KlikMojok – Pada Rabu, 19 Agustus 2026, semangat kebersamaan dan disiplin tinggi terpancar jelas di sepanjang jalan protokol Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Momen tersebut terjadi saat kontingen MTs Muhammadiyah 25 (MTs Mutif) Brondong berhasil memborong tiga gelar juara dalam Lomba Gerak Jalan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI Tingkat Kelurahan Brondong.
Ratusan pasang mata, mulai dari warga setempat hingga para wali murid, memadati pinggir jalan untuk menyaksikan secara langsung aksi memukau dari kontingen MTs Mutif Brondong. Antusiasme yang luar biasa ini menjadi saksi bisu perjuangan para siswa dalam ajang bergengsi tersebut.

Tepat pukul 12.30 WIB, bendera start dikibarkan di hadapan Kantor Kecamatan Brondong yang menjadi Pos 1. Sejak saat itu, penampilan empat peleton dari MTs Mutif segera mencuri perhatian publik dan tim juri yang bertugas menilai.
Para peserta menampilkan identitas kebanggaan sekolah mereka dengan mengenakan seragam khas MTs Mutif. Seragam tersebut terdiri dari kemeja motif kotak-kotak yang dipadukan dengan selempang elegan bernuansa maroon, serta kaus olahraga berwarna kuning-hitam yang memancarkan energi. Setiap regu, yang masing-masing beranggotakan 17 siswa, merupakan perpaduan solid dari siswa kelas 7, 8, dan 9.
Rute perlombaan gerak jalan ini melintasi berbagai titik krusial di Kelurahan Brondong. Dimulai dari SPBU Pertamina (Pos 2), berlanjut ke Pertigaan PPN Brondong (Pos 3), Pertigaan Trunojoyo (Pos 4), dan Pertamintul (Pos 5).
Selanjutnya, para peserta melewati Masjid Manarul (Pos 6), Pertigaan Perguruan (Pos 7), Tumini (Pos 8), SDN Brondong 4 (Pos 9), hingga berakhir di Utara Stadion Tambak Wiyono (Pos 10). Setiap pos menjadi panggung penting bagi para siswa untuk membuktikan kedisiplinan dan kekompakan mereka.
Meskipun cuaca pesisir Brondong siang itu sangat terik, tidak sedikit pun mengurangi semangat para siswa. Pancaran senyum, ketegapan barisan, dan kedisiplinan mereka tetap terjaga sepanjang rute.
Antusiasme warga dan penonton pecah di berbagai sudut jalan, menciptakan suasana meriah. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut dengan merekam video dan mengambil foto menggunakan telepon genggam, terutama saat setiap peleton MTs Mutif memperagakan variasi formasi dan yel-yel khas mereka di depan pos juri.
Seluruh kerja keras dan dedikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil yang manis. Berdasarkan rilis resmi rekapitulasi nilai dari tim juri, MTs Mutif berhasil menyapu bersih piala kejuaraan di kategori SMP/SMK/Sederajat.
Pencapaian luar biasa ini tentu saja tidak datang secara instan. Sejak awal Agustus, para siswa telah rutin menjalani latihan intensif setiap pagi di halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong.
Di bawah tempaan sinar matahari pagi, mereka tidak hanya menggembleng fisik, tetapi juga memantapkan ketepatan tempo ketukan langkah, serta menyatukan chemistry dan kekompakan 17 individu dalam satu komando regu yang solid.
Proses latihan yang panjang dan mendalam ini dikawal secara langsung oleh tim pelatih dan pendamping yang berdedikasi. Mereka adalah Slamet Mulyono, S.Ak., M. Farrel Mahardika, Sri Damiati, S.Ag., Aldila Muhammad Zamir, S.Pd., dan Amanda El Rahma Zabrina, S.Pd.
Menariknya, pengawalan serta pendampingan di lapangan kali ini semakin solid berkat kontribusi dari lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari STIT Muhammadiyah Paciran.
