KlikMojok – Suasana haru menyelimuti Aula MI Muhammadiyah 3 Gosari pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ketika Nurlailah, seorang guru senior yang telah mendedikasikan 36 tahun hidupnya di madrasah tersebut, secara resmi pamit purna tugas. Momen perpisahan ini menjadi penanda berakhirnya pengabdian panjangnya dalam dunia pendidikan.
Acara purna tugas Nurlailah, S.Pd., guru MI Muhammadiyah 3 Gosari, benar-benar dipenuhi dengan kenangan, penghormatan, dan ucapan terima kasih atas perjalanan pengabdiannya yang tidak sebentar. Kegiatan yang digelar di Aula MI Muhammadiyah 3 Gosari pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ini menjadi saksi bisu atas dedikasi Nurlailah selama 36 tahun dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Sepanjang 36 tahun masa baktinya, Nurlailah telah menjadi pilar penting dalam perkembangan MI Muhammadiyah 3 Gosari. Dengan ketulusan hati, kesabaran yang luar biasa, dan dedikasi yang tak tergoyahkan, ia konsisten menjalankan tugas mulia sebagai pendidik. Ia tidak hanya membimbing siswa dalam pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan yang mendalam. Pengabdian tersebut bukan sekadar rentang waktu yang panjang, melainkan manifestasi nyata dari komitmen dan kecintaannya yang tulus terhadap dunia pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MI Muhammadiyah 3 Gosari, Siswanto, S.Pd., turut menyampaikan rasa terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurlailah. Apresiasi ini diberikan atas segala jasa, pengorbanan, dan kontribusi tak ternilainya selama 36 tahun mengabdi di madrasah tersebut.
Siswanto secara khusus mengapresiasi dedikasi Nurlailah yang telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pendidikan di MI Muhammadiyah 3 Gosari. Ia berharap bahwa ilmu, bimbingan, dan keteladanan yang telah diberikan Nurlailah selama ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi para siswa untuk menghadapi dan menapaki masa depan mereka.
Lebih dari sekadar meninggalkan kenangan, pengabdian panjang Nurlailah ini juga telah mewariskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang akan terus memberikan manfaat bagi generasi penerus di madrasah tersebut.
Ungkapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan oleh H. Abdul Malik, perwakilan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gosari. Beliau menyatakan apresiasinya terhadap pengabdian tulus Nurlailah dalam mendidik generasi penerus di lingkungan MI Muhammadiyah 3 Gosari.
Menurut H. Abdul Malik, pengabdian seorang guru merupakan amal yang sangat mulia, di mana manfaatnya akan terus terasa bahkan setelah masa tugas formal berakhir. Ilmu yang telah diajarkan dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan akan senantiasa hidup dan berkembang melalui para siswa yang kelak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, H. Abdul Malik juga menyampaikan harapan agar tali silaturahmi antara Nurlailah dengan keluarga besar MI Muhammadiyah 3 Gosari serta Persyarikatan Muhammadiyah dapat terus terjalin erat. Ia juga mendoakan agar Nurlailah senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan yang melimpah dalam menjalani masa purna tugasnya.
Dari perwakilan dewan guru, Misbakhud Dawam, juga turut menyampaikan ungkapan haru atas perjalanan panjang pengabdian Ibu Nurlailah. Ia menyoroti bahwa 36 tahun adalah rentang waktu yang luar biasa panjang untuk mengemban tugas sebagai seorang pendidik, yang tentu saja diwarnai dengan berbagai pengalaman, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilalui bersama.
Misbakhud Dawam mengungkapkan, “Semoga seluruh ilmu yang telah diajarkan Bu Nurlailah kepada para siswa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Harapan besarnya adalah agar seluruh anak didik yang pernah mendapatkan bimbingannya tumbuh menjadi orang-orang yang bermanfaat. Mengamalkan ilmunya, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.”
Misbakhud Dawam juga menyatakan harapannya agar kelak, ketika para siswa yang pernah dididik oleh Nurlailah berhasil dalam kehidupan dan mampu mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh, manfaat dari keberhasilan tersebut juga akan menjadi bagian dari amal jariyah bagi guru yang telah mendidik mereka.
Ia melanjutkan, “Semoga anak-anak didik yang pernah diajar oleh Bu Nurlailah menjadi orang-orang yang bermanfaat dan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Dengan demikian, ilmu yang telah diajarkan akan terus memberikan manfaat dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.”
Dalam kesempatan yang sama, Misbakhud Dawam juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf. Permohonan ini ditujukan apabila selama kebersamaan dalam menjalankan tugas mendidik, terdapat kesalahan, kekhilafan, perkataan yang kurang berkenan, atau hal-hal lain yang mungkin menimbulkan ketersinggungan.
Misbakhud Dawam berharap, “Mudah-mudahan segala kekurangan selama berinteraksi dan bekerja bersama dapat saling dimaafkan. Sehingga hubungan persaudaraan dan silaturahmi tetap terjaga dengan baik, meskipun Bu Nurlailah telah memasuki masa purna tugas.”
Suasana di aula semakin mengharukan ketika Nurlailah diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Namun, rasa haru yang teramat dalam membuatnya tidak mampu berkata-kata. Air mata pun tak terbendung mengalir, menjadi gambaran jelas betapa beratnya momen perpisahan ini setelah 36 tahun perjalanan pengabdian yang telah dilalui bersama.
Kesedihan mendalam ini tidak hanya dirasakan oleh Nurlailah sendiri. Beberapa siswa juga terlihat meneteskan air mata dalam momen perpisahan yang mengharukan tersebut. Tangisan mereka menjadi cerminan nyata dari kedekatan emosional yang kuat antara guru dan murid, yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun proses belajar mengajar.
Bagi para siswa, Nurlailah bukan hanya sekadar pendidik yang menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas. Beliau juga adalah sosok yang turut membentuk kenangan masa sekolah mereka, yang selalu membimbing, memberikan perhatian, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan penting dalam setiap langkah perjalanan mereka menuntut ilmu.
Momen perpisahan ini menegaskan bahwa hubungan antara guru dan murid jauh melampaui sekadar aktivitas belajar mengajar di dalam kelas. Hubungan tersebut adalah tentang kasih sayang, ketulusan, perhatian yang mendalam, dan ikatan batin yang telah tumbuh kokoh selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, acara purna tugas ini menjadi momen yang sangat penuh makna bagi seluruh keluarga besar MI Muhammadiyah 3 Gosari. Di balik suasana perpisahan, tersimpan rasa hormat yang mendalam, kasih sayang yang tulus, dan penghargaan yang tak terhingga atas perjalanan panjang seorang guru yang telah mendedikasikan sebagian besar masa hidupnya untuk kemajuan pendidikan.
Meskipun purna tugas menandai berakhirnya masa kerja secara formal, hal ini sama sekali tidak akan menghapus jejak pengabdian luar biasa yang telah ditorehkan oleh Nurlailah. Ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia yang diajarkan, serta nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan akan terus hidup dan berkembang melalui setiap generasi siswa yang pernah dididiknya.
Bagi seorang guru, salah satu kebahagiaan terbesar dan paling membanggakan adalah dapat menyaksikan murid-muridnya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, memiliki akhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat positif bagi sesama.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam menjalani masa purna tugas ini. Dan semoga setiap ilmu yang telah diajarkan oleh Nurlailah dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tiada henti.












