KlikMojok – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen sukses mencuri perhatian publik dengan gebrakan yang tak biasa. Bagaimana tidak, kisah agung Rasulullah SAW justru disampaikan melalui perpaduan indah wayang kulit, wayang golek, dan alunan tembang Jawa, sebuah kolaborasi budaya yang langsung membakar antusiasme seluruh warga madrasah.
Peristiwa istimewa ini diselenggarakan di Gedung Serbaguna MAN 1 Kebumen pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Memperkuat Cinta kepada Bangsa dan Negara”, kegiatan ini dirancang secara matang bukan sekadar sebagai momentum memperingati sosok panutan dunia. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah strategis untuk penanaman budaya serta penguatan karakter bangsa bagi seluruh warga madrasah, sebuah pendekatan yang sangat relevan di tengah arus modernisasi.

Rangkaian acara diawali dengan suasana khidmat yang terbangun melalui pembacaan ayat suci Al-Quran oleh A. Ibju Aqil, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji. Lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang syahdu dan penuh keberkahan kemudian dibawakan oleh Kelompok Kajian Keagamaan Islam (KKI) MAN 1 Kebumen, dipimpin oleh M. Bakhrur Rizky dari kelas XI B2. Suasana spiritual yang mendalam telah menyelimuti MAN 1 Kebumen sejak awal dimulainya kegiatan, mempersiapkan hati para hadirin.
Memasuki acara inti, gemuruh antusiasme semakin terasa. Sirah nabawiyah disampaikan dengan kemasan yang unik dan komunikatif oleh Ki Dalang Ahmad Hanafi, seniman wayang ternama dari Langenrejo, Kecamatan Butuh, Purworejo. Melalui media wayang kulit dan wayang golek, diiringi alunan tembang-tembang Jawa yang merdu dari para sinden, Ki Dalang tidak hanya memaparkan silsilah Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Ia juga secara brilian menyampaikan pesan-pesan mendalam melalui tokoh punakawan Semar yang bijaksana.
Dalam pertunjukan pewayangan yang memukau tersebut, Ki Dalang Ahmad Hanafi secara gamblang menekankan pesan penting dari Semar mengenai cara mengisi kehidupan di bumi. Pesan tersebut adalah dengan “njumenengaken (menegakkan) ibadah serta meramaikan bumi melalui hal-hal yang bermanfaat.” Lebih lanjut, penceramah juga secara tegas mengingatkan seluruh civitas akademika MAN 1 Kebumen bahwa menjadi orang baik itu mudah, tetapi yang paling sulit dan penuh tantangan adalah menjaga keistiqomahan dalam kebaikan tersebut, sebuah nasihat yang menggugah.
Kolaborasi apik antara nilai-nilai keislaman yang agung dan kearifan lokal Jawa yang kaya ini terbukti sukses besar, menarik antusiasme tinggi dari para siswa dan guru. Melalui pendekatan seni budaya tradisional yang dekat dengan keseharian masyarakat, pesan-pesan moral mengenai akhlakul karimah, rasa nasionalisme, serta kecintaan terhadap tanah air dapat tersampaikan dengan sangat hangat dan berhasil membakar semangat seluruh jajaran MAN 1 Kebumen. Inilah mengapa pendekatan inovatif ini menjadi perbincangan, menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan agama bisa disampaikan dengan cara yang tak hanya efektif, tetapi juga sangat menghibur dan mengena.
Rangkaian acara yang khidmat sebelumnya, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh A. Ibju Aqil, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji. Lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang merdu dibawakan oleh Kelompok Kajian Keagamaan Islam (KKI) MAN 1 Kebumen, dipimpin oleh M. Bakhrur Rizky dari kelas XI B2. Suasana syahdu dan penuh keberkahan telah menyelimuti MAN 1 Kebumen sejak awal dimulainya kegiatan, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.













