KlikMojok – Lazismu Kota Medan, Sumatera Utara, melakukan kunjungan penting ke Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (4/9/2026). Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan bertukar pengalaman dalam pengelolaan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan Lazismu Kota Medan ke berbagai Lazismu di Pulau Jawa, sebagai persiapan menjelang Muktamar Muhammadiyah.
Rombongan Lazismu Kota Medan memulai perjalanan mereka dari Medan pada Selasa (1/9/2026). Dalam agenda kunjungan, mereka juga menyambangi Lazismu Pusat di Jakarta, Lazismu Jawa Tengah, serta Lazismu Jawa Timur.

Setibanya di Sidoarjo, rombongan disambut hangat di Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Kunjungan ke lingkungan perguruan tinggi ini memberikan kesempatan bagi tim Medan untuk mengamati langsung bagaimana layanan Lazismu dikelola di dalam ekosistem akademik.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kantor Lazismu Sidoarjo untuk pertemuan yang lebih mendalam. Tim yang hadir dari Lazismu Kota Medan meliputi Prof. Dr. Sudirman, Lc., M.A. selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah; Moh. Idris Dalimunthe, S.E., M.Si., Anggota Dewan Pengawas Syariah; Muhammad Arifin Lubis, S.E., Sy., M.Si., Ketua; Muhammad Rifki, S.E., Sekretaris; serta Dr. Asmaul Husna, S.Ak., M.Ak., Wakil Sekretaris.
Dalam forum diskusi di Kantor Lazismu Sidoarjo, kedua belah pihak saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait strategi pengelolaan kegiatan serta pengembangan program-program inovatif. Lazismu Sidoarjo mempresentasikan beberapa program unggulan yang telah mereka jalankan dengan sukses.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah ‘Ambulance to School’. Inisiatif ini merupakan bentuk inovasi Lazismu Sidoarjo dalam memberikan edukasi kesehatan dan layanan medis langsung kepada para pelajar di sekolah. Program ini menunjukkan komitmen Lazismu dalam menjangkau generasi muda.
Selain itu, Lazismu Sidoarjo juga memaparkan program ‘Giswa’ atau Gerakan Infak Siswa. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lazismu dengan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF). Melalui ‘Giswa’, Lazismu bersama Majelis Dikdasmen dan PNF berupaya menumbuhkan semangat berinfak di kalangan siswa sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi sejak dini.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menyentuh aspek pertumbuhan Kantor Layanan Lazismu di wilayah Sidoarjo. Pengembangan kantor layanan ini diidentifikasi sebagai salah satu strategi kunci untuk memperluas jangkauan penghimpunan dana ZIS, sehingga layanan Lazismu dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Moh. Idris Dalimunthe mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan yang hangat dan banyaknya wawasan yang diperoleh dari Lazismu Jawa Timur dan Sidoarjo. “Kami dari Medan disambut dengan baik. Banyak masukan dan pengalaman yang kami dapat dari Lazismu Jawa Timur dan Sidoarjo,” ujarnya.
Menurut Idris, forum berbagi pengalaman antar Lazismu ini sangat berharga. Setiap daerah mendapatkan kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik yang telah dijalankan oleh Lazismu di daerah lain, baik dalam hal penghimpunan dana umat maupun pengembangan program yang berkelanjutan. “Ini menjadi pencerahan bagi kami. Kami bisa saling sharing tentang bagaimana menghimpun dana dan mengembangkan ekonomi umat dengan cara yang terbaik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program-program yang dimiliki Lazismu Sidoarjo sangat menginspirasi dan dapat menjadi referensi berharga untuk memperkuat pengelolaan Lazismu Kota Medan. Kunjungan ini dinilai tidak hanya sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan strategis terkait penguatan kelembagaan, optimalisasi strategi penghimpunan dana, pengembangan program yang berdampak, serta perluasan manfaat dana umat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Kota Medan dan Lazismu Sidoarjo menunjukkan semangat kolaborasi dan saling berbagi praktik baik. Hal ini diharapkan dapat mendorong setiap daerah untuk terus berinovasi dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat serta potensi unik di wilayah masing-masing.
Idris juga menekankan bahwa rangkaian kunjungan Lazismu Kota Medan ke berbagai Lazismu di Jawa ini semakin memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga. Lebih dari itu, silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di seluruh Indonesia.













