Menu

Mode Gelap
Jejak Kebaikan DHIBRA Shiddiqiyyah: 22 Tahun Santuni Anak Yatim, Lampaui Batas Jombang Api Merajalela di Pamekasan: 109 Kebakaran Mengintai, Agustus Jadi Momok Terbesar Lebih dari Sekadar Piala: Santri LPA Al-Muttaqin Raih Juara 3 FASI HUT RI ke-81 IONATION 2026: Ruang Aman dan Me-Time Ibu Muda, Jennifer Bachdim & Amanda Manopo Berbagi Pengalaman Deru Angin dan Atap yang Terlepas: Situbondo dalam Pelukan Cuaca Ekstrem Ketika Palang Pintu Bercerita: KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api di Blitar-Talun

Berita Terkini

Geger: Israel Target Pemimpin Hamas di Qatar, Perang Makin Panas?

badge-check


					Geger: Israel Target Pemimpin Hamas di Qatar, Perang Makin Panas? Perbesar

Pada Selasa (9/9), dunia dibuat terkejut. Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menargetkan para pemimpin Hamas di Doha, Qatar. Yang bikin makin heboh, ini adalah kali pertama Israel berani ‘menyentuh’ wilayah Qatar dengan operasi militernya.

Tak cuma itu, Pemerintah Israel secara resmi mengonfirmasi serangan udara tersebut. Mereka bahkan mengaku sudah memberi tahu Amerika Serikat terlebih dahulu sebelum operasi ini dilancarkan.

Dalam pernyataan resminya, IDF dan ISA (Badan Keamanan Israel)—yang juga dikenal sebagai Shin Bet—membenarkan telah melakukan ‘serangan tepat sasaran yang menargetkan pimpinan senior organisasi teroris Hamas’. Keterangan ini dikutip dari The Guardian pada Selasa (9/9).

Alasan di balik serangan ini pun jelas: para pimpinan Hamas dianggap bertanggung jawab langsung atas serangan 7 Oktober yang mematikan, serta telah mengatur strategi perang melawan Israel.

IDF dan Shin Bet juga menambahkan bahwa sebelum serangan, ‘berbagai langkah telah diambil untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi dan intelijen tambahan’.

Serangan di Doha ini memang bukan dadakan. Kejadian ini berlangsung kurang dari dua minggu setelah panglima militer Israel, Eyal Zamir, secara terang-terangan berjanji akan menyasar para pemimpin Hamas di mana pun mereka berada.

Pada 31 Agustus, Zamir pernah berujar, “Sebagian besar pimpinan Hamas berada di luar negeri, dan kami juga akan menghubungi mereka.” Pernyataan ini seolah menjadi sinyal keras yang kini benar-benar direalisasikan.

Tentu saja, reaksi keras langsung datang dari Doha. Pemerintah Qatar mengutuk sekeras-kerasnya serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional.

Majed al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, seperti dikutip dari Al Jazeera, dengan tegas menyatakan, “Ini merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional serta ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar.”

Di sisi lain, Hamas sendiri turut memberikan pernyataan. Mereka mengonfirmasi bahwa para pemimpin utamanya berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun, tragedi tak terhindarkan bagi enam orang lainnya, termasuk putra pemimpin Gaza, Khalil al-Hayya, salah satu ajudannya, dan seorang perwira Qatar, yang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Hamas pun tak tinggal diam, menyatakan bahwa “Ini sekali lagi menunjukkan sifat kriminal pendudukan dan keinginannya untuk merusak peluang mencapai kesepakatan”. Serangan ini dinilai sebagai upaya terang-terangan yang bisa merusak peluang negosiasi perdamaian.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini