KlikMojok – Kegiatan Safari Ahad Subuh (SAS) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Masjid Muhammadiyah (BKMM) Sidoarjo sukses digelar di Masjid Abu Bakar, Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, pada Ahad, 23 Agustus 2026. Acara keagamaan ini tidak hanya mempertemukan puluhan jamaah untuk beribadah, tetapi juga menjadi wadah penyampaian pesan-pesan mendalam mengenai zikir, serta anekdot menarik tentang peran Balongbendo sebagai “kiblat” Muhammadiyah di Sidoarjo.
Sejak dini hari, tepatnya pukul 03.30 WIB, puluhan jamaah dari berbagai wilayah mulai berdatangan dan memenuhi area Masjid Abu Bakar. Sebelum memasuki rangkaian acara utama, setiap peserta berkesempatan untuk melaksanakan salat tahajud secara mandiri. Puncak ibadah pagi itu adalah salat subuh berjamaah yang diimami oleh Ustaz Iqbal Isnaini. Dalam rakaat pertama, lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Ali Imran ayat 190-194 begitu syahdu mengiringi salat subuh. Kemudian, pada rakaat kedua, imam melanjutkan dengan membaca Surat Luqman ayat 33-34. Setelah salam, suasana khusyuk semakin terasa saat seluruh jamaah SAS memanjatkan doa dan melantunkan wirid kepada Allah Swt.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC), Anang Samsu Bachtiar, yang memandu jalannya kegiatan. Sambutan pertama disampaikan oleh Takmir Masjid Abu Bakar, Abdul Ghofur. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Ghofur menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Abu Bakar untuk menjadi tuan rumah Safari Ahad Subuh BKMM Sidoarjo.
Selanjutnya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balongbendo, Achmad Irjik, turut memberikan sambutan hangat kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia menekankan bahwa ibadah merupakan salah satu nikmat terbesar yang telah dianugerahkan Allah kepada umat manusia. Mengapresiasi semangat jamaah, Achmad Irjik berujar, “Ada banyak teman-teman yang greges saat pagi datang mengikuti kegiatan ini. Tapi saya lihat tadi semangatnya bapak-bapak luar biasa untuk bisa mengikuti kegiatan ini.” Semangat yang ditunjukkan tersebut, menurutnya, merupakan cerminan dari kesungguhan jamaah dalam beribadah kepada Allah Swt.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo ini tak lupa menyampaikan apresiasi kepada BKMM Sidoarjo. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan kedua bagi PCM Balongbendo untuk menjadi tuan rumah kegiatan Safari Ahad Subuh. Achmad Irjik menegaskan kesiapan mereka untuk terus berpartisipasi, menyatakan, “Terima kasih telah berkenan silaturahim di salah satu masjid PCM Balongbendo. Insya Allah masjid kami siap menjadi tuan rumah untuk yang ketiga, keempat, dan yang kesekian kalinya.”
Mantan Kepala SD Muhammadiyah 10 Balongbendo selama tiga periode tersebut melanjutkan sambutannya dengan menjelaskan kesiapan PCM Balongbendo dalam menyambut baik program Muhammadiyah dan Masjid Award. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPCR-PM PDM) Sidoarjo, dan Masjid Abu Bakar turut serta sebagai salah satu peserta. Di akhir sambutannya, Achmad Irjik menyampaikan permohonan maaf karena beberapa jamaah sempat keliru arah menuju masjid Muhammadiyah yang lain. Ia kemudian menjelaskan kondisi geografis Kecamatan Balongbendo yang berada di wilayah paling ujung barat Sidoarjo. “Karena Kecamatan Balongbendo terletak paling ujung barat, sehingga jarang tersentuh. Ada anekdot bahwa Muhammadiyah Balongbendo menjadi kiblatnya Muhammadiyah Sidoarjo karena paling ujung barat,” ujarnya, yang disambut tawa kecil dari para jamaah.
