KlikMojok – Di tengah semarak malam yang berbalut lantunan shalawat, ribuan warga memadati kawasan Ngoro, Mojokerto, menyatukan hati dalam acara ‘Ngoro Bersholawat’. Kehadiran mereka tak hanya untuk melafalkan puji-pujian, namun juga menyerap pesan mendalam dari Gus Barra, seorang tokoh yang dikenal kharismatik, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk “Jogo Bumi Mojopahit”. Seruan ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah refleksi atas tanggung jawab kolektif terhadap tanah yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur.
‘Jogo Bumi Mojopahit’ adalah sebuah frasa yang mengandung makna berlapis. Ia bukan hanya tentang menjaga kelestarian fisik lingkungan, namun juga merawat warisan budaya, spiritual, dan historis yang telah membentuk identitas masyarakat setempat. Bumi Majapahit, sebagaimana dikenal dalam sejarah, adalah cikal bakal peradaban besar di Nusantara, menyimpan jejak-jejak kejayaan masa lalu yang perlu dipahami dan dilestarikan oleh generasi kini. Gus Barra, dalam kesempatan tersebut, secara implisit menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai ini, agar kesadaran akan identitas dan tanggung jawab lokal dapat terus tumbuh dan mengakar.

Dalam konteks pendidikan, seruan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di bangku sekolah, tetapi juga melalui interaksi sosial, tradisi, dan ajakan dari tokoh panutan. Melalui kegiatan bersholawat, yang secara inheren mendorong persatuan dan ketenangan batin, pesan menjaga bumi Mojopahit menjadi lebih mudah meresap ke dalam sanubari warga. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang holistik, mengajarkan rasa memiliki, kepedulian, dan aksi nyata untuk lingkungan serta budaya.
Partisipasi ribuan warga yang memadati acara ini menunjukkan adanya resonansi kuat terhadap pesan yang disampaikan. Mereka datang bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai bagian integral dari sebuah gerakan spiritual dan sosial. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam lantunan sholawat menjadi fondasi kuat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam melindungi dan melestarikan warisan alam dan budaya yang tak ternilai harganya. Harapannya, gaung dari ‘Ngoro Bersholawat’ ini akan terus bergema, menginspirasi lebih banyak orang untuk mengambil peran aktif dalam menjaga Bumi Mojopahit, demi masa depan yang harmonis dan berkelanjutan.













