Menu

Mode Gelap
Anies Baswedan Wanti-wanti: UU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Senjata Habisi Lawan Politik! Rekrutmen KAI Group 2026 Buka Kesempatan Emas, Tapi Awas Penipuan! Jaminan Perlindungan Data Pribadi Jadi Sorotan Utama! Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG Ketika Gunung Kawi Menarik Napas: Jalur Pendakian Sirah Kencong Menanti Pulih Usai Api Padam Rona Subuh di Bawah Randu: Kisah Pilu Siswa SMK Melahirkan dan Bayi yang Ditemukan di Magetan

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Api: Damkar Pamekasan dan Kisah 150 Penyelamatan Nonkebakaran, dari Tawon Vespa hingga Kunci Mobil

badge-check


					Lebih dari Sekadar Api: Damkar Pamekasan dan Kisah 150 Penyelamatan Nonkebakaran, dari Tawon Vespa hingga Kunci Mobil Perbesar

KlikMojok – Suara sirene yang memecah kesunyian malam seringkali diasosiasikan dengan kobaran api yang melahap bangunan. Namun, bagi personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Pamekasan, panggilan darurat bisa datang dalam berbagai rupa, jauh melampaui tugas memadamkan api. Dalam delapan bulan pertama tahun 2026, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Agustus, mereka telah membukukan 150 kejadian nonkebakaran, sebuah angka yang menunjukkan spektrum layanan yang kian meluas dan esensial bagi masyarakat.

Data rekapitulasi yang dihimpun Damkar Pamekasan mengungkapkan bahwa dari total 150 insiden tersebut, penyelamatan hewan atau animal rescue menjadi kategori yang paling mendominasi dengan 104 kejadian. Ini bukan sekadar menangani kucing yang tersangkut di pohon, melainkan seringkali berhadapan dengan bahaya yang lebih serius. Tawon vespa, dengan sengatan mematikannya, menjadi ‘musuh’ paling sering dihadapi, tercatat dalam 55 penanganan. Selain itu, petugas juga berjibaku dengan 25 kejadian ular, 13 kejadian biawak, dan 5 kejadian monyet atau kera yang masuk ke permukiman warga. “Dari semua laporan yang masuk, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Tindakan penyelamatan hewan yaitu animal rescue menjadi kasus yang paling banyak mendominasi dengan 104 kejadian,” terang Analis Kebakaran Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Syarif Jailani, pada Kamis (3/9/2026).

Namun, tugas Damkar Pamekasan tidak berhenti pada evakuasi makhluk hidup. Mereka juga menjadi harapan terakhir bagi warga yang kehilangan barang berharga dalam situasi tak terduga. Sebanyak 12 kejadian penyelamatan barang berharga dicatat, termasuk 9 insiden berkaitan dengan cincin atau anting yang tersangkut dan 3 kejadian penyelamatan kunci mobil yang terjebak. Keempat kejadian rescue lainnya juga menunjukkan keragaman tugas ini, meliputi pelepasan borgol, perbaikan rolling door, perbaikan pintu kamar mandi, serta penanganan tutup dupa, masing-masing satu kejadian.

Tak hanya itu, peran mereka juga merambah ke penanganan kondisi lingkungan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan publik. “Sementara 30 kejadian berupa penyemprotan atau penanganan kondisi lingkungan juga kita lakukan, meliputi 21 kejadian tumpahan solar, 6 kejadian saluran mampet, 2 kejadian penyemprotan lumpur, dan 1 kejadian tumpahan minyak,” lanjut Syarif. Dari tumpahan bahan bakar yang berpotensi memicu bahaya hingga saluran air yang mampet, tim Damkar Pamekasan siaga untuk bertindak cepat.

Dalam dinamika penanganan insiden yang beragam ini, risiko selalu mengintai. Beruntung, sebagian besar kejadian dapat diatasi tanpa korban jiwa. Namun, ada tiga orang yang tercatat mengalami luka-luka di lokasi kejadian yang berbeda, bahkan harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan medis. “Beruntung dari semua kejadian yang kami tangani tidak memakan korban, hanya tercatat tiga orang mengalami luka-luka dengan tempat kejadian yang berbeda. Bahkan harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan,” jelas Syarif.

Menyadari potensi bahaya yang mengintai, khususnya dari satwa liar, pihak Damkar Pamekasan senantiasa menegaskan komitmennya untuk memberikan respons cepat setiap kali ada permintaan bantuan dari warga. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba menangani sendiri situasi berbahaya. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengeksekusi sendiri satwa berbahaya tanpa perlengkapan dan keahlian yang memadai,” tegas Syarif. Ia menambahkan pesan penting, “Selain itu jangan panik, dan jangan mencoba mengevakuasi mandiri, terutama pada jenis satwa berisiko tinggi seperti tawon vespa atau ular berbisa. Segera laporkan ke posko Damkar Pamekasan agar bisa kami tangani secara aman.”

Kisah-kisah penyelamatan nonkebakaran ini membuktikan bahwa peran Damkar telah berevolusi jauh melampaui definisi tradisionalnya. Mereka adalah garda terdepan dalam berbagai krisis, menunjukkan kesigapan dan keahlian multifungsi yang tak ternilai. Dari sarang tawon vespa yang mengancam hingga kunci mobil yang terjebak, setiap panggilan adalah kesempatan untuk melayani, melindungi, dan mendidik masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Gunung Kawi Menarik Napas: Jalur Pendakian Sirah Kencong Menanti Pulih Usai Api Padam

4 September 2026 - 15:25 WIB

Rona Subuh di Bawah Randu: Kisah Pilu Siswa SMK Melahirkan dan Bayi yang Ditemukan di Magetan

4 September 2026 - 15:25 WIB

Di Laut Demung, Dua Nyawa Bergantung pada Suara Mesin yang Senyap

4 September 2026 - 12:34 WIB

Hijaukan Bojonegoro: Perhutani Parengan Tanam Bibit Harapan, Warga Sambut Baik

4 September 2026 - 12:34 WIB

Mastama 2026 Umla Berakhir: Mahasiswa Baru Ditantang Tumbuh, Berkarya, dan Berdampak

4 September 2026 - 12:33 WIB

Trending di Pendidikan