Menu

Mode Gelap
Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

Pendidikan

Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar

badge-check


					Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Perbesar

KlikMojok – Di tengah teriknya matahari yang membakar bumi Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sebuah ancaman tak kasat mata terus mengintai. Hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 109 peristiwa kebakaran telah melahap berbagai aset di wilayah tersebut, sebuah angka yang kian mengkhawatirkan. Puncak keganasan api terjadi pada bulan Agustus, mencatatkan 44 kejadian dalam rentang waktu yang relatif singkat, menjadikannya bulan paling rawan sepanjang tahun.

Api tak pandang bulu. Lahan ilalang dan bambu yang kering menjadi santapan utama, namun kobaran apinya juga tak segan menjilat rumah warga, bangunan vital, kendaraan, gudang penyimpanan, hingga trafo listrik yang krusial bagi kehidupan sehari-hari. Sejumlah fasilitas umum lainnya pun tak luput dari amukan si jago merah.

Rekapitulasi data menunjukkan adanya lonjakan kasus kebakaran yang mulai terasa memasuki pertengahan tahun, mencapai titik tertingginya pada Agustus. Kondisi vegetasi yang mengering memperparah situasi, membuat kebakaran lahan terbuka semakin mendominasi pemandangan mencekam di berbagai penjuru Pamekasan.

Jika dirinci, Januari mencatat 5 kejadian, Februari 4, Maret 3, April 4, Mei 9, Juni 19, Juli 21, dan puncaknya pada Agustus dengan 44 kejadian. Angka ini, menurut Kasi Ops Damkar Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Zainuddin, merupakan lonjakan yang mencolok. “Total peristiwa kebakaran selama Januari hingga 30 Agustus 2026, terdata sebanyak 109 kejadian. Lonjakan paling mencolok terjadi pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 44 kasus. Angka ini dua kali lipat dibandingkan Juni dan Juli, serta menjadi jumlah tertinggi selama periode yang tercatat dalam rekapitulasi,” ungkap Zainuddin, Senin (31/8/2026).

Sebagian besar kebakaran pada Agustus menyasar lahan ilalang dan bambu. Zainuddin menceritakan betapa sibuknya petugas pemadam kebakaran, bahkan dalam satu hari harus menangani sejumlah kebakaran di lokasi yang berbeda. “Seperti pada 14 Agustus 2026, sejumlah kebakaran terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah. Lokasi kejadian meliputi Kowel, Branta Tinggi, Karang Dalam, Asemanis Satu, hingga Jungcangcang,” ujarnya.

Api tak pernah berhenti merusak. “Kebakaran juga terus berlanjut pada 15 Agustus di sejumlah lokasi, termasuk kebakaran lahan ilalang di Dusun Pokpoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Dalam catatan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Peristiwa kebakaran lahan di lokasi tersebut bahkan terjadi dua kali dalam satu hari,” imbuhnya.

Skala kebakaran lahan yang luas bukan hanya terjadi di Palengaan. Pada 15 Juli, lahan ilalang seluas sekitar 3.000 meter persegi terbakar di Nyalaran Gang X, Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan. Tak berhenti di situ, pada 29 Juli, kebakaran kembali melanda lahan ilalang seluas sekitar 2.500 meter persegi di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, seperti dijelaskan Zainuddin.

Namun, ancaman api tak hanya terbatas pada lahan terbuka. “Selain lahan terbuka, kebakaran juga menghanguskan sejumlah bangunan. Salah satunya terjadi pada 23 Agustus 2026 di Dusun Timur Sumba, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean. Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut melanda bangunan rumah dan sepeda motor bernomor polisi M 5430 WR,” sambung Zainuddin.

Peristiwa nahas di Pasean itu hanyalah satu dari tiga kebakaran yang tercatat pada tanggal 23 Agustus 2026. Pada hari yang sama, api juga melalap kawasan di Jalan Perumnas Indah, Asemanis Satu, Kecamatan Tlanakan, serta di Jalan Kangenan Gang II, kawasan Perum Handoko, Kecamatan Pamekasan.

Berbagai objek lain pun menjadi korban keganasan api sepanjang tahun 2026. Rekapitulasi mencatat adanya kebakaran pada kompor gas atau LPG, bangunan pondok, kios servis radiator, warung, tumpukan rongsokan, bengkel, gudang kayu, gudang pupuk, kandang sapi, trafo PLN, mobil, mesin cuci, tumpukan kayu jati, hingga pohon.

Salah satu penanganan kebakaran yang memakan waktu cukup lama terjadi pada 18 Mei 2026. “Kebakaran gudang kayu UD Berkah di wilayah Kecamatan Pasean tercatat berlangsung sejak laporan diterima pada pukul 02.41 WIB dan baru selesai pada pukul 09.00 WIB,” beber Zainuddin.

Sebaran kebakaran menunjukkan bahwa ancaman ini merata di hampir seluruh wilayah Pamekasan. Peristiwa kebakaran tercatat di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Tlanakan, Galis, Larangan, Palengaan, Pakong, Waru, Pasean, Proppo, hingga Pagantenan.

Data tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya risiko kebakaran, terutama yang melibatkan lahan terbuka. Jika pada Januari hingga akhir Mei jumlah kebakaran masih di bawah 10 kejadian per bulan, angka tersebut melonjak menjadi 19 kejadian pada Juni, 21 kejadian pada Juli, dan meroket drastis menjadi 41 kejadian hingga 23 Agustus. Jika tren ini terus berlanjut, jumlah kebakaran sepanjang Agustus berpotensi melampaui catatan bulan-bulan sebelumnya.

Masyarakat dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api di kawasan lahan kering, semak belukar, rumpun bambu, dan area terbuka lainnya. Cepatnya laporan dari masyarakat menjadi kunci bagi petugas pemadam kebakaran untuk segera bergerak dan mencegah api menjalar lebih luas, mengingat petugas telah menangani seluruh laporan yang masuk dalam periode Januari hingga 23 Agustus 2026.

“Dengan total 109 kejadian kebakaran hanya dalam waktu hampir delapan bulan, Pamekasan kini menghadapi ancaman serius dari meningkatnya kebakaran, terutama pada lahan terbuka. Agustus yang belum genap satu bulan bahkan telah menyumbang 44 kejadian atau hampir 39 persen dari total kebakaran sepanjang periode tersebut,” pungkas Zainuddin, menegaskan urgensi kesadaran dan tindakan pencegahan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang

31 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81

31 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Transformasi Jalanan Menjadi Ruang Belajar: Siswa SMK Mudalas Ajarkan Empati untuk Korban Gempa Flores

31 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Trending di Pendidikan