Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Review

Ketika Cak Imin Soroti ‘Kemunduran NU Akibat HMI’, Anak-anak Tokoh NU Ini Malah Mantap Ber-HMI!

badge-check

Ketika Cak Imin Soroti ‘Kemunduran NU Akibat HMI’, Anak-anak Tokoh NU Ini Malah Mantap Ber-HMI! Perbesar

KlikMojok – Sebuah ironi menarik kini menjadi sorotan, terutama di tengah perdebatan hangat mengenai identitas ke-NU-an dan ke-HMI-an. Dr. Ali Ahmudi, seorang kontributor yang juga merupakan warga NU sekaligus anggota KAHMI, mengaku tersenyum kecut belakangan ini. Pasalnya, di saat seorang tokoh politik yang sangat dekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama (NU), Cak Imin, “berulang kali menyampaikan narasi bahwa salah satu sebab kemunduran NU adalah karena kepemimpinannya banyak diisi alumni HMI,” Dr. Ali Ahmudi justru teringat pada pilihan unik anak-anaknya.

Meski sejak kecil anak-anaknya telah dididik dalam kultur NU, tumbuh dengan tradisi, nilai, dan amaliah ke-NU-an yang kental dalam kehidupan sehari-hari, mereka justru menemukan ruang aktualisasi diri di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat memasuki dunia kemahasiswaan. Kak Azkiya, yang kini berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, memilih untuk aktif di HMI melalui Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Tak hanya itu, Bang Afkar, yang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, juga mulai merapat ke HMI dan menunjukkan ketertarikan besar untuk mengembangkan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI). Dr. Ali Ahmudi tentu berharap adik-adiknya kelak juga menemukan jalan pengabdian mereka sendiri.

Fenomena ini sontak memunculkan pertanyaan kritis: apakah pilihan anak-anaknya untuk ber-HMI berarti mereka meninggalkan NU? Dr. Ali Ahmudi dengan tegas menyatakan tidak. Justru di sinilah ia melihat bahwa identitas keislaman, tradisi organisasi, dan ruang pengabdian tidak selalu harus dipertentangkan. Menurutnya, seseorang bisa tumbuh dalam kultur NU, aktif di HMI, dan tetap mencintai serta memperjuangkan kemajuan NU tanpa harus merasa terpecah belah.

Pengalaman pribadinya pun menjadi bukti nyata. Sejak masa mahasiswa, ia telah aktif di HMI dan menyelesaikan seluruh jenjang kaderisasi di dalamnya. Hingga kini, ia pun masih aktif berada dalam lingkungan Korps Alumni HMI (KAHMI). Kisah keluarga Dr. Ali Ahmudi ini menjadi sebuah ‘review’ menarik atas narasi yang kerap memecah belah, menunjukkan bahwa harmoni identitas antara NU dan HMI adalah sebuah realitas yang mungkin dan patut diperjuangkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Strategi Adaptasi Pelaku Industri Ritel di Surabaya: Menjelajahi Dinamika Tren Fashion Organik

22 Okt 2026 - 18:47 WIB

Strategi Adaptasi Pelaku Industri Ritel di Surabaya: Menjelajahi Dinamika Tren Fashion Organik

Dari Penghargaan Global ke Layar Eropa: Film Teman Tegar Maira Angkat Suara Anak Papua dan Filosofi ‘Hutan adalah Ibu’

22 Okt 2026 - 06:14 WIB

Dari Penghargaan Global ke Layar Eropa: Film Teman Tegar Maira Angkat Suara Anak Papua dan Filosofi ‘Hutan adalah Ibu’

Pameran Blokees di Pakuwon Mall Surabaya: Buru Action Figure Edisi Terbatas, Ajang Kumpul Komunitas & Keluarga

21 Okt 2026 - 21:05 WIB

Pameran Blokees di Pakuwon Mall Surabaya: Buru Action Figure Edisi Terbatas, Ajang Kumpul Komunitas & Keluarga

Melampaui Medali: WorldSkills Shanghai 2026 Buktikan Keterampilan Manusia Tak Tergantikan AI

20 Okt 2026 - 21:06 WIB

Melampaui Medali: WorldSkills Shanghai 2026 Buktikan Keterampilan Manusia Tak Tergantikan AI

Pyramid Bar Verwood Hotel Surabaya Tawarkan Pengalaman Mahjong Sosial yang Unik

20 Okt 2026 - 18:48 WIB

Pyramid Bar Verwood Hotel Surabaya Tawarkan Pengalaman Mahjong Sosial yang Unik
Trending di Review