KlikMojok – Di tengah geliat pembangunan infrastruktur yang terus berpacu, sebuah penanda penting bagi penegakan hukum dan pelayanan publik di Blitar Raya mulai menampakkan wujudnya. Proyek ambisius pembangunan kantor baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blitar senilai sekitar Rp47 miliar kini bergerak maju, melangkah dari sekadar rencana di atas kertas menuju realitas yang lebih konkret.
Setelah sukses melewati fase pembersihan lahan atau land clearing yang menandai awal perjalanannya, serta dimulainya pengerjaan pagar kawasan, proyek monumental ini kini memasuki tahapan krusial: tender atau lelang konstruksi gedung utama. Ini adalah momen penentu yang akan memilih kontraktor pelaksana untuk mewujudkan visi bangunan modern yang representatif.

Kepala Kejari Kabupaten Blitar, Lie Putra Setiawan, mengonfirmasi bahwa proses lelang masih berlangsung dengan cermat. Ia berharap, jika seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pengerjaan fisik gedung utama bisa segera dimulai pada awal bulan depan. “Sepengetahuan kami saat ini masih dalam proses lelang. Mudah-mudahan tahun ini sudah dimulai, sehingga tahun depan gedung baru sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Lie Putra Setiawan saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026), menunjukkan optimisme terhadap progres proyek.
Dengan target yang demikian, Kejari Kabupaten Blitar memiliki harapan besar agar kompleks kantor baru ini sudah dapat difungsikan penuh pada tahun 2027. Pembangunan gedung baru ini bukan sekadar tentang estetika, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk menyediakan fasilitas yang jauh lebih representatif, mendukung efektivitas pelaksanaan tugas kejaksaan, dan yang terpenting, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara keseluruhan. Ini adalah langkah maju dalam memastikan akses keadilan dan pemahaman hukum yang lebih baik bagi warga, sebuah bentuk edukasi publik tidak langsung melalui fasilitas yang memadai.
Konsep arsitektur kompleks Kejari Kabupaten Blitar dirancang minimal dua lantai. Pilihan desain bertingkat ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah solusi cerdas yang mempertimbangkan keterbatasan luas lahan di lokasi pembangunan. Dengan memaksimalkan ruang secara vertikal, pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara lebih efisien, memungkinkan penampungan sejumlah ruangan dan gedung operasional yang esensial untuk mendukung fungsi kejaksaan.
Mengenai durasi pengerjaan, Lie memperkirakan bahwa kontrak pekerjaan fisik umumnya akan berlangsung hingga akhir tahun anggaran berjalan. Namun, ia juga realistis terhadap dinamika proyek konstruksi. “Biasanya kontrak itu sampai akhir tahun. Kalaupun nanti mungkin ada penambahan waktu, tentunya ada mekanisme yang berlaku,” tambahnya, menegaskan komitmen untuk mematuhi prosedur yang ada jika ada kebutuhan penyesuaian waktu.
Kantor baru ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat kerja. Keberadaan kompleks gedung yang lebih modern dan representatif ini ditargetkan tidak hanya memperbaiki fasilitas kerja internal Kejari Kabupaten Blitar, tetapi juga secara signifikan mendukung efektivitas fungsi penegakan hukum dan, pada akhirnya, secara langsung meningkatkan kualitas pelayanan publik. Lokasi pembangunan yang strategis di sebelah selatan Pasar Satreyan, Kecamatan Kanigoro, yang berada di kawasan ibu kota Kabupaten Blitar, juga menjadi nilai tambah yang mempermudah akses masyarakat.
Proyek ini adalah cerminan komitmen pemerintah daerah dan penegak hukum untuk terus berbenah, menghadirkan fasilitas yang layak demi terciptanya sistem peradilan yang lebih efisien, transparan, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebuah pilar keadilan yang baru, siap berdiri tegak untuk Blitar yang lebih berkeadilan.













