KlikMojok – Kuliner Nusantara terus membuktikan pesonanya yang mampu memikat hati wisatawan mancanegara, tak terkecuali di Yogyakarta. Di kawasan Jalan Prawirotaman, seorang warga negara Australia bernama Luke McKenzie memutuskan untuk terjun langsung dalam bisnis kuliner dengan mendirikan Warung Nasi Sedep Mantep.
Warung yang mengusung konsep perpaduan Jawa-modern ini menyajikan beragam menu rumahan khas Nusantara. Menariknya, Luke menguasai sebagian besar resep makanannya setelah menghabiskan waktu sekitar lima tahun tinggal di Indonesia. Kehadiran Luke di balik dapur warung ini memberikan sentuhan unik, di mana cita rasa lokal tetap menjadi prioritas, namun diracik oleh seorang pemilik yang berasal dari Australia.
Salah satu menu andalan yang menjadi daya tarik utama adalah ragam sambal yang menjadi pelengkap aneka lauk. Di antara pilihan sambal yang ditawarkan adalah Sambal Terasi Bakar dan Cumi Asin Balado. Racikan sambal di Warung Nasi Sedep Mantep dirancang untuk memberikan rasa pedas yang cukup menggigit, namun tetap harmonis dengan sentuhan gurih dan manis yang menjadi ciri khas kuliner Yogyakarta.
Salwa Nabila, seorang wisatawan asal Sidoarjo, mengaku kerap menjadikan warung ini sebagai destinasi wajib setiap kali berkunjung ke Yogyakarta. Ia memiliki menu favorit yang selalu dicari, yaitu Ayam Sere yang disajikan bersama nasi daun jeruk dan sambal. Menurut pengakuannya, ayam tersebut memiliki tekstur daging yang sangat juicy, terutama pada bagian paha atas yang dibalut dengan sere kering. Lauk ini kemudian dipadukan dengan nasi daun jeruk yang harum dan terong goreng yang renyah.
“Setiap ke Jogja selalu beli ayam sere nasi daun jeruk sambel dicocol dengan terong gorengnya yang crispy dan kriuk. Entah dari mana inspirasi pemiliknya, namun sayang tidak bisa dibawa pulang ke Sidoarjo karena sepertinya tidak terlalu tahan lama,” ungkap Salwa, Sabtu (5/9/2026). Kombinasi hidangan ini memberikan pengalaman kuliner yang istimewa bagi Salwa, dengan cita rasa masakan rumahan yang kuat dan sambal yang menggugah selera menjadi alasan utama ia kembali mengunjungi warung tersebut.
Meskipun dikelola oleh seorang ekspatriat, harga makanan di Warung Nasi Sedep Mantep tetap terjangkau bagi berbagai kalangan. Satu porsi nasi lengkap dengan lauk dibanderol dengan harga mulai dari Rp12 ribu hingga Rp25 ribu. Kisaran harga ini memungkinkan warung tersebut untuk melayani baik wisatawan maupun warga lokal.
Konsep makanan rumahan yang diusung tidak hanya memberikan pengunjung kesempatan untuk mencicipi kuliner Nusantara, tetapi juga menghadirkan suasana makan yang sederhana dan akrab, layaknya di rumah sendiri. Keunikan lain dari warung ini adalah cara Luke berinteraksi dengan para pelanggannya. Ia kerap menyapa pengunjung menggunakan bahasa Jawa, bahkan dengan ragam krama lugu, menunjukkan kedekatannya dengan budaya lokal.
Kehadiran Luke di dunia kuliner Yogyakarta menjadi bukti nyata bagaimana kuliner Indonesia dapat menjadi jembatan pertemuan berbagai budaya. Setelah bertahun-tahun menetap di Indonesia, Luke tidak hanya menikmati hidangan lokal, tetapi juga aktif mempelajari cara pengolahannya dan mengintegrasikannya ke dalam usaha kulinernya.
Warung Nasi Sedep Mantep berhasil menawarkan sebuah perpaduan yang menarik: pemilik yang berasal dari Australia, menu rumahan khas Nusantara, serta atmosfer khas Yogyakarta. Mulai dari sepiring nasi, aneka lauk, sambal yang menggugah selera, hingga cara pemilik menyapa pelanggan, warung ini menyajikan pengalaman kuliner yang memadukan budaya Australia dengan kekayaan rasa Indonesia.
Kisah Luke McKenzie tidak hanya tentang membuka warung makan, tetapi juga menjadi testimoni bahwa kuliner lokal memiliki daya tarik lintas budaya yang kuat. Cita rasa Nusantara tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat dipelajari, diolah, dan diperkenalkan kembali dengan bangga oleh warga negara asing yang memilih Indonesia sebagai tempat tinggal dan berbisnis. (way/ted)