Sambutan berikutnya datang dari Ketua BKMM Sidoarjo, Ahmad Harris. Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penerimaan yang baik bagi jamaah BKMM di Masjid Abu Bakar. Harris juga menyampaikan apresiasi khusus atas kehadiran banyaknya jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Balongbendo yang memadati masjid pagi itu, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Lebih lanjut, Harris menyampaikan penghargaan atas partisipasi aktif PCM Balongbendo dalam program Muhammadiyah dan Masjid Award. Program ini, yang diselenggarakan oleh LPCR-PM PDM Sidoarjo, memiliki tujuan mulia untuk memajukan Muhammadiyah dan seluruh masjid Muhammadiyah se-Sidoarjo. Harris menjelaskan, “Ajang ini untuk fastabiqul khairat dan memperbaiki standar masjid.” Ia menambahkan bahwa program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masjid-masjid Muhammadiyah, serta menjadi sarana penting untuk menggali dan mengetahui potensi hebat yang dimiliki masjid-masjid Muhammadiyah di seluruh Sidoarjo.
Setelah rangkaian sambutan selesai, jamaah memasuki sesi utama kegiatan SAS pagi itu, yakni tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Tamami dari Sedati. Dengan jenggot khasnya, Ustaz Tamami membawakan pesan mendalam tentang zikir, mengkaji pentingnya senantiasa berzikir kepada Allah Swt. Ia menjelaskan bahwa zikir dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, tidak terbatas pada posisi tertentu, termasuk saat berdiri, duduk, maupun berbaring. “Zikir itu bisa dikerjakan baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Itulah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan,” imbuhnya, sambil mengutip Surat Ali Imran ayat 190 untuk memperkuat pernyataannya.
Ustaz Muhammad Tamami kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai tata cara zikir yang dianjurkan setelah selesai melaksanakan salat. Ia menekankan urutan yang benar, “Zikir selesai salat, bacaan pertama yakni istighfar. Bukan ngobrol dulu, bukan ambil tasbih dulu, bukan salaman dulu,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya mendahulukan istighfar.
Ia lalu memaparkan beberapa bacaan zikir setelah salat yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Salah satu zikir utama yang diajarkan adalah membaca kalimat “laa ilaaha illaallah wahdahuu laa syarikah lah. Lahul mulku wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” Ustaz Tamami menjelaskan keutamaan membaca kalimat tersebut sebanyak sepuluh kali setelah salat subuh dan Maghrib, dengan syarat dibaca sebelum berpindah posisi dari tempat salat. “Barangsiapa yang membaca kalimat itu sebanyak 10 kali setelah salat subuh dan Maghrib sebelum berpindah posisi. Maka akan tercatat 10 kali kebaikan, 10 kali terhapus dosanya, 10 kali terangkat derajatnya,” terangnya, memotivasi jamaah untuk mengamalkan zikir tersebut.
Selain itu, Ustaz Tamami juga menguraikan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir, yang masing-masing dianjurkan untuk dibaca sebanyak 33 kali. Rangkaian zikir tersebut kemudian ditutup dengan kembali membaca kalimat “laa ilaaha illaallah wahdahuu laa syariikalah. Lahul mulku wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir,” sebagai penutup sempurna dari rangkaian zikir. Ia menegaskan pentingnya amalan ini dengan menyatakan, “Pesan Zikir ini akan menjadi perisai terjaga dari api neraka. Terhindar dari gangguan jin dari depan dan belakang,” memberikan pemahaman mendalam tentang perlindungan spiritual yang diperoleh dari zikir.
Rangkaian pesan zikir dalam kegiatan Safari Ahad Subuh ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Tamami, memohon keberkahan dan ampunan dari Allah Swt. Setelah itu, anggota BKMM Sidoarjo secara simbolis membagikan bantuan sosial kepada jamaah Masjid Abu Bakar, yang diterima oleh Takmir Masjid Abu Bakar untuk disalurkan. Kegiatan yang penuh berkah ini kemudian ditutup dengan hidangan rawon yang lezat, menjadi momen kebersamaan dan silaturahim bagi seluruh jamaah yang hadir.













