KlikMojok – Bupati Sidoarjo Subandi secara langsung meninjau progres pekerjaan proyek betonisasi Jalan Tambak Cemandi di Kecamatan Sedati pada Senin (24/8) siang. Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Subandi menemukan adanya deviasi atau keterlambatan pekerjaan sebesar empat persen, memicu desakan untuk percepatan penyelesaian proyek vital ini.
Untuk mengatasi keterlambatan yang ditemukan, pihak kontraktor proyek betonisasi Jalan Tambak Cemandi yang bernilai Rp 10,96 miliar tersebut segera melakukan penambahan alat berat. Langkah ini diambil agar target penyelesaian proyek vital sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar enam meter ini dapat tetap tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Bupati Subandi juga menyoroti pembangunan saluran U-Ditch yang merupakan bagian integral dari proyek betonisasi jalan.

Mengomentari temuan di lapangan, Subandi menyatakan, “Hari ini kita cek masih pekerjaan U-Ditch. Ada deviasi empat persen. Tadi kita tanya bagaimana cara mengejar deviasi ini. Alhamdulillah ekskavatornya sudah ditambah satu lagi, sehingga sekarang menjadi dua unit,” ujarnya. Ia menekankan bahwa percepatan pekerjaan sangat diperlukan demi menghindari keterlambatan hingga akhir tahun anggaran, namun kualitas dan pengawasan maksimal tidak boleh diabaikan.
Subandi menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian proyek yang tepat waktu dan berkualitas. “Saya ingin pekerjaan ini tepat waktu. Kalau tepat waktu, tentunya kegiatan berjalan dengan baik, pengawasannya baik, mutunya juga baik,” katanya, menekankan pentingnya sinergi antara kecepatan dan standar kualitas yang tinggi.
Lebih lanjut, Subandi secara khusus meminta konsultan pengawas untuk tidak hanya mengandalkan laporan berkala. Ia mendesak agar pengawasan dilakukan setiap hari demi memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan kondisi aktual di lapangan.
Bupati Sidoarjo juga mendesak agar deviasi empat persen tersebut segera dikejar dan ditutup, terutama selagi kondisi cuaca masih mendukung. Musim kemarau dinilai sebagai momentum strategis yang ideal untuk mempercepat laju pekerjaan konstruksi. “Yang harus kita kejar hari ini adalah deviasinya empat persen. Mudah-mudahan dengan tambahan alat ini deviasi bisa tertutup, apalagi sekarang masih musim kemarau,” ungkapnya.
Selain itu, Subandi turut mengimbau pemerintah desa setempat untuk terlibat aktif dalam mengawal pelaksanaan proyek. Pengawasan bersama dari berbagai pihak dinilai krusial untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi yang ditetapkan dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Peran pemerintah desa juga penting. Mari sama-sama mengawasi supaya proyek ini selesai tepat waktu, kualitasnya bagus, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Proyek betonisasi Jalan Tambak Cemandi–Tambakoso memiliki peran vital sebagai salah satu akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Sedati. Jalan ini berfungsi sebagai jalur mobilitas penting bagi warga di Desa Segorotambak, Banjar Kemuning, Gisik Cemandi, hingga Tambak Cemandi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat berharap bahwa penambahan alat berat dan upaya percepatan pekerjaan yang telah dilakukan dapat secara efektif menutup deviasi yang ada. Dengan demikian, proyek senilai hampir Rp 11 miliar ini diharapkan dapat rampung sesuai jadwal yang direncanakan, tanpa sedikitpun mengorbankan kualitas konstruksi yang telah ditetapkan.













