Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Percikan Tak Terlihat Menjelma Bara: Tragedi Korsleting Listrik di Gresik dan Pentingnya Kewaspadaan

badge-check

Ketika Percikan Tak Terlihat Menjelma Bara: Tragedi Korsleting Listrik di Gresik dan Pentingnya Kewaspadaan Perbesar

KlikMojok – Udara siang di Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada Selasa (25/8/2026) mendadak pekat oleh asap dan diwarnai kobaran api yang melahap sebuah rumah. Kediaman milik Jailan (57) di RT 01 RW 10 itu sontak menjadi pusat perhatian, ketika api yang awalnya tak terlihat, kini membesar, menghanguskan seisi rumah dan bagian-bagian bangunannya.

Insiden kebakaran rumah di Gresik ini, berdasarkan keterangan pemilik dan warga sekitar, diduga kuat berawal dari `korsleting listrik` pada instalasi yang terpasang. Sebuah percikan kecil atau panas berlebih dari gangguan arus listrik, yang seringkali tak kasat mata, bisa menjadi pemicu malapetaka. Dalam sekejap, percikan itu menyambar material yang mudah terbakar, mengubah ketenangan menjadi kepanikan. Bahan bangunan rumah yang didominasi kayu, terutama bagian atap, disinyalir menjadi faktor yang mempercepat rambatan api, menjadikannya kian sulit dikendalikan.

Kisah ini bukan hanya tentang sebuah rumah yang terbakar, melainkan juga tentang pentingnya edukasi dan kewaspadaan terhadap bahaya laten kelistrikan di rumah tangga. Seringkali, instalasi listrik yang sudah usang, kabel terkelupas, atau beban listrik berlebihan diabaikan, padahal potensi `korsleting listrik` adalah ancaman nyata yang mengintai setiap saat. Tragedi seperti yang menimpa keluarga Jailan menjadi pengingat betapa krusialnya pemeriksaan rutin dan pemeliharaan instalasi listrik yang aman.

Melihat kobaran api yang kian mengganas dan ancaman merambat ke permukiman lain, seorang perangkat desa yang berada di lokasi segera bertindak cepat menghubungi layanan darurat 112. Laporan itu kemudian diteruskan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Dukun Gresik. “Warga khawatir api merembet ke rumah lain. Tanpa berpikir banyak kami langsung menghubungi petugas damkar pos Dukun,” ujar Shofi, salah satu warga, menggambarkan kepanikan dan respons cepat komunitas.

Tak lama berselang, petugas Damkar Pos Dukun segera meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK). Setibanya di lokasi, tanpa menunda waktu, mereka langsung berjibaku melakukan pemadaman. Prioritas utama tidak hanya memadamkan api yang melalap habis rumah Jailan, tetapi juga memastikan kobaran api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya. Setelah api berhasil dikuasai, petugas juga tak lupa melakukan pengecekan menyeluruh dan pembasahan area untuk memastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang tersembunyi, yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Butuh waktu 1,5 jam memadamkan api yang menghanguskan bangunan rumah terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata petugas Damkar Gresik, Nurul Haqqi, menjelaskan perjuangan mereka. Untuk mempercepat proses penanganan, Damkar Gresik mengerahkan enam personel, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil suplai air. “Setelah kondisi dinyatakan aman, dan situasi di sekitar rumah kembali kondusif, personel yang bertugas meninggalkan lokasi dan kembali menuju Pos Dukun,” imbuh Nurul Haqqi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden naas ini, kebakaran tersebut menyebabkan bangunan rumah dan seluruh isinya mengalami kerusakan parah hingga hangus tak bersisa. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Dugaan awal penyebab kebakaran tetap mengerucut pada gangguan arus listrik atau `korsleting listrik`. Kejadian ini adalah cermin betapa vitalnya kesadaran akan keselamatan kelistrikan. Semoga, dari puing-puing rumah yang hangus di Gresik ini, tumbuh pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peduli pada instalasi listrik di rumah, demi mencegah tragedi serupa di masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Layar Berita: Taruhan Nyawa dan Masa Depan Keluarga Jurnalis

13 Sep 2026 - 09:42 WIB

Di Balik Layar Berita: Taruhan Nyawa dan Masa Depan Keluarga Jurnalis

Jejak Api di Petak Pinus Bondowoso: Pelajaran dari Sembilan Jam Perjuangan Melawan Kobaran

13 Sep 2026 - 09:42 WIB

Jejak Api di Petak Pinus Bondowoso: Pelajaran dari Sembilan Jam Perjuangan Melawan Kobaran

Lebih dari Sekadar Sambutan: ‘Welcome Leaders’ Sekolah Kreatif Baratajaya Ajarkan Kepemimpinan Sejak Dini

12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Lebih dari Sekadar Sambutan: ‘Welcome Leaders’ Sekolah Kreatif Baratajaya Ajarkan Kepemimpinan Sejak Dini

Badai dan Pohon Tumbang: Pelajaran Kesiapsiagaan di Jalur Vital Surabaya-Sidoarjo

12 Sep 2026 - 18:45 WIB

Badai dan Pohon Tumbang: Pelajaran Kesiapsiagaan di Jalur Vital Surabaya-Sidoarjo

Kekeringan Menguji Pulau Sepudi: Polresta Sumenep Hadirkan Air Bersih, Menjaga Asa Kehidupan

12 Sep 2026 - 18:45 WIB

Kekeringan Menguji Pulau Sepudi: Polresta Sumenep Hadirkan Air Bersih, Menjaga Asa Kehidupan
Trending di Pendidikan