Menu

Mode Gelap
Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81

badge-check


					Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 Perbesar

KlikMojok – Semangat keagamaan dan kebersamaan mengiringi langkah para santri Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPA) Al-Muttaqin Lamongan, Jawa Timur, yang berhasil meraih prestasi membanggakan. Kelompok nasyid dari lembaga ini sukses menyabet juara tiga dalam ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kelurahan Blimbing, sebuah kompetisi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Kompetisi FASI yang meriah ini berlangsung di pendopo Kelurahan Blimbing pada hari Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam suasana peringatan kemerdekaan, kelompok nasyid LPA Al-Muttaqin menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan sukses mengukir nama sebagai peraih juara ketiga.

Acara Festival Anak Sholeh Indonesia ini dimeriahkan oleh partisipasi aktif dari berbagai Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang tersebar di seluruh Kelurahan Blimbing, Lamongan. Setiap santri yang hadir membawa semangat dan talenta terbaiknya untuk unjuk kebolehan di hadapan para juri dan khalayak umum. Di panggung, lantunan nasyid yang syahdu mengalir, tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai keagamaan yang mendalam.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh kelompok nasyid LPA Al-Muttaqin juga turut menyemarakkan semangat kebangsaan, selaras dengan suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi para santri, panggung FASI ini menjadi sebuah arena penting untuk memamerkan hasil dari latihan keras mereka. Di sana, mereka tidak hanya mengasah kemampuan vokal untuk mengatur suara dan menjaga kekompakan tim, tetapi juga belajar untuk mengelola dan mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Seluruh rangkaian suasana perlombaan ini secara keseluruhan menciptakan pengalaman yang sangat berkesan dan tak terlupakan bagi setiap peserta.

Sorakan semangat dan dukungan yang tak henti-hentinya dari penonton menjadi suntikan energi tambahan yang krusial bagi para santri saat mereka menuntaskan penampilan. Pada akhirnya, semua kerja keras dan dedikasi tersebut membuahkan hasil manis berupa penghargaan. Kelompok nasyid LPA Al-Muttaqin dengan bangga berhasil membawa pulang piala untuk posisi ketiga. Meskipun piala tersebut merupakan simbol nyata dari sebuah pencapaian, nilai sejati yang lebih penting adalah keberanian para santri untuk tampil di muka umum serta kemampuan mereka dalam bekerja sama sebagai sebuah tim.

Rodhiyatul Ravika Rani, selaku Kepala LPA Al-Muttaqin, menyambut capaian gemilang ini dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Ia menjelaskan bahwa prestasi yang berhasil diraih ini merupakan buah dari kesungguhan serta latihan intensif yang telah dilakukan oleh para santri. Dengan wajah berseri, Ravika mengungkapkan, “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak kami.”

Lebih lanjut, Ravika menegaskan bahwa posisi juara tiga ini bukanlah sekadar pencapaian formal di atas kertas. Baginya, prestasi tersebut adalah bukti konkret bahwa anak-anak didiknya memiliki kemampuan untuk berproses secara mandiri dan keberanian untuk tampil di depan publik. Ia menambahkan, “Juara tiga ini bukan sekadar piala, melainkan bukti kesungguhan, semangat, dan kerja keras mereka.”

Di samping itu, Ravika juga memandang FASI sebagai sebuah platform pembelajaran yang krusial untuk menunjang perkembangan santri secara holistik. Melalui partisipasi dalam kompetisi semacam ini, anak-anak memperoleh pengalaman berharga yang tidak dapat mereka temukan dalam kegiatan belajar rutin. Mereka diajarkan untuk membangun rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain, sekaligus mengasah kemampuan penting dalam bekerja sama dan berkolaborasi dalam sebuah kelompok.

Oleh karena itu, bagi Ravika, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari peringkat atau posisi yang berhasil diraih. Seluruh proses latihan yang telah dilalui, keberanian untuk tampil dan menunjukkan bakat, serta semangat kebersamaan yang terjalin erat di antara para santri, semuanya merupakan bagian integral dari prestasi yang patut dibanggakan tersebut.

Ravika juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara FASI HUT RI ke-81 Kelurahan Blimbing. Menurutnya, kegiatan ini telah menyediakan ruang positif yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak. Ia berharap, “Semoga ke depan anak-anak kami semakin berprestasi, tidak hanya dalam lomba.”

Lebih jauh, Ravika menaruh harapan besar agar para santri terus bersemangat dalam mengembangkan kemampuan mereka, bahkan setelah kompetisi usai. Ia berharap prestasi yang diraih kali ini dapat menjadi pijakan kuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. Dengan penuh penekanan, Ravika menegaskan, “Yang terpenting adalah akhlak dan ilmu.”

Pesan mendalam dari kepala LPA tersebut menempatkan makna prestasi dalam konteks yang jauh lebih luas. Bagi LPA Al-Muttaqin, kemampuan bernyanyi dan tampil di panggung haruslah berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang kuat dan mulia. Hal ini karena pendidikan santri tidak hanya berfokus pada capaian memenangkan perlombaan semata. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang kaya akan ilmu pengetahuan serta memiliki akhlak yang terpuji.

Di sisi lain, para santri yang telah berprestasi juga menyimpan harapan dan impian untuk dapat meraih capaian yang lebih tinggi di masa mendatang. Mereka mengungkapkan keinginan kuat untuk kembali tampil dan mengharumkan nama Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Al-Muttaqin pada berbagai kesempatan berikutnya. Dengan demikian, partisipasi di FASI ini menjadi sebuah catatan kecil yang berharga dalam perjalanan panjang mereka.

Dari panggung FASI yang sederhana namun penuh makna ini, telah tumbuh benih-benih keberanian dan kepercayaan diri yang kelak akan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah menuju ruang-ruang kehidupan yang lebih luas dan penuh tantangan.

Pada akhirnya, gema lantunan nasyid yang mereka bawakan tidak berhenti begitu saja ketika perlombaan dinyatakan selesai. Melainkan, ia meninggalkan jejak pesan yang kuat tentang pentingnya kerja keras, nilai kebersamaan, serta keberanian untuk senantiasa mencoba dan tidak mudah menyerah. Raihan juara tiga ini memang merupakan hasil yang patut disyukuri dan dibanggakan. Namun, perlu diingat bahwa perjalanan para santri dalam proses belajar dan bertumbuh masih terbentang jauh lebih panjang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang

31 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar

31 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Transformasi Jalanan Menjadi Ruang Belajar: Siswa SMK Mudalas Ajarkan Empati untuk Korban Gempa Flores

31 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Trending di Pendidikan