KlikMojok – Di balik jeruji besi Lapas Kelas I Surabaya, yang akrab disebut Lapas Porong Sidoarjo, terdapat sebuah Dapur Sehat yang menjadi tulang punggung pemenuhan nutrisi bagi 1.698 narapidana setiap hari. Dapur ini bertanggung jawab menyediakan “cadong”—istilah yang umum di lingkungan pemasyarakatan untuk makanan warga binaan—sebanyak tiga kali sehari dengan variasi menu yang senantiasa diperbarui. Proses penyediaan makanan ini memastikan setiap narapidana mendapatkan asupan yang layak selama menjalani masa pidana.
Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, penyediaan makanan untuk warga binaan ini diatur secara ketat dalam jadwal yang telah ditetapkan. Setiap hari, Dapur Sehat Lapas Porong Sidoarjo menyiapkan hidangan untuk tiga waktu makan utama: sarapan pagi, makan siang, dan makan sore yang berfungsi sebagai makan malam. Mengingat jumlah penghuni Lapas mencapai 1.698 orang, dapur ini harus memproduksi ribuan porsi makanan setiap harinya. Menariknya, setiap porsi cadong dirancang tidak hanya sekadar makanan pokok, melainkan juga harus memenuhi kebutuhan gizi dasar yang seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.
“Menu disiapkan sesuai daftar yang telah ditentukan oleh Dapur Sehat,” ungkap Sohibur pada Rabu (16/9). Guna menjamin variasi dan mencegah kebosanan, Dapur Sehat Lapas Porong Sidoarjo menerapkan siklus menu selama 10 hari. Ini berarti, setiap hari memiliki susunan menu yang berbeda. Setelah siklus 10 hari berakhir, menu akan kembali ke susunan hari pertama dan terus berputar sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh, salah satu menu yang pernah disajikan mencakup nasi sebagai karbohidrat utama, ayam kecap dan tempe goreng sebagai sumber protein, tumis kangkung sebagai sayuran, serta pisang sebagai pelengkap buah. Namun, proses penyediaan cadong dalam skala besar seperti ini bukanlah tugas yang mudah. Rangkaian pekerjaan dimulai jauh sebelum makanan disajikan: bahan-bahan mentah harus dipersiapkan dengan cermat, diolah, dimasak, kemudian diporsikan secara akurat sesuai dengan jumlah penerima.
Dalam menjalankan operasional sehari-hari, Dapur Sehat Lapas Kelas I Surabaya juga melibatkan warga binaan yang ditunjuk sebagai “tamping dapur”. Mereka membantu berbagai tugas di dapur, namun seluruh aktivitas mereka tetap berada di bawah pengawasan ketat petugas Lapas. Dapur Sehat ini didukung oleh empat petugas yang bekerja dengan sistem shift. Setiap pergantian shift, selalu ada satu petugas yang secara spesifik ditugaskan untuk mengawasi seluruh proses, mulai dari persiapan bahan baku, tahap memasak, hingga pemorsian akhir. Seluruh rangkaian tahapan ini dilakukan setiap hari dengan presisi dan harus berjalan sesuai jadwal yang ketat, demi memastikan 1.698 warga binaan menerima makanan mereka tepat waktu.
Bagi para warga binaan, cadong mungkin hanya sekadar hidangan yang mereka santap sehari-hari. Akan tetapi, di balik setiap porsi makanan tersebut, tersimpan sebuah rangkaian pekerjaan yang panjang dan terstruktur, dimulai dari perencanaan menu yang matang, persiapan bahan, proses pengolahan, pemasakan, hingga akhirnya pemorsian. Melalui dedikasi Dapur Sehat Lapas Kelas I Surabaya, seluruh proses kompleks ini menjadi bagian integral dari pelayanan harian untuk memenuhi kebutuhan makan para warga binaan.












