Menu

Mode Gelap
Dorong Transformasi Digital, Bank Jatim Sidoarjo Sukseskan Gebyar UMKM 2026 dengan Inovasi Transaksi QRIS Bupati Sidoarjo Desak Penataan Tiang Provider di Proyek Jalan Tambak Cemandi Kemarahan Juru Parkir Surabaya: Tuntutan 70 Persen Hasil Parkir dan Sistem Non-Tunai yang Menyesakkan Harmoni di Balik Antrean: Spirit Berbagi dan Doa Arwah di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Lebih dari Sekadar Bantuan, SD Mugres Tanamkan Empati Lewat Doa dan Galang Dana Gempa Flores Siswa Kelas 1 SD Muhida Antusias Praktik Profesi dan Asah Kemandirian di KidZania Surabaya

Pendidikan

Kemarahan Juru Parkir Surabaya: Tuntutan 70 Persen Hasil Parkir dan Sistem Non-Tunai yang Menyesakkan

badge-check


					Kemarahan Juru Parkir Surabaya: Tuntutan 70 Persen Hasil Parkir dan Sistem Non-Tunai yang Menyesakkan Perbesar

KlikMojok – Suasana di sekitar Balai Kota Surabaya pada Senin, 31 Agustus 2026, berubah riuh. Ribuan juru parkir yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) berkumpul, menggelar aksi unjuk rasa yang berujung pada pemblokiran akses Jalan Wali Kota Mustajab. Kawasan pusat pemerintahan kota yang biasanya tenang, mendadak dipadati massa yang menyuarakan tuntutan mereka.

Konsentrasi massa yang kemudian bergeser ke depan Taman Surya, area yang berdekatan dengan Balai Kota, memaksa aparat kepolisian mengambil tindakan. Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan untuk mencegah kemacetan yang lebih parah meluas di sekitar pusat pemerintahan. Kendaraan dari arah Jalan Yos Sudarso dialihkan menuju Jalan Ketabang Kali, sementara dari sisi barat Jalan Wali Kota Mustajab diarahkan ke Jalan Jaksa Agung Suprapto. Langkah ini diambil demi mengurai kepadatan lalu lintas yang mulai terasa.

Titik demonstrasi yang berpindah ini terjadi setelah perwakilan massa menyatakan kekecewaan mendalam. Mereka merasa belum ditemui secara langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ketidakpuasan ini memicu massa untuk memusatkan aksi di depan Taman Surya, sebuah lokasi yang strategis di kompleks Balai Kota.

Tuntutan utama para juru parkir terfokus pada dua hal krusial. Pertama, mereka mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk segera merealisasikan pembagian hasil pendapatan parkir sebesar 70 persen. Kedua, mereka menuntut penghapusan kewajiban pembayaran tunai dengan sistem target, terutama di tengah penerapan sistem parkir non-tunai yang mulai digalakkan. Bagi mereka, kedua poin ini menyangkut hajat hidup dan keadilan dalam pengelolaan parkir kota.

Situasi di lokasi demonstrasi sempat memanas, menunjukkan tingginya emosi para peserta. Sejumlah demonstran terpancing amarahnya, bahkan sampai naik ke area taman dan meluapkan kekesalan kepada petugas Satpol PP yang berjaga. Ketegangan nyaris memuncak menjadi kericuhan ketika seorang pemuda yang diduga bukan bagian dari massa aksi menjadi sasaran amukan. Beruntung, jajaran kepolisian dari Polsek Genteng sigap bertindak. Bersama sejumlah koordinator aksi, mereka melakukan pendekatan persuasif untuk meredam emosi massa dan mencegah terjadinya tindakan kekerasan fisik.

Upaya meredam ketegangan membuahkan hasil. Suasana demonstrasi berangsur kondusif. Massa yang sebelumnya bersitegang dengan petugas, perlahan duduk dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci yang diperdengarkan dari atas mobil komando. Aksi yang sempat diwarnai gesekan emosional itu akhirnya mereda, menyisakan harapan akan adanya dialog yang konstruktif antara juru parkir dan pemerintah kota.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harmoni di Balik Antrean: Spirit Berbagi dan Doa Arwah di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung

31 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Lebih dari Sekadar Bantuan, SD Mugres Tanamkan Empati Lewat Doa dan Galang Dana Gempa Flores

31 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Siswa Kelas 1 SD Muhida Antusias Praktik Profesi dan Asah Kemandirian di KidZania Surabaya

31 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Simpul Janji di Tambakberas: Kehadiran Prabowo dan Kartu Seumur Hidup di Muktamar NU ke-35

31 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Penghormatan Terakhir Kokam Cerme: Mengawal Pemakaman Ketua PCM Menganti Ustaz Nur Syamsi

31 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Trending di Pendidikan