Menu

Mode Gelap
GEGER! PGRI Murka Seragam Batik ‘Kusuma Bangsa’ Dipalsukan, Guru Wajib Tahu Ciri Aslinya! Bukan Hanya Sekolah! Kemendikdasmen Bongkar 4 Lingkungan Kunci Cegah Ekstremisme Anak, Orang Tua Wajib Paham! Menjelajah Cita Rasa Premium: American Lobster Eksklusif di Kurnia Seafood Surabaya Ketika Arus Perubahan Menderu: Generasi Indonesia Bertutur Mencari Kompas di Tengah Tantangan Teknologi, Korupsi, dan Jati Diri Ketika Harapan Berbentur Kenyataan Pahit: Jejak Pencurian Motor di Klinik Probolinggo yang Terekam CCTV SLB Muhammadiyah Padangan Tanamkan Nilai Peduli Sosial Lewat Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

Pendidikan

Perjalanan Panjang Bantuan Lazismu Jatim Tiba di Flores NTT: Distribusi ke Empat Posyan Muhammadiyah

badge-check


					Perjalanan Panjang Bantuan Lazismu Jatim Tiba di Flores NTT: Distribusi ke Empat Posyan Muhammadiyah Perbesar

KlikMojok – Bantuan logistik tahap pertama yang digagas oleh Lazismu Jawa Timur akhirnya berhasil tiba di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini segera dilakukan ke empat Pos Pelayanan (Posyan) Muhammadiyah yang tersebar di wilayah tersebut. Kedatangan bantuan ini sangat vital, khususnya bagi para penyintas yang berada di Pos Pelayanan dampingan MDMC Jatim di Riung dan Pota, dua area yang dikenal sebagai kawasan pelosok di Flores.

Lazismu Jawa Timur memulai pengiriman bantuan logistik ini ke Flores, NTT, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Proses pemberangkatan dilakukan melalui fasilitas TNI Angkatan Laut (AL), khususnya Komando Daerah Maritim (Kodaeral) V Surabaya. Bantuan yang dikirimkan memiliki bobot sekitar 2 ton, terdiri dari ratusan family kit, makanan siap saji Rendangmu dalam kemasan, air minum kemasan, serta berbagai kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan.

Bantuan dari Lazismu Jatim, bersama dengan sumbangan dari berbagai badan, instansi, dan lembaga lainnya, diangkut menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539. Kapal ini bertolak dari dermaga TNI AL Ujung Surabaya, membawa harapan bagi para penyintas di Flores.

Setelah menempuh perjalanan laut yang cukup panjang, KRI Teluk Parigi 539 milik TNI AL akhirnya tiba dan bersandar di dermaga Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, pada Selasa, 1 September 2026. Setibanya di pelabuhan, serangkaian prosedur pembongkaran muatan pun dilaksanakan. Mengingat banyaknya barang bantuan yang harus diturunkan dari KRI, kegiatan bongkar muat ini membutuhkan waktu hingga dua hari penuh.

Aditio Yudono, yang menjabat sebagai Penata Laksana Urusan Bantuan Logistik untuk NTT dari Lazismu Jatim, menyatakan harapannya agar bantuan tahap pertama ini dapat segera didistribusikan begitu tiba di Maumere. Menurutnya, bantuan logistik ini sangat dinanti-nantikan oleh para penyintas di berbagai titik kabupaten yang terdampak bencana.

Aditio Yudono menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proses pengiriman. “Alhamdulillah bantuan logistik Lazismu Jatim, yang merupakan donasi dari para donatur dan dermawan telah tiba di Maumere, salah satu kota Pelabuhan di pulau Flores, NTT. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AL, khususnya Kodaeral V Surabaya yang telah memfasilitasi Lazismu Jatim dalam pengiriman bantuan untuk penyintas gempa bumi ke NTT,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa bantuan tersebut sangat dinantikan oleh para penyintas atau warga yang terdampak bencana di Flores. Beberapa titik pos pelayanan yang ditangani oleh MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jatim berada di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Dari Pelabuhan Maumere, barang-barang bantuan ini kemudian diangkut menggunakan armada truk sewaan menuju Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, dan Nagekeo.

Aditio turut menjelaskan strategi pengadaan logistik. “Sebenarnya untuk bantuan logistic utama seperti bahan makanan, sembako, dan lainnya dibeli oleh para relawan MDMC di Flores NTT, khususnya di kota Labuhan Badjo dan beberapa kota kabupaten lainnya. Disamping itu ada yang dibawa oleh para relawan seperti terpal dan obat-obatan ketika mereka berangkat ke Flores dua pekan yang lalu,” jelasnya.

