Menu

Mode Gelap
Anies Baswedan Wanti-wanti: UU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Senjata Habisi Lawan Politik! Rekrutmen KAI Group 2026 Buka Kesempatan Emas, Tapi Awas Penipuan! Jaminan Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Utama! Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG Ketika Gunung Kawi Menarik Napas: Jalur Pendakian Sirah Kencong Menanti Pulih Usai Api Padam Rona Subuh di Bawah Randu: Kisah Pilu Siswa SMK Melahirkan dan Bayi yang Ditemukan di Magetan

Surabaya Raya

Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan

badge-check


					Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan Perbesar

KlikMojok – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Jaidal Akmal Husein, seorang balita berusia enam bulan yang berasal dari Sidoarjo dan terindikasi mengalami stunting. Di samping tantangan dalam penanganan kesehatannya, keluarga Jaidal juga menghadapi hambatan administrasi kependudukan yang menyulitkan mereka dalam mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah. Permasalahan ini mencuat setelah Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menerima laporan mengenai keberadaan balita stunting di Kecamatan Sukodono. Menindaklanjuti informasi tersebut, Dhamroni bersama anggota Komisi D, Sutadji, segera mengunjungi lokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Sukodono.

Saat kunjungan dilakukan, Jaidal sedang berada di Puskesmas Sukodono untuk menjalani perawatan dan berkonsultasi dengan ahli gizi. Dhamroni menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Jaidal tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup persoalan administrasi kependudukan yang kompleks. Saat ini, Jaidal tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Cangkringsari, Kecamatan Sukodono. Namun, status administrasi kependudukan keluarga tersebut masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang terdaftar di Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu.

“Kemarin saya melihat di sana terkendala proses administrasi. KK-nya masih ikut keluarganya di Kecamatan Wonoayu, Desa Karangpuri,” kata Dhamroni pada hari Jumat (4/9). Situasi ini menjadi semakin pelik karena Soemarni, nenek Jaidal, tidak memiliki tempat tinggal pribadi. Meskipun ia secara administratif masih terdaftar sebagai warga Desa Karangpuri, Wonoayu, saat ini ia mengasuh cucunya di rumah milik kerabat yang berlokasi di wilayah Sukodono. Kondisi administrasi yang tidak sesuai domisili ini dilaporkan berdampak pada akses keluarga terhadap bantuan sosial yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dhamroni menambahkan bahwa bantuan sosial untuk keluarga tersebut sempat terblokir karena salah satu anggota keluarga yang masih tercatat dalam satu KK terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.

Sementara itu, Jaidal kini berada dalam pengasuhan kakek dan neneknya setelah ibunya, Ester Apsari, meninggal dunia sekitar seminggu yang lalu. Sebelumnya, kedua orang tua Jaidal telah resmi bercerai, dan sang ayah saat ini bekerja di Surabaya. Dari perspektif kesehatan, kondisi Jaidal juga menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Berat badannya dilaporkan hanya sekitar lima kilogram, sementara berat badan ideal untuk bayi seusianya seharusnya berada di kisaran delapan kilogram. Dhamroni mengungkapkan bahwa Jaidal sebelumnya tidak rutin dibawa ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi maupun pemantauan tumbuh kembang. Kondisi ini diduga turut berkontribusi terhadap keterlambatan pertumbuhan balita tersebut.

Meskipun demikian, Dhamroni menilai bahwa masih ada peluang bagi Jaidal untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya mengingat usianya yang baru menginjak enam bulan. “Masih belum terlambat. Masih usia enam bulan, masih ada potensi besar untuk bisa dipulihkan kembali normal seperti bayi-bayi lainnya,” ujarnya. Oleh karena itu, Komisi D DPRD Sidoarjo memberikan dorongan agar Puskesmas Sukodono dapat melakukan intervensi yang berkelanjutan. Penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga harus diiringi dengan penyelesaian masalah administrasi kependudukan keluarga Jaidal.

Dhamroni telah menjalin koordinasi dengan Camat Sukodono untuk memastikan agar administrasi kependudukan keluarga Jaidal dapat disesuaikan dengan domisili mereka saat ini. Pemisahan Kartu Keluarga (KK) dinilai sebagai langkah krusial agar keluarga Jaidal dapat memperoleh akses terhadap hak-hak dasar sebagai warga negara, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. “Ini sudah termasuk desil dua kalau tidak salah, sehingga bisa menerima bantuan sosial dan hak-haknya, baik dari sisi BPJS Kesehatan dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, Dhamroni juga meminta agar para kader kesehatan dan bidan di wilayah tersebut secara rutin memantau perkembangan Jaidal. Keluarga Jaidal pun diminta untuk proaktif membawa balita tersebut ke Posyandu dan Puskesmas guna memantau tumbuh kembang serta mendapatkan penanganan medis apabila ditemukan masalah kesehatan. Dukungan juga mengalir dari Pemerintah Desa Cangkringsari. Perangkat desa menyatakan kesiapan mereka untuk membantu memenuhi kebutuhan Jaidal, termasuk menyediakan fasilitas antar jemput ke Puskesmas menggunakan mobil siaga desa jika diperlukan. “Anak ini masa depannya juga harus dilindungi. Saya berpesan kepada perangkat desa untuk senantiasa memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan anak ini,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG

4 September 2026 - 15:26 WIB

Dukung Pemulihan Santri, Dokkes Polresta Sidoarjo Gencarkan Patroli Kesehatan di Ponpes Manbaul Hikam

4 September 2026 - 12:35 WIB

DPRD Sidoarjo Desak Audit Menyeluruh SPPG Pasca Absennya BGN-SPPG di Hearing Kasus Keracunan Santri

4 September 2026 - 12:35 WIB

Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Siap Mundur Jika Gagal Penuhi Target Kinerja

3 September 2026 - 21:54 WIB

Keracunan Massal Santri di Sidoarjo: DPRD Desak Evaluasi Total Pengawasan SPPG dan Program MBG

3 September 2026 - 21:54 WIB

Trending di Surabaya Raya