Menu

Mode Gelap
Anies Baswedan Wanti-wanti: UU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Senjata Habisi Lawan Politik! Rekrutmen KAI Group 2026 Buka Kesempatan Emas, Tapi Awas Penipuan! Jaminan Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Utama! Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG Ketika Gunung Kawi Menarik Napas: Jalur Pendakian Sirah Kencong Menanti Pulih Usai Api Padam Rona Subuh di Bawah Randu: Kisah Pilu Siswa SMK Melahirkan dan Bayi yang Ditemukan di Magetan

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Pangan: Bagaimana Bantuan Beras Mengukir Senyum di Wajah Warga Bondowoso

badge-check


					Lebih dari Sekadar Pangan: Bagaimana Bantuan Beras Mengukir Senyum di Wajah Warga Bondowoso Perbesar

KlikMojok – Di sudut Dusun Karangrejo 1, Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Misriani (25) menanti dengan napas tertahan. Bukan sekadar kiriman biasa, melainkan tumpukan karung beras yang akan menjadi penopang hidupnya dan keluarga selama beberapa bulan ke depan. Untuk pertama kalinya, ia menjadi bagian dari ribuan penerima bantuan pangan (bapang) yang disalurkan pemerintah, sebuah uluran tangan yang dirasakan begitu nyata di tengah gejolak ekonomi yang kerap menghimpit.

Sebanyak 30 kilogram beras, alokasi untuk tiga bulan—Juli, Agustus, dan September 2026—kini berada di genggamannya. Raut lega tak bisa disembunyikan dari wajah Misriani. Dengan suara penuh syukur, ia mengungkapkan, “Kami sangat berterima kasih karena telah memberikan bantuan pangan kepada kami karena itu sangat membantu perekonomian kami. Dapatnya 30 kilogram untuk tiga bulan, Juli sampai September. Ini untuk pertama kalinya saya dapat,” ucapnya pada Kamis (3/9/2026), menegaskan betapa berarti bantuan beras ini bagi dapur rumah tangganya yang sederhana.

Kisah Misriani hanyalah satu dari 1.258 penerima bantuan pangan (PBP) di Desa Grujugan Kidul. Mereka adalah representasi dari masyarakat yang paling rentan, terdaftar dalam desil 1 hingga 4, termasuk para lansia, penderita penyakit kronis, dan keluarga-keluarga yang hidup dalam keterbatasan. Kepala Desa Grujugan Kidul, Tofan Firdaus, atau akrab disapa Tenggi Yus, membenarkan dampak positif program ini. “Alhamdulillah hari ini ada pendistribusian bantuan pangan di desa kami sebanyak 1.258 penerima dari desil 1 sampai 4, yang mana di situ ada lansia, penderita penyakit kronis, dan lainnya,” ujarnya, sembari menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya mulia ini. Baginya, bantuan beras ini adalah jangkar yang menahan gelombang kesulitan hidup warganya.

Skala bantuan ini meluas hingga ke tingkat kecamatan. Camat Grujugan, Azas Suwardi, memantau langsung proses penyaluran di Desa Grujugan Kidul, yang merupakan bagian dari total 9.210 penerima di 11 desa di wilayahnya. “Hari ini saya monitoring di Desa Grujugan Kidul. Untuk tiap penerima dapat 30 kilogram beras karena akumulasi tiga bulan,” jelas Azas. Dengan demikian, total beras yang didistribusikan di Kecamatan Grujugan saja mencapai sekitar 276 ton, sebuah angka yang menggambarkan besarnya upaya untuk menjangkau setiap rumah tangga yang membutuhkan. Desa-desa tersebut meliputi Grujugan Kidul, Kejawan, Tegal Mijin, Taman, Dawuhan, Kabuaran, Wonosari, Dadapan, Sumberpandan, Pekauman, dan Wanisodo.

Di balik layar distribusi yang masif ini, Perum Bulog Kancab Bondowoso memegang peran sentral. Pemimpin Cabangnya, Eko Yudi Miranto, menjelaskan bahwa bantuan pangan periode kedua ini mencakup alokasi Juli hingga September 2026. Setiap PBP berhak atas 10 kilogram beras per bulan, namun disalurkan sekaligus dalam tiga karung beras, atau total 30 kilogram, untuk efisiensi dan kemudahan. “Jadi untuk penyaluran bantuan pangan di wilayah Bulog Kancab Bondowoso periode kedua ini disalurkan Juli-September dengan alokasi penerima bantuan pangan mendapatkan 10 kilogram per bulan. Tiap penyaluran langsung tiga alokasi, jadi tiap PBP menerima tiga karung beras atau 30 kilogram,” papar Eko. Penyaluran periode kedua ini sendiri telah dimulai sejak Agustus dan ditargetkan rampung pada 30 September 2026.

Secara keseluruhan di Kabupaten Bondowoso, jumlah penerima bantuan pangan mencapai angka fantastis: 166.275 PBP, dengan total alokasi hampir 5.000 ton beras. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 4.000 PBP dibandingkan periode sebelumnya pada Februari-Maret. Sementara itu, di Kabupaten Situbondo, terdapat 116.213 PBP dengan alokasi sekitar 3.500 ton beras, meskipun mengalami penurunan sekitar 1.525 PBP dari periode sebelumnya. Data penerima ini, Eko menambahkan, bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diterima Perum Bulog dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Datanya timbul di sistem untuk langsung disalurkan,” ujarnya, menjamin akurasi dan ketepatan sasaran.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan perut, program bantuan pangan ini memiliki dimensi yang lebih luas. Eko Yudi Miranto berharap, “Kami berharap penyaluran bapang bisa kontinyu supaya bisa meringankan masyarakat yang membutuhkan, juga menjaga kestabilan beras dan pasokan pangan di masyarakat.” Harapan ini merangkum esensi dari setiap butir beras yang disalurkan: bukan hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga tentang menjaga harga tetap stabil, merajut kembali jaring pengaman sosial, dan yang terpenting, menumbuhkan kembali secercah harapan di hati ribuan keluarga di Bondowoso bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kerasnya hidup.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Gunung Kawi Menarik Napas: Jalur Pendakian Sirah Kencong Menanti Pulih Usai Api Padam

4 September 2026 - 15:25 WIB

Rona Subuh di Bawah Randu: Kisah Pilu Siswa SMK Melahirkan dan Bayi yang Ditemukan di Magetan

4 September 2026 - 15:25 WIB

Di Laut Demung, Dua Nyawa Bergantung pada Suara Mesin yang Senyap

4 September 2026 - 12:34 WIB

Hijaukan Bojonegoro: Perhutani Parengan Tanam Bibit Harapan, Warga Sambut Baik

4 September 2026 - 12:34 WIB

Mastama 2026 Umla Berakhir: Mahasiswa Baru Ditantang Tumbuh, Berkarya, dan Berdampak

4 September 2026 - 12:33 WIB

Trending di Pendidikan