Menu

Mode Gelap
Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

Berita Terkini

Harga Emas Meroket: Investor Berburu Safe Haven Terbaik

badge-check


					Harga Emas Meroket: Investor Berburu Safe Haven Terbaik Perbesar

Harga emas dunia lagi-lagi bikin geger, guys! Pada Kamis, 4 September 2025, nilainya berhasil menyentuh rekor tertinggi US$3.578 per troy ounce. Kenaikannya yang ngebut ini tentu bukan tanpa sebab. Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, dalang utama di balik lonjakan harga emas ini adalah dinamika geopolitik yang lagi panas-panasnya. “Permintaan terus meroket, sementara pasokan barangnya terbatas,” jelas Ibrahim. “Inilah yang bikin harga emas dunia terus melambung tinggi.”

Ibrahim menambahkan, pergerakan harga emas ini memang tak bisa dilepaskan dari kondisi Amerika Serikat, serba-serbi geopolitik, dan drama perang dagang. Dari Negeri Paman Sam, ada ekspektasi kuat bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga. Para investor seolah sudah yakin Bank Sentral akan tancap gas menurunkan suku bunga pada pertengahan September nanti, apalagi setelah melihat data tenaga kerja yang kian melemah. Gubernur The Fed, Powell, bahkan pernah nyeletuk kalau salah satu pemicu penurunan suku bunga memang dari data tenaga kerja yang kurang menggembirakan itu.

Nah, belum kelar urusan suku bunga, Ibrahim juga sempat menyoroti “ulangan” Presiden AS Donald Trump yang bikin heboh, yaitu intervensinya terhadap Bank Sentral. Pasalnya, Trump secara sepihak memecat Lisa Cook dari jabatan Gubernur The Fed. Keputusan nyeleneh ini, menurut Ibrahim, langsung menuai penolakan keras dari bank sentral di seluruh dunia. “Kalau Presiden sudah ikut campur urusan Bank Sentral begini, kemungkinan besar ekonomi global bisa auto bergolak,” tegasnya. Belum lagi drama kebijakan tarif Trump yang dianggap ilegal oleh Pengadilan Banding Federal AS. Ini jelas bikin ketidakpastian makin menjadi-jadi, apalagi Trump malah ngotot mengajukan banding ke Pengadilan Federal Washington. Ruwet banget, kan?

Geser sedikit ke Eropa, perang Rusia-Ukraina juga jadi faktor penentu yang bikin harga emas makin-makin. Ibrahim menyebut, Ukraina bersikukuh menolak menyerahkan wilayahnya ke Rusia dan, dengan bekal senjata bantuan Barat, mereka nekat menyerang kilang-kilang minyak Rusia. Akibatnya, 17 persen produksi minyak Rusia harus terhenti. Situasi ini langsung memicu kepanikan investor. “Banyak investor yang akhirnya lari ke safe haven, ninggalin aset-aset berisiko dan buru-buru beralih ke lindung nilai,” ujar Ibrahim. Kenapa? Karena muncul anggapan seram bahwa perang dunia ketiga sudah di ambang mata. Duh!

Tak cuma di Eropa, Timur Tengah juga ikut-ikutan menyumbang bara api ketidakpastian. Ibrahim menggarisbawahi potensi konflik besar antara Israel dan Iran pasca penyerangan di Yaman dan Lebanon yang sampai menewaskan sejumlah pimpinan negara. “Gejolak yang inilah yang sebenarnya jadi pemicu utama, yang bikin harga emas dunia langsung melonjak drastis, menuju level 3.578 itu,” jelas Ibrahim, menggambarkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu geopolitik di kawasan tersebut.

Sebagai pelengkap “drama” global, situasi perang dagang juga menambah bumbu ketidakpastian yang makin bikin puyeng. Ibrahim menganalisis, absennya perwakilan Amerika dalam parade militer di Cina bisa jadi sinyal buruk dan berpotensi memperburuk ketegangan politik global. Ya, kondisi tegang kayak gini otomatis mendorong makin banyak investor untuk berbondong-bondong membeli emas, yang pada akhirnya bikin permintaan terus meroket.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini