Menu

Mode Gelap
Pentol Cempaka Surabaya: Mencicipi Sensasi Daging Dominan dengan Harga Terjangkau Lebih dari Sekadar Pangan: Bagaimana Bantuan Beras Mengukir Senyum di Wajah Warga Bondowoso Lebih dari Sekadar Api: Damkar Pamekasan dan Kisah 150 Penyelamatan Nonkebakaran, dari Tawon Vespa hingga Kunci Mobil Audit Energi Gedung PP Muhammadiyah: Wujud Tanggung Jawab Keagamaan dalam Konservasi Lingkungan Bikin Geger! Kemendikdasmen Buka Akses Survei Lingkungan Belajar LAGI: Ada ‘Force Majeure’ dan Batas Waktu Mepet! DPR Soroti Perpusnas: Jangan Cuma Buku Pelajaran, Literasi Butuh Bacaan Berkualitas Masuk Sekolah!

Pendidikan

Tiga Pilar Penting untuk Mahasiswa Baru FEB Umla: Koneksi, Potensi, dan Dampak Positif

badge-check


					Tiga Pilar Penting untuk Mahasiswa Baru FEB Umla: Koneksi, Potensi, dan Dampak Positif Perbesar

KlikMojok – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) telah membekali mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dengan fondasi penting melalui tiga pesan utama. Pembekalan ini disampaikan dalam rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) FEB Umla 2026 yang berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, di kampus Umla, Lamongan. Pesan-pesan tersebut meliputi pentingnya membangun koneksi yang jujur, menggali dan mengembangkan potensi diri, serta menciptakan dampak positif melalui karya-karya nyata.

Mastama 2026 ini memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa baru untuk beradaptasi dan mengenal lebih jauh lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempersiapkan mereka agar lebih siap menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan akademik di jenjang perguruan tinggi.

H. Suyitno, S.E., M.M., selaku Dekan FEB Umla, dalam sambutannya menekankan bahwa Mastama bukan sekadar acara pengenalan kampus. Meskipun penting bagi mahasiswa baru untuk mengenali para dosen, tenaga kependidikan, senior, dan berbagai organisasi mahasiswa, ia juga mendorong mereka untuk secara aktif mulai membangun relasi yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Menurut Suyitno, relasi yang terjalin sejak awal Masa Ta’aruf Mahasiswa ini memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat signifikan sepanjang perjalanan akademik mahasiswa. Bahkan, koneksi yang dibangun dengan baik bisa terus berlanjut dan memberikan keuntungan ketika mahasiswa memasuki dunia profesional setelah lulus.

Ia menjelaskan, “Membangun koneksi bukan hanya menambah relasi, memperkaya kenalan, atau memanfaatkan kepentingan sesaat. Membangun koneksi berbasis kejujuran adalah membangun relasi dalam jangka panjang. Relasi itu akan menguatkan dan melapangkan jalan kita menuju keberhasilan pada masa mendatang.”

Oleh karena itu, Suyitno mendorong setiap mahasiswa baru untuk saling berinteraksi, mengenal satu sama lain, dan memahami latar belakang rekan-rekan mereka. Perbedaan asal daerah maupun kondisi keluarga yang beragam dapat menjadi sebuah ruang yang kaya untuk saling bertukar informasi dan pengalaman.

Melalui interaksi yang mendalam tersebut, mahasiswa diharapkan dapat saling memberikan dukungan dan membangun kerja sama yang solid. Hubungan yang terjalin pun tidak akan berhenti setelah Mastama berakhir, melainkan akan terus berkembang selama masa perkuliahan. Mahasiswa akan terus berinteraksi dengan dosen pembimbing akademik, dosen pengampu mata kuliah, ketua program studi, pengurus organisasi mahasiswa, serta berbagai unsur lain di lingkungan kampus.

Pilar kedua yang ditekankan adalah pentingnya mahasiswa untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan dirinya. Setiap individu mahasiswa memiliki keunikan dan potensi tersembunyi yang dapat diasah dan dimaksimalkan, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Maksimalkan potensi Anda. Jangan pernah merasa takut untuk menunjukkan kemampuan selama masih berada dalam koridor yang baik,” pesan Suyitno dengan tegas.

Lingkungan kampus, lanjutnya, menyediakan beragam fasilitas dan ruang untuk mengasah berbagai kemampuan. Mahasiswa yang memiliki bakat di bidang seni, misalnya, dapat menyalurkan minat dan bakatnya melalui berbagai pentas seni atau kegiatan kreatif lainnya. Sementara itu, mahasiswa dengan kemampuan di bidang keagamaan dapat mengambil peran aktif di Masjid Ki Bagus Hadikusumo, seperti menjadi imam, muazin, atau menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit).

Keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan diri merupakan langkah awal penting bagi mahasiswa untuk mengenali potensi sejati mereka. Selanjutnya, potensi yang terus diasah dan dikembangkan secara konsisten selama masa kuliah berpeluang besar untuk berkembang menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Meskipun demikian, Suyitno mengingatkan mahasiswa agar tetap bijak dan tidak menunjukkan kemampuan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Pengembangan potensi harus selalu dilakukan dalam koridor yang baik dan positif.

Pilar terakhir, koneksi dan potensi saja belum dianggap cukup jika tidak mampu menghasilkan dampak nyata. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menghadirkan karya, ide, gagasan, atau produk yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas.

Dampak positif yang dihasilkan dari karya mahasiswa diharapkan tidak hanya terbatas pada kepentingan pribadi. Karya tersebut juga harus mampu memberikan kontribusi dan manfaat bagi keluarga, masyarakat luas, bangsa, dan negara.

Menyimpulkan pesannya, Suyitno menegaskan, “Membangun koneksi, mengembangkan potensi, kemudian menciptakan dampak. Tiga hal ini harus menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama berada di Umla.”

Setelah sesi pembekalan dari Dekan, rangkaian Mastama FEB Umla 2026 dilanjutkan dengan orasi dan pengenalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Umla. Gubernur BEM FEB Umla, Basyarudin Ilyas Farisi, memimpin sesi ini, memberikan gambaran tentang kehidupan organisasi di tingkat fakultas serta beragam kesempatan partisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan.

Suyitno kembali menegaskan bahwa Mastama hanyalah sebuah pintu awal menuju kehidupan kampus yang lebih luas. Setelah kegiatan ini berakhir, mahasiswa diharapkan akan terus aktif membangun relasi, mengasah potensi, dan belajar menghasilkan karya-karya inovatif melalui berbagai kegiatan dan kesempatan yang tersedia di lingkungan FEB Umla.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih dari Sekadar Pangan: Bagaimana Bantuan Beras Mengukir Senyum di Wajah Warga Bondowoso

3 September 2026 - 12:35 WIB

Lebih dari Sekadar Api: Damkar Pamekasan dan Kisah 150 Penyelamatan Nonkebakaran, dari Tawon Vespa hingga Kunci Mobil

3 September 2026 - 12:34 WIB

Audit Energi Gedung PP Muhammadiyah: Wujud Tanggung Jawab Keagamaan dalam Konservasi Lingkungan

3 September 2026 - 10:04 WIB

Senja di Sungai Soco: Misteri Karyadi, Sang Pencari Ikan yang Pulang Tanpa Nyawa

3 September 2026 - 06:15 WIB

Bayang-bayang Keracunan di Sekolah: BGN Kawal Pemulihan Ratusan Siswa di Sidoarjo

3 September 2026 - 06:14 WIB

Trending di Pendidikan