Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Alarm di Balik Sunyi Puskesmas: Jerat Ekonomi dan Kasus Pencurian Ponsel di Prigen

badge-check

Alarm di Balik Sunyi Puskesmas: Jerat Ekonomi dan Kasus Pencurian Ponsel di Prigen Perbesar

KlikMojok – Dini hari yang dingin, pukul 01.30 WIB, di halaman Puskesmas Prigen, Kabupaten Pasuruan, seharusnya menjadi waktu bagi ketenangan dan harapan akan kesembuhan. Namun, pada Selasa, 2 Juni 2026 itu, suasana hening justru menjadi tirai bagi sebuah aksi kejahatan yang merugikan. Sebuah kasus pencurian ponsel terjadi, mengusik ketenteraman fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siapa saja.

Edy Septriyono (39), seorang warga Pecalukan, Prigen, tengah bergegas mengantar kerabatnya yang membutuhkan pertolongan medis di ruang UGD. Dalam kelengahan dan fokusnya pada kondisi kerabat, tiga ponsel miliknya yang diletakkan di pilar depan UGD raib, mengukir kisah tentang kerentanan di ruang publik yang seharusnya aman. “Aksi pencurian ini terjadi saat korban sedang lengah memarkir kendaraan Toyota Agya bernopol S-1923-CF dan mengantar rekannya berobat ke dalam ruang UGD Puskesmas Prigen. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk menggasak tiga unit ponsel yang ditaruh sementara di pilar depan UGD,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Kamis (5/11/2026).

Dalam situasi genting itu, Edy tidak sendiri. Ia ditemani oleh dua saksi, Giyanto (48) asal Sragen dan Diana Esti Handika (29) asal Karanganyar. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, ia meletakkan tiga gawai canggihnya – Samsung A56 warna pink, Samsung Z Fold 4 warna biru, serta Vivo Y19s warna silver – di pilar UGD. Sebuah keputusan yang, di kemudian hari, harus dibayar mahal. Kerugian materiil yang diderita Edy tak main-main, mencapai Rp16.000.000, sebuah angka yang cukup untuk mengguncang stabilitas finansial seseorang.

Menyadari kehilangan berharga itu, Edy segera membuat laporan resmi ke Polsek Prigen. Laporan Polisi Nomor LP/B/11/XI/2026/SPKT/POLSEK PRIGEN/POLRES PASURUAN/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 2 November 2026 menjadi titik awal perburuan. Tim Reskrim kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam. Unit Reskrim Polsek Prigen, di bawah komando PS Kanit Reskrim Aiptu Heru Sumartono, tak membuang waktu. “Unit Reskrim Polsek Prigen yang dipimpin PS Kanit Reskrim Aiptu Heru Sumartono berhasil mengamankan tersangka Yanto Bin Sidik pada Senin (2/11/2026) sekira pukul 18.00 WIB. Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Prigen untuk menjalani pemeriksaan intensif,” jelas Iptu Joko Suseno.

Di balik jeruji Mapolsek Prigen, Yanto Bin Sidik (Y), asal Kediri, tidak bisa mengelak. Ia mengakui seluruh perbuatannya, mengonfirmasi bahwa ia beraksi sendirian di lokasi kejadian. Motifnya, seperti banyak kasus kejahatan kecil lainnya, adalah desakan kebutuhan ekonomi harian. Sebuah alasan yang seringkali menjadi cerminan pahit dari kondisi sosial yang lebih luas. Ponsel-ponsel curian itu, menurut pengakuannya, telah berpindah tangan ke orang tak dikenal di kawasan Terminal Arjosari, dan uang hasil penjualan telah habis untuk keperluan sehari-hari. Sebuah siklus ironi: dari kebutuhan mendesak, ke tindakan kriminal, dan kembali ke kebutuhan yang tak pernah benar-benar terpenuhi.

Meskipun ponselnya telah raib, petugas berhasil mengamankan dua buah dusbook asli HP Samsung A56 warna pink dan Vivo Y19s warna silver sebagai barang bukti. “Dari tangan korban, kami mengamankan barang bukti berupa dua buah dusbook asli HP Samsung A56 warna pink dan Vivo Y19s warna silver. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Prigen untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Iptu Joko Suseno.

Kisah pencurian di Puskesmas Prigen ini bukan hanya sekadar catatan kriminal biasa. Ia adalah pengingat akan kerapuhan keamanan di ruang-ruang publik yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pelayanan. Lebih dari itu, ia juga menyingkap tabir masalah sosial yang lebih dalam: bagaimana desakan ekonomi dapat mendorong seseorang melanggar batas, mengubah kebutuhan menjadi kejahatan. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan, sekaligus refleksi akan tantangan yang terus ada dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Suara yang Memudar di Rimba Sumatera: Kisah Siamang, Penjaga Hutan yang Terdesak

5 Nov 2026 - 21:05 WIB

Suara yang Memudar di Rimba Sumatera: Kisah Siamang, Penjaga Hutan yang Terdesak

Memaksimalkan Belajar: Strategi Mahasiswa Memilih Buku Cetak dan E-book di Era Digital

5 Nov 2026 - 21:04 WIB

Memaksimalkan Belajar: Strategi Mahasiswa Memilih Buku Cetak dan E-book di Era Digital

Membangun Pemimpin Sejak Dini: SD Mumtaz Kenalkan IPM Kids untuk Siswa Kelas IV

5 Nov 2026 - 21:03 WIB

Membangun Pemimpin Sejak Dini: SD Mumtaz Kenalkan IPM Kids untuk Siswa Kelas IV

Sulap Limbah Kain Perca Jadi Keset, SMP PGRI 6 Surabaya Bekali Siswa Keterampilan Hidup

5 Nov 2026 - 20:18 WIB

Sulap Limbah Kain Perca Jadi Keset, SMP PGRI 6 Surabaya Bekali Siswa Keterampilan Hidup

Detik-Detik Pilu di Jombang: Ketika Seorang Ibu Menyaksikan Anaknya Pergi Selamanya dalam Kecelakaan Maut

5 Nov 2026 - 18:46 WIB

Detik-Detik Pilu di Jombang: Ketika Seorang Ibu Menyaksikan Anaknya Pergi Selamanya dalam Kecelakaan Maut
Trending di Pendidikan