Para mahasiswa KKN ini, bersama dengan jajaran guru MTs Mutif, bahu-membahu bersiaga di berbagai titik. Mereka mengawal mulai dari garis start, menyusuri sepanjang rute, hingga menyebar di pos-pos strategis menjelang garis finish untuk membagikan air minum dan memantau kondisi fisik para siswa.
Muhammad Robby Habli, salah satu Komandan Peleton (Danton) dengan nomor dada 039, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan dan pencapaian timnya.
“Rasa lelah selama latihan intensif setiap pagi sejak awal Agustus rasanya langsung terbayar tuntas hari ini,” ujar Robby. Ia menambahkan, “Saat melintas di rute dan mendengar teriakan warga, guru-guru, serta kakak-kakak KKN yang mengawal kami, semangat peleton langsung membakar.”
Robby mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya selalu berusaha untuk tetap fokus menjaga irama langkah serta kekompakan formasi, semua demi membawa nama baik MTs Mutif di ajang perlombaan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Robby mewakili rekan-rekannya sesama Danton, yaitu Raffael Putra Kinan (nomor dada 037), Kayana Tsuraya Dwiyan Syah (nomor dada 038), dan Mahira Hasna Kamila (nomor dada 040).
Apresiasi yang tinggi atas keberhasilan ini juga datang dari perwakilan tim pelatih dan pendamping, Slamet Mulyono, S.Ak.
“Kami sangat bangga melihat konsistensi anak-anak,” tuturnya. Slamet melanjutkan, “Sejak latihan awal Agustus, mereka melatih kedisiplinan, fisik, hingga kerapian variasi formasi dengan sangat sungguh-sungguh.”
Menurut Slamet, sinergi yang terjalin erat antara guru, pelatih, dan mahasiswa KKNT terbukti secara efektif memberikan suntikan energi positif bagi para siswa, yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada raihan juara.
Sepanjang rute perlombaan, riuh tepuk tangan dan sorakan dukungan dari warga serta wali murid seolah tak terputus. Dhurrotul Yatimahi, orang tua dari Syifa Alfiana Arifa, adalah salah satu wali murid yang mengaku sangat bangga melihat penampilan kontingen madrasah tersebut.
“Barisannya sangat bagus, rapi, dan variasi formasinya menarik sekali,” puji Dhurrotul. Ia menambahkan, “Kami para orang tua murid yang menonton di pinggir jalan sangat bangga dan kompak mendukung. Dari performa tadi, MTs Mutif memang sangat layak dan pantas meraih juara.”
Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi piala, tetapi juga semakin memperkuat reputasi MTs Mutif sebagai lembaga pendidikan yang dikenal aktif, disiplin, dan langganan mengukir prestasi di berbagai tingkatan, mulai dari kelurahan, kecamatan, kabupaten, hingga nasional.
Kepala MTs Muhammadiyah 25 Brondong, Suaidi, M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas torehan prestasi yang sangat membanggakan ini.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas prestasi yang diraih oleh peleton putra dan putri MTs Mutif,” ungkap Suaidi. Ia menegaskan, “Pencapaian ini bukan sekadar tentang piala atau skor kemenangan, tetapi tentang pembentukan karakter disiplin, jiwa patriotisme, dan kebersamaan para siswa.”
Suaidi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelatih, seluruh bapak dan ibu guru, serta mahasiswa KKNT STIT Muhammadiyah Paciran yang telah memberikan pengawalan luar biasa.
“Tak lupa juga kepada seluruh wali murid atas doa dan dukungannya,” tutur Suaidi penuh harap. “Semoga prestasi ini terus memotivasi MTs Mutif untuk selalu unggul dan berkarya,” tambahnya.
Penyerahan piala dan hadiah kejuaraan secara resmi direncanakan akan dilangsungkan pada Malam Resepsi Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kelurahan Brondong, yang dijadwalkan pada Selasa, 1 September 2026 mendatang.
Setelah piala resmi diterima, pihak madrasah berencana untuk menggelar apel khusus di halaman sekolah. Apel ini akan menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyerahan piala secara simbolis di hadapan seluruh siswa, dewan guru, dan civitas akademika MTs Mutif.













