Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Goyang Nasi Padang: Cara Asyik SD Mumtas Bentuk Karakter Pandu di Lereng Welirang

badge-check

Goyang Nasi Padang: Cara Asyik SD Mumtas Bentuk Karakter Pandu di Lereng Welirang Perbesar

KlikMojok – Siapa bilang bangun pagi di perkemahan itu terasa berat? Bagi siswa kelas V dan VI SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), pagi hari justru menjadi momen yang paling dinantikan. Terutama, ketika alunan musik mulai berdentum dan instruktur dengan semangat mengajak mereka untuk bergoyang. Rasa kantuk pun langsung sirna, berganti dengan keceriaan di kawasan Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto, pada Selasa (27/10/2026).

Perkemahan Hizbul Wathan (HW) Mumtas yang berlangsung dari tanggal 26 hingga 27 Oktober 2026 ini disambut hangat oleh alam. Kicauan burung yang merdu berpadu dengan sejuknya udara pegunungan. Sementara itu, mentari pagi perlahan menyapa dari balik rimbunnya pepohonan, seolah ikut menyemangati para peserta.

Sebelum memulai aktivitas fisik, para peserta telah menyimak siraman rohani yang disampaikan oleh Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam. Hati mereka telah menerima nasihat-nasihat kebaikan, dan kini tiba giliran tubuh untuk mendapatkan nutrisi melalui sesi olahraga pagi. Dengan mengenakan seragam olahraga berwarna merah-biru, anak-anak berbaris rapi dan penuh semangat, siap mengikuti senam kesegaran jasmani yang dipandu oleh para pembina HW.

Pemandangan wajah-wajah ceria mereka begitu menyegarkan. Tidak ada suasana yang kaku; sebaliknya, tawa riang, gerakan yang kompak, dan semangat yang membara memenuhi seluruh area perkemahan di pagi hari. Gerakan senam Goyang Nasi Padang yang dilakukan oleh anak-anak Hizbul Wathan SD Mumtas tersebut berhasil menjadikan suasana perkemahan di area Terjun Dlundung, di kawasan lereng gunung Welirang, menjadi hangat dan penuh keceriaan.

Namun, puncak keseruan baru benar-benar terasa ketika irama Goyang Nasi Padang mulai mengalun. Musik yang sudah akrab di telinga itu seketika mengubah suasana menjadi arena joget massal. Tangan bergerak luwes ke kanan dan kiri, kaki melangkah mengikuti irama, sementara senyum lebar merekah di mana-mana. Beberapa peserta tampak bergerak dengan sangat luwes, layaknya penari profesional. Ada pula yang terlihat serius mengikuti setiap gerakan instruktur, meskipun sesekali gerakannya sedikit berbeda dari teman di sebelahnya. Namun, hal itu tidak menjadi masalah, karena ini adalah senam bersama, bukan ajang audisi pencarian bakat.

Keceriaan pagi itu semakin bertambah dengan senam Kewer-Kewer, Goyang Dumang, dan Gemu Famire yang ikut memeriahkan suasana. Tawa pecah mengiringi setiap irama, dan dari barisan depan hingga belakang, semua peserta larut dalam kegembiraan.

Di balik seluruh keceriaan tersebut, M. Khoirul Anam menyampaikan bahwa senam pagi mengajarkan banyak hal berharga. Ia menerangkan, “Anak-anak belajar menjaga kesehatan, mengikuti arahan, membangun kekompakan, dan menghargai kebersamaan. Semua nilai tersebut sangat penting dalam kehidupan seorang Pandu Hizbul Wathan.”

Ia menambahkan bahwa perkemahan bukan sekadar kegiatan tidur di alam terbuka atau berkegiatan jauh dari ruang kelas. Menurutnya, di sinilah karakter para siswa tumbuh, persaudaraan menguat, dan kemandirian terlatih dengan baik. Pagi itu, SD Mumtas berhasil membuktikan bahwa proses belajar dapat berlangsung dengan cara yang sangat menyenangkan. Siraman rohani menyejukkan hati, senam Goyang Nasi Padang menyegarkan tubuh, dan tawa bersama mempererat tali persahabatan di antara para Pandu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Puntung Rokok Menjadi Bencana: Kisah Kelalaian Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Supit Urang Malang

29 Okt 2026 - 15:18 WIB

Dari Puntung Rokok Menjadi Bencana: Kisah Kelalaian Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Supit Urang Malang

Ketika Pompa Diesel Sawah Menjelma Penyelamat: Kisah Gotong Royong Warga Jombang Jinakkan Api Truk Terbakar

29 Okt 2026 - 15:17 WIB

Ketika Pompa Diesel Sawah Menjelma Penyelamat: Kisah Gotong Royong Warga Jombang Jinakkan Api Truk Terbakar

Strategi Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan Era Prabowo

29 Okt 2026 - 15:16 WIB

Strategi Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan Era Prabowo

Ketika Api Tak Lagi Sekadar Tugas Sampingan: Pasuruan Lahirkan Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri

29 Okt 2026 - 12:38 WIB

Ketika Api Tak Lagi Sekadar Tugas Sampingan: Pasuruan Lahirkan Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri

Di Balik Beton dan Aspal: Memahami Pelik Pengadaan Tanah Flyover Gedangan Sidoarjo

29 Okt 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Beton dan Aspal: Memahami Pelik Pengadaan Tanah Flyover Gedangan Sidoarjo
Trending di Pendidikan