilan, proses melahirkan, hingga tahapan pengasuhan anak.

Selain aktivitas di arena utama, IONATION 2026 juga menawarkan perpaduan menarik antara sesi olahraga intensif dan edukasi gaya hidup yang holistik. Salah satu aspek yang menonjol adalah inklusivitasnya, terlihat dari fakta bahwa lebih dari 60% dari total 9.000 partisipan acara ini adalah perempuan, menegaskan komitmen festival terhadap pemberdayaan kaum hawa.

Jangkauan peserta festival ini pun sangat luas, tidak hanya terbatas pada wilayah Jabodetabek. Banyak partisipan yang sengaja datang dari kota-kota jauh di Indonesia seperti Surabaya dan Semarang, bahkan ada pula yang terbang dari mancanegara seperti Singapura dan Malaysia, menunjukkan daya tarik global acara ini.

Aspek edukasi holistik menjadi pilar lain dari IONATION 2026. Selain menyediakan 23 kelas fisik yang beragam, festival ini juga menyelenggarakan 6 sesi talkshow interaktif. Berbagai topik penting dibahas, mulai dari perencanaan menu makan (meal planning), deteksi dini kesehatan payudara melalui program Love Pink, hingga praktik mindful eating dan pengelolaan kesehatan finansial, memberikan wawasan yang komprehensif bagi para peserta.

Lebih lanjut, penyelenggara acara menyoroti kesuksesan kompetisi kebugaran. Mereka menjelaskan, “Jadi fitness Race tahun ini mencatat lonjakan pesat hingga lebih dari 2.000 peserta, meloloskan 27 perwakilan gym dari berbagai kota untuk bertanding dalam ajang Clash of The Gym.” Ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap aspek kompetitif festival tersebut.

Dengan pendekatan yang begitu inklusif dan menyeluruh, IONATION 2026 berhasil mengubah persepsi festival kebugaran. Acara ini bukan lagi sekadar tempat untuk membakar kalori semata, melainkan telah bertransformasi menjadi wadah komunitas yang kuat. Di sini, para peserta dapat saling mendukung, berinvestasi dalam perawatan diri, dan bersama-sama merayakan pentingnya kesehatan di setiap jenjang usia, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kafe Bromo Sheraton Surabaya: Angkat “Soul of East Java” Lewat 55 Menu Khas Lokal

31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Maulid Nabi TKIT Salam Viral: Bukan Sekadar Shalawat, tapi Aksi Nyata Berbagi yang Menyentuh Hati!

31 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Ketika Cak Imin Soroti ‘Kemunduran NU Akibat HMI’, Anak-anak Tokoh NU Ini Malah Mantap Ber-HMI!

31 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Panggung Merdeka Blitar: Wadah Talenta Lokal Berpadu Dangdut Rock Bergengsi

31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Madiun Menari: Transformasi Kota Pendekar Jadi Magnet Budaya, Pukau Wakil Wali Kota Pekalongan

30 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Trending di Review