Menu

Otomatis
Breaking News

Surabaya Raya

Penyebab Gejala Keracunan MBG Kambuh pada Santri Manbaul Hikam Sidoarjo, Puluhan Kembali Dirawat

badge-check

Penyebab Gejala Keracunan MBG Kambuh pada Santri Manbaul Hikam Sidoarjo, Puluhan Kembali Dirawat Perbesar

KlikMojok – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, kembali menjadi sorotan publik. Sebanyak 45 santri dilaporkan kembali mendatangi dua fasilitas rumah sakit antara Senin (7/9) malam hingga Selasa (8/9) pagi, menyusul munculnya keluhan yang diyakini sebagai gejala susulan dari insiden keracunan yang terjadi sebelumnya.

Berdasarkan data terkini yang tercatat hingga Selasa (8/9) pukul 06.12 WIB, sebanyak 33 santri mendapatkan penanganan medis di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Dari total pasien tersebut, dua santri masih memerlukan perawatan rawat inap, sementara 31 santri lainnya sudah diizinkan untuk kembali ke pondok pesantren.

Di samping itu, dua belas santri lainnya juga menerima penanganan kesehatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo. Kabar baiknya, semua santri yang dirawat di RSI Siti Hajar telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

Dengan demikian, secara keseluruhan tercatat ada 45 santri yang kembali membutuhkan dan menerima penanganan medis. Dari jumlah tersebut, dua santri masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan 43 santri lainnya telah kembali ke lingkungan pondok pesantren mereka.

Rizqi Maulana Hadi, selaku Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, menjelaskan bahwa para santri yang kembali datang ke fasilitas kesehatan tersebut melaporkan berbagai keluhan gejala. Gejala-gejala yang disampaikan meliputi mual, muntah, diare, serta kondisi tubuh yang lemas.

“Keluhannya mual, muntah, diare, lemas. Yang dirawat dua orang,” kata Rizqi Maulana Hadi mengonfirmasi.

Menurut keterangan Rizqi, sebanyak 33 santri mulai berdatangan ke RSUD RT Notopuro sejak Senin (7/9) malam. Setelah mendapatkan penanganan dan observasi medis yang diperlukan, mayoritas santri tersebut kemudian diizinkan untuk pulang.

Di sisi lain, Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa para santri yang kembali menjalani perawatan medis ini adalah mereka yang sebelumnya juga menjadi korban insiden keracunan. Ia menambahkan bahwa gejala-gejala yang mereka alami dilaporkan baru muncul kembali setelah berselang beberapa hari dari kejadian awal.

Subandi menuturkan, para santri tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, berkat penanganan medis yang cepat, kondisi mereka berangsur membaik dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang pada Selasa pagi.

“Alhamdulillah semua sudah aman. Tadi malam jam 23.00 dibawa ke rumah sakit, pagi ini sudah pulang semua,” ujar Bupati Subandi dengan nada lega.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih terus memperbarui dan memverifikasi data terkait dampak menyeluruh dari insiden ini. Hal tersebut dilakukan karena jumlah pasien dan kondisi kesehatan para santri masih terus menunjukkan perkembangan.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, berpendapat bahwa kembalinya keluhan pada sejumlah santri kemungkinan besar berkaitan erat dengan kondisi individual masing-masing pasien setelah mereka menerima perawatan awal.

Menurut Ainur Rahman, laporan sementara yang telah ia terima mengindikasikan adanya kemungkinan bahwa beberapa pasien mungkin tidak mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan secara teratur setelah mereka diizinkan pulang dari rumah sakit.

“Mungkin ketika pulang, dia tidak minum obatnya secara teratur. Daya tahan masing-masing pribadi kan berbeda-beda,” jelas Ainur Rahman.

Ainur Rahman melanjutkan, pasien yang merasa kondisi tubuhnya sudah membaik bisa saja berasumsi bahwa mereka sudah sepenuhnya pulih. Akan tetapi, ia mengingatkan, jika anjuran medis tidak diikuti dengan disiplin, keluhan kesehatan tersebut berpotensi untuk muncul kembali.

“Dia merasa sehat, pulang, terus apa yang disarankan secara medis tidak dilaksanakan, itu yang menyebabkan. Tapi semuanya, yang hari ini semuanya sudah kembali lagi,” pungkasnya.

Ainur Rahman turut menegaskan bahwa kondisi kesehatan setiap pasien tidak dapat disamaratakan. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh setiap individu berbeda-beda, yang pada gilirannya akan memengaruhi respons dan kecepatan proses pemulihan mereka.

“Daya tahan seseorang itu berbeda-beda. Kalau misalkan ada orang yang daya tahannya kuat, mungkin dia tidak ada pengaruh. Ada karena daya tahan tubuhnya tidak bagus, dia sudah diobati dan dia pulang dan tidak mengonsumsi obat sebagaimana disarankan, itu akan kumat lagi,” papar Ainur Rahman secara rinci.

Meskipun demikian, ia memastikan bahwa seluruh santri yang kembali membutuhkan penanganan medis telah mendapatkan perawatan yang memadai dari tenaga kesehatan. Mayoritas dari mereka juga kini telah diizinkan untuk kembali ke pondok pesantren.

“Semua sudah ditangani, sudah teratasi, dan sekarang semuanya sudah pulang ke pondoknya masing-masing,” tegas Ainur Rahman di akhir keterangannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Betonisasi Jalan Lingkar Timur Sidoarjo: Kunci Pembangunan Kawasan Industri dan Hunian Hingga 2028

8 Sep 2026 - 18:46 WIB

Betonisasi Jalan Lingkar Timur Sidoarjo: Kunci Pembangunan Kawasan Industri dan Hunian Hingga 2028

BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Layanan JKN Melalui CX126: Fokus pada Adaptasi dan Konsistensi

7 Sep 2026 - 12:40 WIB

BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Layanan JKN Melalui CX126: Fokus pada Adaptasi dan Konsistensi

Forkopimka Gedangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo Berjalan Higienis dan Tepat Sasaran

7 Sep 2026 - 09:44 WIB

Forkopimka Gedangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo Berjalan Higienis dan Tepat Sasaran

Taman Pintar Juanda JAPFA: Edukasi Regenerative Agriculture Lewat Konsep Unik Sow N Tell

7 Sep 2026 - 09:44 WIB

Taman Pintar Juanda JAPFA: Edukasi Regenerative Agriculture Lewat Konsep Unik Sow N Tell

RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi

4 Sep 2026 - 18:53 WIB

RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi
Trending di Surabaya Raya