KlikMojok – Di Hotel Yusro Jombang, suasana riuh rendah namun penuh kehangatan menyambut ratusan anak yatim yang berbaris rapi pada Senin, 31 Agustus 2026. Wajah-wajah polos mereka berseri-seri, memancarkan keceriaan saat menerima amplop berisi uang dari panitia Santunan Nasional DHIBRA (Dhilaal Berkat Rohmat Alloh) Shiddiqiyyah. Tak berhenti di situ, selepas menerima santunan, mereka beranjak menuju sudut ruangan untuk mengambil aneka buah segar yang telah disiapkan, melengkapi bingkisan kepedulian yang mereka terima.
Kegembiraan anak-anak yatim itu adalah cerminan dari gelaran akbar yang diselenggarakan oleh DHIBRA Shiddiqiyyah, sebuah rangkaian acara yang menghormati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merayakan ulang tahun DHIBRA Shiddiqiyyah yang ke-26, sekaligus melaksanakan Santunan Nasional (Sannas) yang ke-22. Penyerahan santunan secara simbolis, yang menjadi puncak acara, dilakukan langsung oleh Ketua Umum DHIBRA Shiddiqiyyah, Nyai Shofwatul Ummah, menandai dimulainya distribusi kebaikan.

Acara khidmat ini diawali dengan lantunan doa yang dipimpin oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kiai Mochammad Muchtarulloh Al Mujtabaa Mu’thi, yang berasal dari Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman, Losari, Ploso, Jombang. Kehadirannya memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam helatan Santunan Nasional ke-22 ini, DHIBRA Shiddiqiyyah kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mengabdikan diri pada kegiatan sosial keagamaan, dengan fokus utama pada kesejahteraan anak yatim di berbagai wilayah. Sebuah dedikasi yang telah terjalin selama bertahun-tahun, membangun jembatan kepedulian antar sesama.
Komitmen DHIBRA Shiddiqiyyah dalam program santunan ini bukan sekadar retorika. Catatan mereka menunjukkan angka yang fantastis: selama 21 periode sebelumnya, mulai dari tahun 2006 hingga 2025, total dana yang telah tersalurkan mencapai angka sekitar Rp52,69 miliar. Perjalanan panjang ini dimulai pada Sannas pertama tahun 2006, di mana santunan sebesar Rp530,79 juta diberikan kepada 6.517 penerima. Puncaknya tercapai pada periode ke-17 tahun 2021, dengan penyaluran dana mencapai Rp4,25 miliar untuk 25.051 penerima, menunjukkan skala dampak yang terus berkembang. Bahkan pada periode ke-21 tahun 2025, dana santunan yang disalurkan tetap signifikan, yaitu Rp3,35 miliar bagi 17.587 penerima.
Nyai Shofwatul Ummah, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus perwakilan, organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, serta para donatur yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Ia berharap semangat kepedulian sosial yang terwujud melalui kegiatan santunan ini dapat terus tumbuh dan lestari di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan sosial ibadah ini dapat terus meningkat dan lestari di masa mendatang,” ujar Nyai Shofwatul Ummah, menegaskan visi keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Nyai Shofwatul Ummah menjelaskan bahwa santunan nasional ini merupakan perwujudan rasa syukur atas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus penanda perjalanan DHIBRA Shiddiqiyyah yang kini memasuki usia 26 tahun. “Hari ini, hari Senin, tanggal 17 Rabiul Awal, kami sebagai umat Islam sedang mensyukuri Maulid Nabi Muhammad SAW dan juga berdirinya DHIBRA Shiddiqiyyah. Sekarang umurnya DHIBRA sudah 26 tahun,” katanya.
Kegiatan santunan ini dilaksanakan secara serempak di tingkat nasional, melibatkan seluruh elemen warga Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui jaringan pengurus di berbagai daerah. Untuk pelaksanaan tahun ini, dana yang terkumpul sementara mencapai lebih dari Rp2 miliar, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan laporan bertahap dari daerah-daerah yang mungkin terkendala sinyal atau akses.
“Tepatnya Rp2 miliar 50 juta untuk sementara. Biasanya itu sampai nanti berkembang terus. Karena yang mungkin enggak ada sinyal dan sebagainya, jadi mereka melaporkannya itu bertahap,” jelasnya.
Jangkauan Santunan Nasional ke-22 ini tidak terbatas pada wilayah Jombang saja. Kegiatan ini juga melibatkan warga Shiddiqiyyah di berbagai daerah lain, bahkan hingga ke luar negeri, termasuk Hong Kong dan Malaysia. Di Jombang sendiri, sekitar 142 anak yatim dari warga Kabupaten Jombang menerima santunan secara langsung di Hotel Yusro. Sementara itu, daerah lain melaksanakan kegiatan serupa melalui kepengurusan masing-masing.
Nyai Shofwatul Ummah menambahkan bahwa kegiatan santunan ini memiliki dimensi spiritual yang mendalam, sebagai bentuk penghormatan dan peneladanan terhadap perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang juga pernah merasakan menjadi yatim. Melalui Santunan Nasional ke-22 ini, DHIBRA Shiddiqiyyah berupaya menginspirasi dan memperluas gerakan sosial berbasis kepedulian terhadap anak yatim, demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.













