KlikMojok – Pada hari Rabu, 4 November 2026, sebanyak 60 siswa kelas IV dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (Mumtaz) berkumpul di aula lantai enam sekolah. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan memperkenalkan organisasi IPM Kids kepada mereka.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa berkesempatan untuk berkenalan langsung dengan IPM Kids SD Mumtaz, sebuah wadah inovatif yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pembelajaran kepemimpinan sejak usia dini.
Bidang kesiswaan sekolah secara khusus menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ini, yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 09.20 WIB. Acara ini merupakan salah satu agenda penting dalam program kerja sekolah untuk tahun 2026.
Melalui pertemuan yang interaktif ini, sekolah memiliki tujuan utama untuk mengenalkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids kepada seluruh siswa. Selain itu, sosialisasi ini juga membuka lebar kesempatan bagi siswa-siswi yang menunjukkan minat dan keinginan untuk bergabung menjadi anggota organisasi tersebut.
Dua staf dari bidang kesiswaan, yakni Tri Utami dan Nabil Lubbi, hadir sebagai pemateri utama dalam acara sosialisasi. Keduanya secara bergantian memperkenalkan berbagai kegiatan menarik serta bidang-bidang yang beragam di dalam IPM Kids, yang diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi potensi siswa.
Di hadapan para siswa yang antusias, Tri Utami menjelaskan secara rinci mengenai tiga bidang utama yang menjadi pilar dalam organisasi ini. Ketiga bidang tersebut meliputi Pengembangan Intelektual dan Profesional (PIP), Aplikasi Seni Budaya dan Olahraga (ASBO), serta Kajian Dakwah Islam (KDI).
Setiap bidang yang ditawarkan memiliki fokus dan ruang pengembangan yang berbeda-beda. Melalui PIP, siswa memiliki kesempatan emas untuk mengasah kemampuan berpikir kritis mereka melalui berbagai kegiatan literasi dan sesi diskusi yang konstruktif.
Sementara itu, ASBO disediakan sebagai platform ideal bagi siswa untuk menyalurkan dan mengembangkan minat serta bakat mereka dalam bidang seni dan olahraga. Adapun KDI berperan penting dalam mengajak siswa untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran dan nilai-nilai keislaman.
Tri lebih lanjut menjelaskan bahwa ketiga bidang ini dirancang untuk saling melengkapi satu sama lain. Tujuannya adalah untuk secara holistik membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka secara maksimal, sekaligus membentuk karakter yang unggul.
“PIP menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berpikir melalui literasi dan diskusi, ASBO menampung minat seni dan olahraga, sedangkan KDI memperkuat pemahaman keislaman. Semuanya diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang unggul,” terang Tri Utami, menjelaskan detail fungsi masing-masing bidang.
Dengan adanya pengenalan yang komprehensif ini, siswa diharapkan dapat mulai mengenali bidang yang paling sesuai dengan minat dan bakat pribadi mereka. Mereka juga akan memperoleh gambaran yang jelas mengenai jenis kegiatan yang akan mereka ikuti setelah bergabung dengan IPM Kids.
Lebih dari sekadar sebuah kegiatan ekstrakurikuler biasa, Nabil Lubbi menekankan pentingnya penanaman rasa tanggung jawab dan kemampuan untuk bekerja sama secara tim sejak usia dini kepada para siswa.
“IPM Kids bukan sekadar ekskul biasa. Di sini siswa belajar memimpin, mengelola kegiatan, dan berkolaborasi sejak usia dini,” kata Nabil, menegaskan nilai lebih dari program ini.
Oleh karena itu, Nabil mengungkapkan harapannya agar sosialisasi ini dapat membantu siswa kelas IV dalam memahami berbagai pilihan bidang yang tersedia. Dengan pemahaman yang kuat, mereka diharapkan dapat menentukan kegiatan yang paling sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
“Kami ingin siswa kelas IV mengenal pilihan bidang di IPM Kids, lalu tergerak untuk bergabung. Banyak pengalaman yang bisa didapat, mulai dari kegiatan sosial, lomba, sampai pelatihan kepemimpinan,” tambahnya, memotivasi para siswa.
Nabil juga secara khusus mengajak para siswa agar tidak ragu-ragu dalam mengambil kesempatan berharga ini. Ia menjelaskan bahwa bergabung dengan organisasi dapat mempertemukan mereka dengan teman-teman baru dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda di luar lingkungan kelas.
“Jangan ragu bergabung. Kalian akan mendapat teman baru dan pengalaman belajar di luar kelas,” pesannya dengan antusias.
Ajakan yang disampaikan oleh Nabil tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta sosialisasi. Salah satu respons antusias datang dari Zayn, seorang siswa dari kelas IVC.
Penjelasan yang disampaikan oleh kedua pemateri berhasil membuat Zayn semakin tertarik untuk mengikuti kegiatan organisasi ini. Ia bahkan sudah mulai menentukan bidang mana yang ingin ia pilih.
“Saya jadi makin semangat. Setelah mendengar penjelasan, saya ingin masuk ASBO karena suka olahraga dan seni. Ternyata IPM Kids juga melatih saya menjadi pemimpin dan bekerja sama dengan teman,” ungkap Zayn, menunjukkan antusiasmenya.
Ketertarikan yang ditunjukkan oleh Zayn ini secara jelas mencerminkan tujuan utama dari kegiatan sosialisasi tersebut. Siswa tidak hanya sekadar mengenal nama-nama bidang, tetapi juga memahami secara mendalam manfaat nyata yang bisa mereka peroleh dari kegiatan organisasi.
Sepanjang acara berlangsung, para peserta menunjukkan keaktifan yang luar biasa dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan turut serta dalam sesi diskusi. Mereka menunjukkan keinginan kuat untuk mengetahui lebih jauh tentang setiap kegiatan yang ada di setiap bidang.
Suasana di aula pun berubah menjadi ruang yang hidup untuk saling bertukar gagasan dan pemikiran. Setelah sesi sosialisasi selesai, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan yang berdampak positif ini, SD Mumtaz sangat berharap bahwa IPM Kids dapat menjadi wadah krusial untuk pembentukan karakter siswa. Sekolah bercita-cita untuk menumbuhkan siswa-siswi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Pada akhirnya, kepemimpinan sejati tidak selalu harus dimulai dari panggung besar atau posisi yang menonjol. Terkadang, langkah-langkah kecil yang diambil dengan keberanian, seperti berani bertanya, mampu bekerja sama, dan bersedia mengambil tanggung jawab, justru menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya seorang pemimpin.
Dari aula lantai enam inilah, SD Mumtaz telah membuka langkah awal yang signifikan. Sekolah menaruh harapan besar agar kelak para siswa ini dapat tumbuh menjadi generasi yang siap memimpin dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.












