KlikMojok – Festival Film Santri (FFS) 2026 siap digelar dalam hitungan hari, menjadi ajang sinema pesantren tahunan yang mempertemukan sineas lokal dan internasional. Dengan mengusung tema ‘Qarib’ atau ‘Dekat’, perhelatan edisi kedua ini dijadwalkan berlangsung meriah di Balai Budaya Jawa Timur Kompleks Cak Durasim, Surabaya, pada tanggal 12 dan 13 November 2026 mendatang.
Pada edisi kedua penyelenggaraannya, FFS menghadirkan kompetisi untuk tiga kategori karya. Kategori tersebut meliputi Film Pendek Kategori Umum, Film Pendek Kategori Santri dan Pelajar, serta yang terbaru, Kategori Penulisan Kritik Film. Penambahan kategori kritik film ini secara resmi menjadi bagian dari festival tahun ini, menambah dimensi baru dalam apresiasi sinema pesantren.
Hingga batas akhir submisi pada 5 September 2026, panitia telah menerima total 195 judul film yang berhasil dikumpulkan oleh tim kurator. Angka partisipasi ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan gelaran FFS 2025 sebelumnya, yang kala itu hanya berhasil menghimpun 125 karya.
Secara lebih rinci, 195 film pendek yang terkumpul berasal dari berbagai sineas yang tersebar di 12 provinsi dan 45 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Keikutsertaan ini juga melibatkan partisipasi santri dari 90 pesantren. Tidak hanya dari dalam negeri, FFS 2026 juga berhasil menarik perhatian sineas mancanegara dengan menerima tiga karya film, yaitu satu film dari Mesir dan dua film dari Iran.
Proses penilaian untuk kategori film pendek, baik kategori umum maupun santri/pelajar, akan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka di dunia perfilman dan kebudayaan. Mereka adalah sutradara sekaligus akademisi Nurman Hakim, budayawan Inaya Wahid, serta sastrawan Sasti Gotama.
Direktur FFS 2026, Agus Samsuri, menyatakan pada Kamis (5/11/2026) bahwa, “Festival Film Santri 2026 merupakan fase lanjutan untuk memperkuat kualitas artistik, meningkatkan partisipasi pesantren, memperluas jaringan, dan membangun ekosistem sinema pesantren yang berkelanjutan.”
Selain kategori film, animo tinggi juga terlihat pada kategori penulisan kritik film. Tim juri telah menerima sebanyak 31 karya ulasan yang masuk. Para peserta dalam kategori penulisan kritik film ini berasal dari tujuh provinsi serta 16 kota/kabupaten di Indonesia, menunjukkan minat yang luas terhadap analisis sinema.
Penjurian untuk kategori penulisan kritik film dipercayakan kepada dua akademisi dan pengamat sinema yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Pemimpin Redaksi Cinema Poetica Adrian Pasaribu serta peneliti dan dosen UII Yogyakarta Zaki Habibi.
Direktur Program FFS 2026, Yogi Ishabib, menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi peserta. Menurutnya, hal ini sangat selaras dengan nilai dasar dari tema ‘Qarib’ yang diusung tahun ini. “Secara keseluruhan gelaran FFS tahun ini jauh lebih semarak dan sesuai dengan tema kami, Qarib, di mana kami berupaya semakin dekat dengan publik. Peserta film tersebar dari Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan, melibatkan lebih dari 70 pesantren, serta partisipasi internasional dari Iran dan Mesir,” beber Yogi.
Penyelenggaraan Festival Film Santri 2026 ini mendapatkan dukungan pendanaan resmi dari Dana Danaantara/Dana Indonesiana. Selain itu, festival ini juga menjalin kemitraan sponsorship dengan Air Mineral Santri dan tokoBasmalah, yang turut berkontribusi dalam kesuksesan acara tersebut.












