Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Strategi Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan Era Prabowo

badge-check

Strategi Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan Era Prabowo Perbesar

KlikMojok – Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan capaian serta program prioritas bidang pendidikan dalam acara “2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat” di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen secara tegas menempatkan empat pilar utama sebagai fondasi penguatan mutu pendidikan. Keempat dasar tersebut mencakup pembenahan sarana sekolah, peningkatan kualitas guru dan proses pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta penyederhanaan tata kelola birokrasi. Mu’ti merinci bahwa pilar-pilar ini meliputi infrastruktur fisik, infrastruktur pedagogis, infrastruktur budaya, dan infrastruktur manajerial. Di sela-sela acara penting itu, Mu’ti juga menerima penghargaan berupa Piala Adripraya dari Garuda TV atas dedikasinya.

Memasuki pilar pertama, yaitu infrastruktur fisik (physical infrastructure), Kemendikdasmen mengimplementasikan dua program prioritas yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Melalui rilis resminya, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para murid, sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Abdul Mu’ti menegaskan, “Sampai saat saya berpidato ini, sudah lebih dari 59 ribu satuan pendidikan yang kita revitalisasi di tahun 2025 dan 2026. Selain itu, sudah lebih dari 300 ribu Interactive Flat Panel (IFP) yang kita distribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.”

Pilar kedua, infrastruktur pedagogis, menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas guru dan efektivitas pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik, Kemendikdasmen menawarkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru-guru yang belum memiliki kualifikasi diploma empat atau sarjana. Program ini dilengkapi dengan beasiswa sebesar Rp3 juta per guru untuk mendukung kelanjutan pendidikan mereka. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Mu’ti, sebanyak 12.500 guru telah berhasil menyelesaikan program RPL pada tahun pertama pelaksanaannya. Untuk tahun kedua, Kemendikdasmen telah menyiapkan gelombang kedua program RPL yang ditargetkan untuk lebih dari 50 ribu guru.

Selain kualifikasi, peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus utama melalui penyelenggaraan lima jenis pelatihan. Pelatihan-pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta bahasa Inggris. Mendikdasmen menjelaskan, “Semua pelatihan ini kami biayai dengan dana APBN, dan sebagian pelatihan juga dapat diselenggarakan dengan dukungan dari bantuan operasional sekolah yang dapat digunakan untuk kepentingan pelatihan ini.”

Tidak hanya berfokus pada kualifikasi dan kompetensi, Kemendikdasmen turut memperhatikan peningkatan kesejahteraan para guru. Tunjangan yang diberikan kepada guru non-ASN telah mengalami kenaikan signifikan, dari semula Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara itu, insentif bulanan bagi guru yang belum memegang sertifikat pendidik juga ditingkatkan, dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Dalam rilis resmi kementerian, disebutkan bahwa penyaluran tunjangan dan insentif ini dilakukan secara langsung kepada para guru.

Pilar ketiga, infrastruktur budaya, bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter pada diri murid. Implementasi dari pilar ini diwujudkan melalui kebijakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, program “Pagi Ceria”, serta pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Abdul Mu’ti menyatakan, “Salah satu kebijakan kami adalah menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib, kemudian memberikan kesempatan bagi para murid untuk mengembangkan bakat dan minatnya melalui sebanyak mungkin kegiatan ekstrakurikuler.”

Selanjutnya, pilar keempat, infrastruktur manajerial, berfokus pada upaya membangun tata kelola birokrasi yang lebih efisien dan sederhana. Mu’ti juga menyoroti pentingnya pengurangan beban pelaporan administratif yang sering kali memberatkan guru. Ia menjelaskan, “Kami juga berusaha untuk membangun birokrasi yang tidak birokratis sebagaimana diharapkan Bapak Presiden. Kami juga berusaha agar guru tidak banyak terlibat dalam pelaporan yang administratif, tetapi mereka dapat memberikan laporan cukup satu tahun sekali.”

Untuk terus mendukung peningkatan mutu pembelajaran, Kemendikdasmen telah menerapkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini sudah berjalan memasuki tahun kedua. Ke depannya, Kemendikdasmen juga merencanakan kebijakan baru terkait kenaikan kelas, di mana tidak semua murid akan secara otomatis naik kelas. Selain itu, kementerian juga tengah mempersiapkan sistem penjurusan bagi murid yang akan dimulai sejak kelas XI pada jenjang pendidikan menengah atas.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh langkah dan program yang telah dijalankan merupakan bagian integral dari pelaksanaan Asta Cita keempat serta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia turut menyampaikan komitmen kuat Kemendikdasmen untuk mengakselerasi peningkatan mutu layanan pendidikan pasca-dua tahun pertama pemerintahan ini. Mu’ti berujar, “Inilah yang coba kami lakukan pada dua tahun pertama sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dari Asta Cita keempat dan mengikuti arahan Bapak Presiden sehingga secara bertahap. Setelah tahun kedua ini, kami akan terus melakukan akselerasi peningkatan mutu pendidikan dengan berbagai layanan yang semakin dirasakan oleh masyarakat, memberikan layanan pendidikan yang accessible, flexible, dan affordable.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Puntung Rokok Menjadi Bencana: Kisah Kelalaian Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Supit Urang Malang

29 Okt 2026 - 15:18 WIB

Dari Puntung Rokok Menjadi Bencana: Kisah Kelalaian Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Supit Urang Malang

Ketika Pompa Diesel Sawah Menjelma Penyelamat: Kisah Gotong Royong Warga Jombang Jinakkan Api Truk Terbakar

29 Okt 2026 - 15:17 WIB

Ketika Pompa Diesel Sawah Menjelma Penyelamat: Kisah Gotong Royong Warga Jombang Jinakkan Api Truk Terbakar

Goyang Nasi Padang: Cara Asyik SD Mumtas Bentuk Karakter Pandu di Lereng Welirang

29 Okt 2026 - 15:17 WIB

Goyang Nasi Padang: Cara Asyik SD Mumtas Bentuk Karakter Pandu di Lereng Welirang

Ketika Api Tak Lagi Sekadar Tugas Sampingan: Pasuruan Lahirkan Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri

29 Okt 2026 - 12:38 WIB

Ketika Api Tak Lagi Sekadar Tugas Sampingan: Pasuruan Lahirkan Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri

Di Balik Beton dan Aspal: Memahami Pelik Pengadaan Tanah Flyover Gedangan Sidoarjo

29 Okt 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Beton dan Aspal: Memahami Pelik Pengadaan Tanah Flyover Gedangan Sidoarjo
Trending di Pendidikan