Proses pengiriman bantuan dari Surabaya menuju Flores NTT tidak dapat berjalan dengan cepat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Aditio. “Perjalanan pengiriman bantuan dari Surabaya menuju ke Flores NTT tidak bisa berjalan dengan cepat. KRI Teluk Parigi harus berlayar ke Tanjung Priok terlebih dahulu untuk mengambil bantuan barang lainnya dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kecepatan kapal pun hanya sekitar 18 knot atau 35 km per jam. Itu belum termasuk kendala cuaca di laut. Sehingga kapal tiba di Maumere NTT memakan waktu perjalanan sekitar 10 hari,” tambahnya, menggambarkan tantangan logistik yang dihadapi.

Sementara itu, Aris Nurhadi, salah satu relawan MDMC Jatim yang bertugas langsung di Flores NTT, mengakui bahwa faktor transportasi bagi relawan dan distribusi bantuan menjadi aspek krusial yang memerlukan perhatian serius di masa mendatang.

Dari Posyan Riung, Aris Nurhadi memaparkan kesulitan yang dialami di lapangan. “Kami, relawan Muhammadiyah Jatim di lapangan menghadapi kondisi kesulitan perihal transportasi di NTT. Hal itu diluar ekspektasi kami, dimana ketersediaan BBM terutama solar begitu langka dan sulit didapat. Ketika BBM tersedia di SPBU maka antrian kendaraan pun sangat panjang dan mengular. Harganya pun tergolong tinggi jika dibandingkan dengan di Jawa dan Sumatera,” kata Aris Nurhadi.

Meskipun demikian, Aris menyatakan bahwa semangat tim relawan kembali meningkat ketika bantuan logistik tiba. Bantuan ini sangat dibutuhkan, terutama oleh para penyintas di pos pelayanan dampingan MDMC Jatim di Riung dan Pota, yang merupakan daerah pelosok di Flores. Dengan kedatangan ini, bantuan dapat segera didistribusikan oleh para relawan di lapangan.

Aris, yang merupakan relawan lapangan senior MDMC Jatim, menambahkan strateginya untuk efisiensi. “Selanjutnya pengadaan kebutuhan bahan pokok pangan untuk Dapur Umum bisa dibeli dan diperoleh di Flores agar tidak menambah biaya. Kondisi harga-harga barang saat ini sudah mulai normal kembali, walaupun sempat melambung tinggi ketika awal-awal terjadi gempa bumi,” ujarnya.

Aditio Yudono juga menginformasikan mengenai pengiriman bantuan tahap kedua dalam masa tanggap darurat. Bantuan ini dikirimkan melalui kolaborasi dengan anggota Forum Organisasi Zakat (FOZ) se-Jatim. Pengiriman bantuan serentak oleh anggota FOZ Jatim, yang melibatkan 2 kontainer, dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, siang di depo CLC Meratus Line Tanjung Perak Surabaya. Sebelumnya, pada Jumat pagi, telah diadakan seremoni pelepasan di kantor Kementerian Agama Jawa Timur di Jl. Raya Juanda Sidoarjo.

Hingga Jumat, 4 September 2026, donasi yang berhasil dihimpun oleh Lazismu se-Jatim telah mencapai 2,6 miliar rupiah. Dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk respons tanggap darurat, tetapi juga untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi pasca masa tanggap darurat dicabut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donator, muzaki dan dermawan yang telah mengamanahkan donasi Ziskanya melalui Lazismu se-Jatim. Donasi akan disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi atau penyintas di Flores NTT pada masa tanggap darurat, masa rehabilitasi dan masa rekonstruksi dengan berbagai program,” ungkap Aditio, menegaskan komitmen Lazismu dalam mendukung pemulihan di Flores.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Arus Perubahan Menderu: Generasi Indonesia Bertutur Mencari Kompas di Tengah Tantangan Teknologi, Korupsi, dan Jati Diri

5 September 2026 - 15:18 WIB

Ketika Harapan Berbentur Kenyataan Pahit: Jejak Pencurian Motor di Klinik Probolinggo yang Terekam CCTV

5 September 2026 - 15:17 WIB

SLB Muhammadiyah Padangan Tanamkan Nilai Peduli Sosial Lewat Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

5 September 2026 - 15:16 WIB

Surabaya Urban Farming 2026: Komitmen DKPP Gerakkan 1.361 RW Wujudkan Ketahanan Pangan

5 September 2026 - 15:16 WIB

Di Bawah Terik Ngawi: Edukasi dan Pengawasan Hutan, Kunci Mencegah Karhutla di Musim Kemarau

5 September 2026 - 12:39 WIB

Trending di Pendidikan