KlikMojok – Warga di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, serta kawasan sekitarnya tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menetapkan target operasional bagi RSUD Sedati pada tahun 2027, sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa kehadiran RSUD Sedati diharapkan tidak hanya mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi penduduk setempat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar lokasi rumah sakit. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan harus memiliki nilai tambah ganda bagi komunitas.
Dalam komitmennya, Pemkab Sidoarjo akan memprioritaskan warga asli Sedati untuk mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja di rumah sakit baru tersebut. Posisi yang akan diprioritaskan meliputi perawat, bidan, hingga dokter. “Juga nanti pada tahun 2027, kita sudah punya rumah sakit baru. Karena Rumah Sakit Sedati ini untuk melayani rumah sakit yang ada di sekitar Sedati, Gedangan dan Buduran,” ujar Subandi pada Senin (14/9).
Subandi juga menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan, seperti RSUD Sedati ini, tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat. Lebih dari itu, proyek ini juga harus mampu menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan yang signifikan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. “Kita ingin fasilitas kesehatan (faskes) yang dibangun di sini juga membawa dampak penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal,” tegasnya.
Keberadaan RSUD Sedati diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini terpaksa harus menuju rumah sakit di wilayah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini menjadi sangat krusial, terutama bagi masyarakat kurang mampu, yang nantinya diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang layak di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. “Karena saya kepingin dengan wilayah padat penduduk seperti ini, masyarakat tidak lari jauh-jauh, apalagi warga kita yang tidak mampu bisa kita akomodir di rumah sakit daerah,” jelas Subandi.
Sebagai informasi, proyek pembangunan RSUD Sedati menelan anggaran sekitar Rp 42,64 miliar. Rumah sakit ini merupakan salah satu proyek strategis yang digulirkan oleh Pemkab Sidoarjo untuk memperluas jangkauan dan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah.
RSUD Sedati dirancang sebagai rumah sakit tipe D yang akan melayani masyarakat di kawasan Sedati dan wilayah sekitarnya, termasuk area Waru, Gedangan, hingga Sukodono. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan konsep pembangunan yang terdiri dari lima blok bangunan. Gedung utama rumah sakit ini dirancang dengan tiga lantai dan memiliki kapasitas hingga 50 tempat tidur.
Dengan target operasional pada tahun 2027, Pemkab Sidoarjo memiliki harapan besar agar RSUD Sedati tidak hanya menjadi sebuah fasilitas kesehatan baru yang modern, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak pelayanan publik yang lebih baik dan motor penggerak dalam penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat setempat.












