Menu

Mode Gelap
Prabowo ‘Gebrak’ Riau: Perintahkan Tuntas Hotspot Sebelum Jadi Api, Siapkan Sumur Bor! Prof Zudan Lantik Dewan Hakim MTQ VIII KORPRI 2026, Tekankan Nilai Al-Qur’an Wajib Masuk Birokrasi! Mengukir Harmoni di Ngoro: Seruan Gus Barra Menjaga Warisan Bumi Mojopahit Gema Berkah dari Koin yang Tertebar: Rombekan, Tradisi Maulid Nabi yang Eratkan Warga Mojokerto Mata Ketiga di Ruang Publik: Dilema Kacamata Pintar Meta Ray-Ban dan Bayang-Bayang Privasi SMP Al-Ikhlas Lumajang Tanamkan Kepedulian Sosial Melalui Donasi Gempa NTT ke Lazismu

Pendidikan

Mengukir Harmoni di Ngoro: Seruan Gus Barra Menjaga Warisan Bumi Mojopahit

badge-check


					Mengukir Harmoni di Ngoro: Seruan Gus Barra Menjaga Warisan Bumi Mojopahit Perbesar

KlikMojok – Di tengah semarak malam yang berbalut lantunan shalawat, ribuan warga memadati kawasan Ngoro, Mojokerto, menyatukan hati dalam acara ‘Ngoro Bersholawat’. Kehadiran mereka tak hanya untuk melafalkan puji-pujian, namun juga menyerap pesan mendalam dari Gus Barra, seorang tokoh yang dikenal kharismatik, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk “Jogo Bumi Mojopahit”. Seruan ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah refleksi atas tanggung jawab kolektif terhadap tanah yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur.

‘Jogo Bumi Mojopahit’ adalah sebuah frasa yang mengandung makna berlapis. Ia bukan hanya tentang menjaga kelestarian fisik lingkungan, namun juga merawat warisan budaya, spiritual, dan historis yang telah membentuk identitas masyarakat setempat. Bumi Majapahit, sebagaimana dikenal dalam sejarah, adalah cikal bakal peradaban besar di Nusantara, menyimpan jejak-jejak kejayaan masa lalu yang perlu dipahami dan dilestarikan oleh generasi kini. Gus Barra, dalam kesempatan tersebut, secara implisit menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai ini, agar kesadaran akan identitas dan tanggung jawab lokal dapat terus tumbuh dan mengakar.

Dalam konteks pendidikan, seruan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di bangku sekolah, tetapi juga melalui interaksi sosial, tradisi, dan ajakan dari tokoh panutan. Melalui kegiatan bersholawat, yang secara inheren mendorong persatuan dan ketenangan batin, pesan menjaga bumi Mojopahit menjadi lebih mudah meresap ke dalam sanubari warga. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang holistik, mengajarkan rasa memiliki, kepedulian, dan aksi nyata untuk lingkungan serta budaya.

Partisipasi ribuan warga yang memadati acara ini menunjukkan adanya resonansi kuat terhadap pesan yang disampaikan. Mereka datang bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai bagian integral dari sebuah gerakan spiritual dan sosial. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam lantunan sholawat menjadi fondasi kuat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam melindungi dan melestarikan warisan alam dan budaya yang tak ternilai harganya. Harapannya, gaung dari ‘Ngoro Bersholawat’ ini akan terus bergema, menginspirasi lebih banyak orang untuk mengambil peran aktif dalam menjaga Bumi Mojopahit, demi masa depan yang harmonis dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gema Berkah dari Koin yang Tertebar: Rombekan, Tradisi Maulid Nabi yang Eratkan Warga Mojokerto

25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

SMP Al-Ikhlas Lumajang Tanamkan Kepedulian Sosial Melalui Donasi Gempa NTT ke Lazismu

25 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Revitalisasi Sekolah Terdampak Gempa Flores NTT Diprioritaskan 2026, Kemendikdasmen Siapkan Bantuan Komprehensif

25 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Bukan Sekadar Bersholawat, Cara SDIT Permata Surabaya Tanamkan Akhlak Rasul

25 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Dari Kampung Madu, Kediri, ke Panggung Hak Cipta Nasional: Resonansi Karya Menggema Suara Musisi Orisinal

25 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Trending di Pendidikan