KlikMojok – Angka Rp120 triliun! Nominal yang cukup untuk membuat siapa pun menoleh, kini justru menjadi pemicu kehebohan di tengah upaya pemerintah memperkuat keuangan negara. Bagaimana tidak, di saat pemerintah menargetkan suntikan dana sebesar itu dari keuntungan Danantara, pihak Danantara justru melancarkan protes keras dan bahkan mengaku tidak tahu menahu soal rencana tersebut. Sebuah drama fiskal yang mengejutkan publik, diungkap oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Bukan sekadar angka besar di atas kertas, Rp120 triliun adalah napas tambahan vital bagi negara, terutama ketika ruang fiskal semakin membutuhkan bantalan yang kokoh. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, setiap rupiah yang masuk ke kas negara sangat berarti, menjadikannya target yang krusial bagi pemerintah.

Namun, misteri terbesar muncul: siapa sebenarnya yang siap menyerahkan uang sebanyak itu kepada negara, jika pihak yang dituju justru melakukan penolakan? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta pada Kamis (3/9/2026), mengungkapkan bahwa pihak Danantara masih memprotes rencana kontribusi sekitar Rp120 triliun dari keuntungannya kepada negara. Pernyataan ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat dan masyarakat luas.
Di sisi lain, pemerintah menunjukkan ketegasan. Menurut Purbaya, dana sebesar itu tetap ditargetkan masuk ke kas negara tahun ini. Pemerintah bahkan telah menempatkannya sebagai tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus buffer fiskal, menunjukkan betapa pentingnya kontribusi ini dalam rencana keuangan negara.
Namun, di tengah harapan besar pemerintah dan kebutuhan mendesak negara, muncul kalimat yang membuat alis publik layak terangkat: Danantara disebut mengaku tidak mengetahui adanya rencana tersebut. Bagaimana mungkin target setoran sebesar Rp120 triliun, yang bukan uang receh yang tercecer di bawah meja, bisa seperti kabar yang baru mampir di telinga pihak yang bersangkutan? Kontroversi ini menyoroti potensi miskomunikasi atau ketidaksepahaman yang serius antara pemerintah dan Danantara, meninggalkan publik menanti kejelasan atas dana jumbo ini.













