SURABAYA – Menjaga kebersihan sekolah tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sejak dari sumbernya, justru bisa menjadi langkah awal membangun lingkungan sekolah yang aman, bersih, sekaligus nyaman.
Hal itu diterapkan di SMP PGRI 6 Surabaya atau Sekolah Inspirasi yang berlokasi di Jalan Bulak Rukem III Nomor 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Sekolah terus mendorong kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.
Kebiasaan tersebut kembali dilakukan pada Rabu (7/10/2026). Setelah mengikuti kegiatan Ngaji Morning, seluruh siswa masuk ke kelas. Mereka sebelumnya telah membawa sampah kering dari rumah untuk dikumpulkan dan dipilah.
Beragam sampah yang dibawa siswa antara lain botol dan gelas kemasan air mineral serta kardus. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk dipilah dan dikelola kembali. Dalam kegiatan tersebut, Siti Nur Amelia dan Aulia Novitasani turut berperan dalam mengambil dan mengumpulkan sampah yang dibawa siswa.
Program pemilahan sampah ini tidak sekadar bertujuan membuat lingkungan sekolah terlihat bersih. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembiasaan agar siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Di lingkungan sekolah, sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah anorganik seperti botol plastik, gelas kemasan, dan kaleng dapat dikumpulkan untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah. Sampah kertas juga dipisahkan agar dapat dimanfaatkan kembali.
Kebiasaan tersebut memberikan dampak langsung terhadap lingkungan sekolah. Penumpukan sampah dapat diminimalkan, lingkungan menjadi lebih rapi, dan potensi munculnya bau maupun sumber penyakit dapat ditekan. Pada akhirnya, suasana belajar pun menjadi lebih nyaman.
Yang tidak kalah penting, pemilahan sampah menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, dan memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara H. Banu Atmoko, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa inovasi dan konsistensi dalam membangun kebiasaan memilah sampah merupakan bentuk pendidikan nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah dapat memberikan dampak positif yang besar. Melalui pemilahan sampah, kami tidak hanya ingin menciptakan sekolah yang bersih, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurut dia, sekolah yang aman, bersih, dan nyaman merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran. Karena itu, kebiasaan baik perlu dibangun melalui praktik nyata dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Mari bersama-sama kita jaga lingkungan SMP PGRI 6 Surabaya agar tetap aman, bersih, dan nyaman,” tegasnya.
Penulis:
H. Banu Atmoko, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya
Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara
Alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA








