KlikMojok – Pernyataan mengejutkan datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang berpotensi mengarah pada terorisme di kalangan anak. Ternyata, peran sekolah saja tidak cukup! Kemendikdasmen secara tegas menyoroti pentingnya sinergi empat pilar utama dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Pesan krusial ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Ia memaparkan pandangannya dalam sebuah kegiatan bertajuk “Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan.” Acara penting ini diselenggarakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Jakarta, pada tanggal 2 September 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, lingkungan pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menghadirkan suasana yang tidak hanya aman, tetapi juga sehat dan nyaman. Kondisi ini esensial agar anak-anak dapat berkembang secara positif, terlindungi, dan memiliki ruang yang memadai untuk mengaktualisasikan diri. Pendekatan yang diusung pun ditekankan harus bersifat humanis, inklusif, dan partisipatif, memastikan setiap anak merasa dilindungi dan didukung dalam proses tumbuh kembangnya.
Lalu, apa saja keempat lingkungan kunci yang dimaksud? Pertama, tentu saja sekolah. Di sini, bukan hanya guru dan tenaga kependidikan yang memegang peranan, melainkan juga komite sekolah dan seluruh elemen warga satuan pendidikan. Mereka semua memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, aman, dan nyaman. Sekolah, lebih dari sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, harus menjadi wadah bagi anak untuk membentuk karakter, berinteraksi secara sehat, mengembangkan bakat terpendam, serta mendapatkan pendampingan yang tepat ketika menghadapi berbagai persoalan hidup.
Pilar kedua yang tak kalah vital adalah keluarga. Abdul Mu’ti menyoroti bahwa hubungan yang kuat dan harmonis antara orang tua dan anak menjadi benteng utama dalam mencegah anak mencari perhatian, pengakuan, atau ruang aktualisasi diri di lingkungan yang keliru dan berbahaya. Mendikdasmen Abdul Mu’ti secara spesifik menekankan, “orang tua tidak cukup hanya educate atau mendidik, tetapi juga perlu nurture, yakni membimbing dan membangun relasi yang harmonis dengan anak.” Ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan emosional dan dukungan penuh dari keluarga dalam setiap tahap perkembangan anak.
Melengkapi dua pilar tersebut, Abdul Mu’ti juga menyebut masyarakat dan media sebagai dua lingkungan lain yang harus bersinergi dalam upaya pencegahan ekstremisme pada anak. Sinergi keempat pusat pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang holistik dan komprehensif untuk melindungi anak-anak dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.













