KlikMojok – Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Sidoarjo semakin meriah dengan penampilan memukau dari tim tari SMA Wachid Hasyim 2 (Wehadua) Taman. Pada Minggu (25/10) pagi, di panggung Hari Santri dan Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Radar Sidoarjo di area Parkir Timur GOR Sidoarjo, para siswi Wehadua menunjukkan bakat seni tari mereka. Mereka membawakan dua tarian indah, yaitu Lenggang Puspita dan Sorote Lintang, dengan gerakan yang kompak dan penuh semangat. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ajang penting bagi siswa untuk mengembangkan potensi ekstrakurikuler mereka.
Kesempatan berharga ini diungkapkan oleh Kirana, seorang siswi kelas XI yang merupakan bagian dari tim tari Wehadua. Ia menuturkan bahwa tampil dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) adalah sebuah pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh anggota tim. Menurut Kirana, acara tersebut telah menyediakan platform bagi para siswa untuk unjuk gigi, memperlihatkan kemampuan mereka, sekaligus memperkaya pengalaman tampil di hadapan publik. “Senang bisa ikut serta di Hari Santri Nasional ini. Kami diberi panggung dan kesempatan untuk tampil. Apalagi, kami juga mendapatkan sertifikat. Rasanya bangga bisa menjadi bagian dari acara ini,” ujar Kirana dengan antusias.
Tim tari SMA Wachid Hasyim 2 Taman sendiri terdiri dari gabungan siswa-siswi dari kelas X, XI, dan XII. Meskipun demikian, untuk pertunjukan pada momen Hari Santri kali ini, mayoritas penari yang terlibat adalah siswa kelas X dan XI. Hal ini dikarenakan sebagian besar siswa kelas XII sedang fokus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam pementasan tersebut.
Aktivitas tim tari Wehadua tidak hanya terbatas pada acara Hari Santri saja. Mereka juga dikenal aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan kompetisi tari di berbagai daerah. Sebelumnya, tim ini telah menunjukkan kebolehannya di sejumlah acara penting, termasuk di Jombang, GOR Delta Sidoarjo, dan Alun-alun Sidoarjo. Selain itu, mereka juga sering mengikuti festival tari dan perlombaan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Partisipasi aktif dalam beragam kegiatan ini diharapkan dapat terus mengasah kemampuan artistik para siswa, sekaligus membuka jalan bagi mereka yang berkeinginan untuk melanjutkan minat dan bakatnya di bidang seni tari ke jenjang yang lebih tinggi.
Khusus untuk penampilan di Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM ini, tercatat ada lima orang penari yang tampil memukau di atas panggung. Kelima penari tersebut tidak bekerja sendiri, melainkan didukung penuh oleh tim official yang solid. Dengan demikian, total anggota tim tari SMA Wachid Hasyim 2 Taman yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 11 orang. Peran tim official sangat vital, mulai dari membantu persiapan hingga memastikan kelancaran seluruh rangkaian penampilan sejak awal hingga akhir acara.
Menatap ke masa depan, tim tari SMA Wachid Hasyim 2 Taman telah menyusun rencana untuk terus mengasah kemampuan mereka melalui partisipasi dalam berbagai kompetisi. Mereka bertekad untuk kembali mengikuti ajang perlombaan jika ada kesempatan yang muncul. Salah satu target yang mulai dipertimbangkan adalah perlombaan TTPMN 2026, yang rencananya akan digelar pada bulan Desember mendatang. Senada dengan Kirana, Dinda, siswi kelas XI lainnya, juga menyampaikan harapannya. Ia sangat berharap bahwa pengalaman tampil di acara Hari Santri dan Bazar UMKM Radar Sidoarjo ini akan menjadi pendorong utama bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas dan performa penampilan mereka di kemudian hari.
Lebih lanjut, Dinda juga menaruh harapan besar agar kegiatan ekstrakurikuler tari di sekolahnya dapat semakin berkembang pesat dan mendapatkan perhatian yang lebih luas dari berbagai pihak. “Pastinya ini menjadi motivasi agar ke depan kami bisa tampil lebih baik lagi. Semoga ekstrakurikuler tari di sekolah juga semakin maju,” tutup Dinda, menegaskan komitmennya terhadap kemajuan seni tari di sekolah.












