Menu

Mode Gelap
Bank Soal IPS Kelas IX: Kunci Hadapi Momok Sumatif Tengah Semester Ganjil 2026-2027, Wajib Coba! Terkuak! Merayakan Maulid Nabi Harap Syafaat Muhammad SAW? Pahami Dulu Siapa Pemberi dan Penerima Pertolongan Sejati di Hari Kiamat! Jejak Digital Santri di Abad Kedua NU: AI Buatan Anak Negeri Kawal Muktamar di Jombang Suara Kemandirian di Tengah Riuhnya Muktamar: Gus Ipul Tanggapi Isu Pengondisian Peserta NU Muktamar NU ke-35: Barcode Jadi Kunci Registrasi Peserta di Jombang Kebakaran Heboh! 120 Rumah Adat Sasak di Dusun Sade Lombok Tengah Ludes Dilalap Api

Berita Terkini

Kesan Mendalam Ustadz Salim A Fillah tentang Sosok Ustadz Jazir: Guru Dakwah, Cinta Indonesia

badge-check


					Kesan Mendalam Ustadz Salim A Fillah tentang Sosok Ustadz Jazir: Guru Dakwah, Cinta Indonesia Perbesar

YOGYAKARTA – Kabar wafatnya Ustadz Jazir, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan Yogyakarta, meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam dan para aktivis dakwah di Tanah Air. Salah satu yang merasakan kehilangan besar adalah dai dan penulis nasional, Ustadz Salim A Fillah, yang telah lama membersamai almarhum dalam perjalanan dakwah.

Dalam ungkapan kesannya, Ustadz Salim A Fillah menyampaikan bahwa kepergian Ustadz Jazir merupakan kehilangan yang sangat besar, khususnya bagi mereka yang merasakan langsung asuhan dan tempaan dakwah beliau sejak awal tahun 2000-an. Sejak 2001, Ustadz Salim mengaku banyak menemani almarhum dalam berbagai perjalanan dakwah, baik di darat, udara, maupun perairan.

“Waktu-waktu bersama beliau adalah bagian paling berharga dalam hidup kami, saat keteladanan, ilmu, dan pengalaman penuh hikmah tumpah ruah disiramkan kepada jiwa yang dahaga,” ungkap Ustadz Salim.

Menurutnya, Ustadz Jazir dikenal publik sebagai sosok yang kritis dan vokal dalam menyuarakan kebenaran. Namun di balik itu, kecintaan beliau terhadap Indonesia tidak perlu diragukan. Almarhum dikenal memiliki wawasan kebangsaan yang luas, menguasai sejarah nasional, memahami dinamika Kebangkitan Nasional, pidato-pidato Bung Karno, hingga kebijakan pemerintahan di berbagai era.

“Beliau adalah pengasuh kajian kebangsaan, perpustakaan berjalan yang menyimpan begitu banyak referensi sejarah dan pemikiran,” lanjutnya.

Ustadz Jazir juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan besar dalam penguatan dakwah berbasis masjid. Gagasan metode cepat belajar membaca Al-Qur’an, Iqra’, disebut Ustadz Salim sebagai salah satu buah pemikiran Ustadz Jazir yang kemudian disusun dan dikembangkan oleh KH As’ad Humam. Metode tersebut menjadi ikhtiar besar dalam membentengi akidah umat, khususnya di wilayah pedesaan.

Selain itu, konsep Manajemen Masjid yang selama ini dikenal luas dan diterapkan di berbagai daerah juga tidak lepas dari peran dan pemikiran Ustadz Jazir. Masjid Jogokaryan di Yogyakarta kemudian menjadi model atau rintisan peradaban masjid modern yang aktif, mandiri, dan berorientasi pada pelayanan umat.

Masjid Jogokaryan sendiri dikenal sebagai salah satu masjid percontohan di Indonesia. Berlokasi di kawasan Mantrijeron, Yogyakarta, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, dakwah, pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Program-programnya kerap menjadi inspirasi bagi pengelolaan masjid di berbagai daerah, mulai dari transparansi keuangan, pelayanan jamaah, hingga penguatan peran masjid di tengah masyarakat.

Di bawah bimbingan Ustadz Jazir, Masjid Jogokaryan berkembang menjadi simbol masjid yang hidup, dekat dengan umat, dan responsif terhadap persoalan sosial. Kepemimpinan beliau dikenal tegas, visioner, dan penuh keberanian dalam menyuarakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Bagi Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Jazir bukan sekadar tokoh atau aktivis dakwah, melainkan seorang guru dalam makna yang utuh. Sosok pendidik yang mengajarkan keteladanan melalui laku hidup, keberanian berpikir, dan kesungguhan mengabdi untuk umat dan bangsa.

“Takkan cukup kata untuk menggambarkan beliau. Ustadz Jazir adalah guru, dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu,” tuturnya.

Ustadz Salim menutup kesannya dengan doa dan salam perpisahan penuh haru, “Sugeng tindak, Ustadz,” sebagai ungkapan hormat dan cinta atas jasa besar almarhum dalam perjalanan dakwah Islam di Indonesia.

Kepergian Ustadz Jazir menjadi pengingat bahwa estafet dakwah dan pengabdian umat harus terus dilanjutkan, dengan semangat keteladanan, keberanian, dan kecintaan kepada Islam serta Indonesia, sebagaimana yang telah dicontohkan almarhum semasa hidupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini