Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Inovasi Pembelajaran: Santri eLKISI Rutin Uji Hafalan Hadis saat Apel Pagi

badge-check

Inovasi Pembelajaran: Santri eLKISI Rutin Uji Hafalan Hadis saat Apel Pagi Perbesar

KlikMojok – Pada Selasa (15/9/2026) pagi, para santri putra Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI di Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memulai hari mereka dengan rutinitas unik. Sebelum memasuki kegiatan belajar di kelas, apel pagi yang diikuti santri kelas VII hingga XII ini tidak hanya berisi barisan dan pengarahan, melainkan juga sesi uji hafalan hadis. Para santri secara bergantian menunjukkan kemampuan hafalan hadis mereka di hadapan teman-teman, sebuah metode inovatif untuk mengintegrasikan pembelajaran agama ke dalam aktivitas harian. Rutinitas pagi di PPIC eLKISI sendiri diawali dengan piket, zikir pagi, dan salat Duha.

Tepat pukul 07.15 WIB, seluruh santri putra dari kelas VII sampai XII telah berkumpul rapi di lapangan pesantren untuk melaksanakan apel pagi. Barisan mereka juga didampingi oleh para guru pendamping yang turut hadir.

Namun, apel pagi di eLKISI menawarkan lebih dari sekadar pengarahan dan evaluasi kedisiplinan. Sesi khusus bernama “tebak hadis” menjadi agenda penting, memberikan kesempatan berharga bagi para santri untuk mengulang dan menunjukkan hafalan hadis mereka di depan rekan-rekan mereka.

Apel pagi pada hari itu dipimpin oleh Faruq Mursyid, seorang santri dari kelas XI Azhari. Dalam amanat yang disampaikannya, Faruq menekankan pentingnya bagi seluruh santri untuk selalu menaati peraturan yang berlaku di lingkungan pesantren.

Setelah amanat dari pemimpin apel, giliran Penjamin Mutu PPIC eLKISI, Gunanto Amintoko, M.Pd., yang memberikan pengarahan dan arahan kepada para santri.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Gunanto Amintoko adalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren. Ia kembali mengingatkan tentang program memungut sampah dan secara tegas meminta agar santri tidak menunggu petugas kebersihan saat menemukan sampah di area pondok.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga pesantren, tanpa terkecuali. Bahkan, para guru diizinkan untuk mengajak satu kelas keluar guna membersihkan area yang kotor jika ditemukan di lingkungan pondok.

Usai sesi pengarahan, apel pagi kemudian berlanjut ke bagian yang dinanti, yaitu sesi tebak hadis. Dalam sesi ini, beberapa santri maju secara bergantian ke depan untuk menyampaikan dan menguji hafalan hadis yang telah mereka pelajari sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Bagas Hadyan dari kelas VII B menjadi salah satu santri yang maju untuk menyampaikan hafalan hadis jilid 1. Hadis yang dibacakannya bertema tentang pentingnya berbakti kepada seorang ibu, dengan lafal sebagai berikut: “أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ، فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا”. Hadis ini memiliki arti, “Jahimah r.a. datang kepada Nabi Muhammad Saw. dan menyampaikan keinginannya untuk berperang. Nabi kemudian bertanya apakah ia masih memiliki ibu. Ketika dijawab masih, Nabi memintanya tetap bersama sang ibu karena surga berada di bawah kedua kakinya.” (Hadis riwayat An-Nasa’i).

Setelah Bagas, giliran Fahreza Aidin Alfarizki dari kelas VIII A yang maju ke depan. Ia membacakan hafalan hadis jilid 3 yang membahas tentang niat, dengan lafal: “عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ”. Hadis tersebut memiliki arti, “setiap amal bergantung pada niat, dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Adapun yang berhijrah karena urusan dunia atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan tujuan tersebut.” (Hadis riwayat Mutafakalaih).

Tidak ketinggalan, Galih Arifudin dari kelas X Sains juga turut serta dalam sesi ini. Ia menyampaikan hafalan hadis yang membahas tentang rida Allah dan rida orang tua, menegaskan bahwa “Rida Allah Bergantung pada Rida Orang Tua”. Lafal hadis yang disampaikannya adalah: “عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ”. Hadis ini berarti, “rida Allah bergantung pada rida kedua orang tua dan kemurkaan Allah bergantung pada kemurkaan kedua orang tua.” (Hadis riwayat At-Tirmizi).

Gunanto Amintoko menjelaskan bahwa sesi tebak hadis ini bukanlah sekadar selingan atau hiburan semata dalam rangkaian kegiatan apel pagi.

“Kegiatan tebak hadis menjadi salah satu cara untuk membantu santri menjaga hafalan hadis dan Al-Qur’an yang telah mereka pelajari selama di pesantren,” ujar Gunanto, menegaskan tujuan penting dari agenda tersebut.

Oleh karena itu, menurut Gunanto, apel pagi yang berlangsung hingga sekitar pukul 07.45 WIB ini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai sarana penyampaian informasi dan evaluasi kedisiplinan, apel pagi juga dimanfaatkan secara efektif sebagai kesempatan bagi para santri untuk menyegarkan kembali dan menguji hafalan mereka sebelum memulai pelajaran di ruang kelas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bayangan Merah di Batas Hutan: Pasukan Penjaga Pasuruan Berjibaku Hadang Karhutla

15 Sep 2026 - 12:38 WIB

Bayangan Merah di Batas Hutan: Pasukan Penjaga Pasuruan Berjibaku Hadang Karhutla

Di Bawah Langit Biru dan Selimut Kabut: Prakiraan Cuaca Malang Raya dan Rona Keseharian Warganya

15 Sep 2026 - 12:37 WIB

Di Bawah Langit Biru dan Selimut Kabut: Prakiraan Cuaca Malang Raya dan Rona Keseharian Warganya

Peran Vital STIT Muhammadiyah Lumajang dalam Pembangunan SDM Unggul Bersama Pemerintah Daerah

15 Sep 2026 - 12:36 WIB

Peran Vital STIT Muhammadiyah Lumajang dalam Pembangunan SDM Unggul Bersama Pemerintah Daerah

Gelombang Duka dari Laut Jawa: Kisah Pilu Warga Blitar yang Terempas Tragedi KM Virgo Transport 8

15 Sep 2026 - 09:45 WIB

Gelombang Duka dari Laut Jawa: Kisah Pilu Warga Blitar yang Terempas Tragedi KM Virgo Transport 8

Merajut Asa di Setiap Dinding: Jawa Timur Pacu Program Bedah Rumah untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

15 Sep 2026 - 09:44 WIB

Merajut Asa di Setiap Dinding: Jawa Timur Pacu Program Bedah Rumah untuk Kualitas Hidup Lebih Baik
Trending di Pendidikan