KlikMojok – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang telah menyiapkan 99 masjid yang tersebar di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pelayanan komprehensif bagi para muktamirin dan mukhibin yang akan hadir di Kabupaten Jombang.
Melalui program bertajuk “99 Masjid Ramah Muktamirin”, seluruh masjid yang terlibat tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah. Namun, masjid-masjid ini juga dipersiapkan secara khusus untuk menjadi lokasi singgah, pusat pelayanan, dan tempat beristirahat bagi para tamu selama seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Setiap masjid yang tergabung dalam jaringan program ini telah diverifikasi untuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi tempat istirahat yang layak, ketersediaan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), serta tempat wudu yang bersih dan mencukupi. Selain itu, pengurus masjid juga memiliki komitmen kuat untuk bersinergi dalam menyambut serta melayani para tamu.
Program “99 Masjid Ramah Muktamirin” ini secara resmi diluncurkan pada Minggu (23/8/2026). Acara peluncuran diselenggarakan di Masjid Agung Baitul Mukminin, yang berlokasi di kawasan Alun-alun Jombang. Prosesi peluncuran ditandai dengan tabuhan rebana oleh Bupati Jombang Warsubi, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jombang, dan para pengurus takmir Masjid Baitul Mukminin.
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diperkirakan akan mendatangkan banyak peserta dan tamu dari berbagai daerah ke Kabupaten Jombang. Menurutnya, kondisi ini menjadikan kesiapan fasilitas pelayanan sebagai aspek krusial, termasuk ketersediaan masjid di berbagai wilayah.
“Sebentar lagi Kabupaten Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU,” ucap Warsubi dalam sambutannya. Ia menambahkan, “Kegiatan ini tentu akan dihadiri ribuan orang yang datang ke Jombang.”
Menurut Warsubi, masjid dan musala diprediksi akan menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi oleh para peserta selama kegiatan muktamar berlangsung. Oleh karena itu, keberadaan jaringan “Masjid Ramah Muktamirin” dianggap sebagai bagian esensial dalam memastikan kenyamanan para tamu.
“Masjid dan musala pasti akan menjadi tempat yang banyak didatangi para muktamirin selama gelaran Muktamar ke-35 NU,” ujarnya menegaskan.
Warsubi turut mencontohkan Masjid Agung Baitul Mukminin yang memiliki lokasi strategis dan akses yang mudah dijangkau. Masjid ini dinilai dapat menjadi salah satu rujukan penting, baik bagi masyarakat Jombang sendiri maupun tamu-tamu yang datang dari luar daerah.
Ia juga mengajak seluruh pengelola masjid untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang tersedia. Tujuannya agar para muktamirin dapat beribadah sekaligus beristirahat dengan nyaman. “Jaga kebersihan dan kenyamanan masjid, agar muktamirin nyaman ketika berkunjung ke masjid,” katanya.
Selain penekanan pada pemeliharaan fasilitas, Warsubi juga mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk menyambut para tamu Muktamar ke-35 NU dengan keramahan dan semangat kebersamaan yang tinggi. “Mari kita sambut Muktamar ke-35 NU ini dengan semangat dan kebanggaan,” tuturnya. Ia melanjutkan, “Kita sambut seluruh tamu di Kabupaten Jombang dengan ramah dan bahagia.”
Program “99 Masjid Ramah Muktamirin” ini diinisiasi sebagai upaya agar penyambutan peserta Muktamar ke-35 NU tidak hanya terpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang merupakan lokasi utama kegiatan. Namun, inisiatif ini juga bertujuan untuk melibatkan masyarakat luas dan masjid-masjid di berbagai wilayah Kabupaten Jombang.
Jaringan masjid yang tersebar ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para muktamirin maupun mukhibin. Mereka dapat lebih mudah memperoleh akses ke tempat ibadah, lokasi singgah sementara, hingga kebutuhan pendukung lainnya selama berada di Kota Santri.
Informasi detail mengenai lokasi masjid-masjid yang tergabung dalam jaringan ini juga telah disediakan melalui peta khusus yang disiapkan oleh panitia. Dengan adanya peta tersebut, para tamu dapat dengan mudah mengetahui titik-titik “Masjid Ramah Muktamirin” yang strategis, baik di sekitar jalur perjalanan maupun di wilayah aktivitas mereka.
Ketua DMI Jombang, Didin Ahmad Sholahuddin, yang akrab disapa Gus Didin, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi erat antar lembaga. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menyambut dan menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang.
