KlikMojok – Ancaman fenomena El Niño yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo telah menarik perhatian serius dari Komisi B DPRD Sidoarjo. Dalam upaya proaktif membantu para petani menghadapi dampak cuaca ekstrem ini, Komisi B secara aktif mendorong pemanfaatan pupuk cair serta memperkuat program pendampingan bagi kelompok tani (poktan) di wilayah tersebut.
Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, fenomena El Niño merupakan sebuah tantangan besar bagi sektor pertanian, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lain. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang matang guna meminimalkan dampak buruknya terhadap produksi pertanian lokal.
Kusumo menjelaskan bahwa salah satu strategi yang bisa diimplementasikan adalah memfasilitasi petani untuk memanfaatkan pupuk cair. Penggunaan pupuk cair ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, sehingga produktivitas pertanian dapat tetap terjaga meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang kondusif.
“Harapan kami, dengan adanya upaya ini, ketahanan pangan tetap terjaga dan kondisi pertanian tetap kondusif,” ujar Kusumo pada Selasa (27/10).
Politikus senior dari Fraksi PDI Perjuangan itu lebih lanjut menerangkan bahwa Komisi B telah aktif berkoordinasi dengan berbagai petani dan kelompok tani. Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk memahami secara langsung kebutuhan riil mereka di lapangan, sehingga dukungan yang disalurkan benar-benar relevan dengan kondisi pertanian dan keperluan para petani.
Kusumo menambahkan, pihaknya juga berupaya keras memfasilitasi kelompok tani melalui berbagai kegiatan. Ini termasuk penyuluhan serta penyediaan pupuk cair, yang semuanya dilakukan melalui koordinasi erat dengan Dinas Pertanian setempat.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan bantuan signifikan bagi petani untuk mempertahankan produktivitas lahan mereka, terutama saat dihadapkan pada keterbatasan pasokan air dan perubahan kondisi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh fenomena El Niño.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan beberapa petani dan kelompok tani. Ketika mereka membutuhkan hal-hal seperti itu, kami berupaya memfasilitasi,” jelas Kusumo.
Kusumo, yang juga dikenal sebagai Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, menegaskan bahwa dukungan terhadap petani harus terus diperkuat. Hal ini krusial agar sektor pertanian di Sidoarjo memiliki ketahanan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul.
Menurutnya, sinergi yang solid antara DPRD, Dinas Pertanian, dan kelompok tani merupakan salah satu faktor penentu penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani. Dengan adanya koordinasi dan pendampingan yang berkelanjutan, kebutuhan para petani dapat diidentifikasi dan diatasi secara lebih efektif dan tepat sasaran.