“Hari ini kami dari DMI Jombang bekerja sama dengan PCNU, melalui LTMNU Jombang menyelenggarakan launching program Masjid Ramah Muktamirin dan Ramah Mukhibin, dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang,” ungkap Gus Didin usai kegiatan. Ia menambahkan, “Temanya adalah ‘99 Masjid Ramah Muktamirin’.”
Gus Didin lebih lanjut menjelaskan bahwa program ini digagas untuk menyambut kedatangan para muktamirin dan mukhibin di Jombang. Masjid-masjid yang tersebar di 21 kecamatan dilibatkan untuk menyediakan tempat singgah atau bahkan menginap bagi tamu yang membutuhkan.
Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan oleh panitia, ditemukan sekitar 25 hingga 30 masjid yang memenuhi kriteria dan dapat difungsikan sebagai tempat menginap bagi para mukhibin maupun muktamirin.
“Ini merupakan bentuk kebahagiaan masyarakat Jombang karena dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU,” bebernya. “Harapannya, kebahagiaan yang kami rasakan juga dapat dirasakan oleh para tamu yang hadir di Jombang,” tambah Gus Didin.
Gus Didin menerangkan bahwa penentuan masjid yang tergabung dalam program ini tidak didasarkan pada jumlah tertentu di setiap kecamatan. Sebaliknya, penentuan tersebut disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.
“Kami membaginya berdasarkan wilayah, mulai dari tengah, utara, selatan, timur, hingga barat,” jelasnya. “Penempatannya kami sesuaikan dengan kebutuhan. Sebelum ditetapkan, kami melakukan inventarisasi dan pengecekan lokasi terlebih dahulu,” imbuh Gus Didin.
Menurutnya, ada sejumlah persyaratan ketat yang wajib dipenuhi oleh masjid yang ingin tergabung dalam program “Masjid Ramah Muktamirin”. Selain wajib memiliki ruang istirahat yang layak, masjid juga harus dilengkapi dengan fasilitas MCK dan tempat wudu yang memadai, disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang akan singgah.
Lebih lanjut, pengurus masjid juga harus menunjukkan komitmen kuat untuk bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu. Bentuk pelayanan ini dapat berupa penyediaan air mineral, kopi, teh, serta kebutuhan dasar lainnya sebagai wujud penyambutan.
“Dari DMI dan LTMNU, kami juga memberikan dukungan kepada masjid berupa informasi, backdrop, banner, bendera Al-Qur’an, serta bantuan kopi, teh, dan gula,” imbuh Gus Didin.
Gus Didin menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing masjid. Beberapa masjid telah memiliki kemandirian yang cukup sehingga tidak memerlukan bantuan tambahan. Sementara itu, masjid-masjid yang masih membutuhkan dukungan akan menerima bantuan dari pihak-pihak terkait.
“Sebagian bantuan kami distribusikan hari ini,” katanya. Ia melanjutkan, “Sedangkan untuk kopi, teh, dan gula insyaallah mulai Senin atau Selasa akan kami dropping ke masjid-masjid yang membutuhkan.”
Program “99 Masjid Ramah Muktamirin” ini direncanakan akan mulai beroperasi pada Senin (24/8/2026). Panitia juga telah menginstruksikan agar banner yang telah disiapkan segera dipasang. Sementara itu, kebutuhan logistik lainnya akan mulai didistribusikan secara bertahap kepada masjid-masjid yang terlibat.
“Jumlah personel yang berjaga di setiap masjid tidak kami tentukan secara khusus,” tukasnya. “Itu disesuaikan dengan pengurus atau takmir masjid masing-masing,” tambah Gus Didin.
Gus Didin menambahkan bahwa fokus pelayanan terbesar akan diarahkan ke wilayah tengah Jombang. Hal ini terutama berlaku untuk masjid-masjid yang berada dalam radius sekitar dua kilometer dari episentrum Muktamar.
“Masjid-masjid di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada para muktamirin dan mukhibin yang datang ke Jombang,” pungkas Gus Didin.
Dengan hadirnya program “99 Masjid Ramah Muktamirin” ini, masyarakat Jombang secara kolektif menunjukkan kesiapan penuh mereka dalam menyambut Muktamar ke-35 NU. Program ini sekaligus menjadi representasi nyata dari keterlibatan aktif masjid dan warga di berbagai wilayah Jombang untuk turut menyukseskan perhelatan akbar Nahdlatul Ulama tersebut.









