Menu

Mode Gelap
Menggegerkan! Foto Ali Mujahidin dan Iman Ariyadi, Rival Politik Banten Kini Bersatu dalam Satu Bingkai Menguak Misteri Desil: Ketika Peringkat Ekonomi Warga Bergeser Meski Kondisi Tak Berubah Ketika Surat Pengunduran Diri Jadi Belenggu: Kisah Korupsi Bupati Tulungagung Rp3,2 Miliar Edukasi Keselamatan Kebakaran: Siswa KB Cahaya Aisyiyah Rasakan Langsung Jadi Pemadam Cilik di Damkar Gresik Di Usia ke-49, BKPRMI Jawa Timur Dorong Kader Berdakwah via Mimbar Digital RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi

Pendidikan

Di Usia ke-49, BKPRMI Jawa Timur Dorong Kader Berdakwah via Mimbar Digital

badge-check


					Di Usia ke-49, BKPRMI Jawa Timur Dorong Kader Berdakwah via Mimbar Digital Perbesar

KlikMojok – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur telah berkembang selama hampir lima dekade, beradaptasi dengan berbagai dinamika zaman. Saat ini, organisasi tersebut menghadapi tantangan baru, yakni mendorong para kadernya untuk mengubah ruang digital menjadi mimbar dakwah yang efektif di era modern.

Perayaan hari jadi ke-49 BKPRMI Jawa Timur diselenggarakan dengan kesederhanaan di kawasan Islamic Center Surabaya. Acara tersebut jauh dari kesan mewah, justru diwarnai suasana keakraban di antara sekitar 50 pengurus dan kader yang hadir. Mereka bersama-sama mengenang perjalanan panjang organisasi ini sejak didirikan pada 3 September 1977.

Pada Kamis, 3 September 2026, sebuah tumpeng kuning menarik perhatian sebagai simbol utama perayaan. Proses pemotongan pucuk tumpeng secara perlahan menjadi representasi rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah berlangsung lama. Lebih dari sekadar hidangan, potongan nasi kuning tersebut menyimpan makna filosofis yang mendalam.

Tumpeng kuning itu melambangkan ketabahan sebuah gerakan dakwah yang konsisten menjaga semangatnya, sekaligus merekam upaya pembinaan generasi muda yang telah dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Bersamaan dengan acara tersebut, gema selawat juga terdengar merdu dari Masjid Raya Islamic Center, tempat Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kombinasi dua acara ini menjadikan suasana tasyakuran menjadi lebih reflektif dan penuh makna. Perayaan ulang tahun BKPRMI Jawa Timur berpadu harmonis dengan momentum spiritual yang mendalam.

Dalam momen penuh hikmat tersebut, H. Ahmad Bahruddin, S.Ag., selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur, menyampaikan amanatnya. Beliau mengajak seluruh kader untuk memandang usia organisasi dari sudut pandang yang lebih luas dan strategis.

“Tidak mengacu pada usia manusia, tetapi apa yang akan kita ukir,” ujar Bahruddin dengan tegas.

Menurut Bahruddin, angka 49 tahun bukan hanya sekadar catatan historis, melainkan sebuah kesempatan untuk mengevaluasi jejak dan kontribusi yang telah diberikan. Ia menekankan bahwa zaman terus berevolusi, dan tantangan dakwah juga harus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Oleh karena itu, organisasi seperti BKPRMI memerlukan kreativitas tinggi untuk menjaga relevansi dan daya hidupnya.

Bahruddin berpendapat bahwa situasi yang luar biasa menuntut respons yang setara luar biasanya. Para kader tidak bisa hanya berpegang pada tradisi semata, melainkan harus memiliki kemampuan untuk membaca dan memahami arah perubahan zaman.

Pergeseran zaman telah menciptakan tantangan-tantangan baru bagi gerakan dakwah. Saat ini, ruang digital telah menjelma menjadi arena yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Menanggapi hal ini, Bahruddin secara khusus meminta kader BKPRMI untuk lebih aktif dalam memanfaatkan media sosial. Baginya, perangkat gawai dan berbagai platform digital adalah mimbar dakwah yang baru dan potensial.

“Medsos penting, jangan sampai tidak bergerak. Terus bergerak. Jika tidak bergerak, akan ditinggalkan,” tegas Bahruddin.

Pesan yang disampaikan tersebut mungkin terdengar sederhana, namun mengandung makna krusial terkait keberlanjutan organisasi di masa depan. Realitasnya, dakwah tidak lagi terbatas pada masjid dan majelis taklim saja. Kini, penyebaran pesan kebaikan harus mampu bersaing dan menjangkau linimasa digital yang terus bergerak setiap detiknya.

Oleh karena itu, para kader BKPRMI dituntut untuk memiliki dan mengembangkan kemampuan-kemampuan baru, termasuk meningkatkan kapasitas diri, memupuk kreativitas, dan membangun jaringan komunikasi yang luas. Gagasan ini semakin diperkuat oleh amanat yang disampaikan secara daring setelah waktu Zuhur oleh tokoh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BKPRMI, Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.

Dalam pesannya, Ir. H. Bambang Pranggono kembali mengingatkan para kader tentang khittah atau tujuan dasar organisasi. Sebagai Badan Komunikasi, BKPRMI memiliki kewajiban untuk senantiasa membuka diri dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Dengan terbukanya jalur komunikasi, peluang kolaborasi akan semakin meluas, yang pada gilirannya akan memungkinkan gerakan ini menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat.

Meskipun demikian, adaptasi terhadap teknologi dan perubahan zaman tidak berarti mengabaikan akar perjuangan atau nilai-nilai dasar organisasi. Sebaliknya, teknologi justru harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan dan menyebarkan nilai-nilai luhur yang selama ini telah dijaga oleh BKPRMI.

Menjelang akhir perayaan, milad ke-49 ini memunculkan sebuah refleksi dan pertanyaan penting: jejak seperti apa yang ingin ditinggalkan oleh BKPRMI setelah menempuh perjalanan hampir setengah abad ini?

Jawabannya tentu tidak cukup hanya dengan seremoni atau perayaan semata. Keikhlasan dalam berjuang harus termanifestasi menjadi dampak nyata yang positif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, para kader dituntut untuk terus bergerak, berinovasi, merajut kolaborasi, dan melahirkan kreativitas tanpa batas dalam setiap langkahnya.

Saat pisau membelah pucuk tumpeng, doa-doa tulus mengiringi setiap langkah ke depan. Dari kota Surabaya, tekad dan semangat baru kembali diteguhkan oleh seluruh elemen BKPRMI.

BKPRMI tidak hanya ingin sekadar bertahan menghadapi derasnya arus perubahan zaman. Lebih dari itu, mereka bertekad untuk terus bergerak aktif, berdakwah, berkomunikasi, dan mengukir sejarah yang bermakna. Sebab, meskipun usia organisasi bertambah, semangat dan nyala perjuangan tidak boleh padam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguak Misteri Desil: Ketika Peringkat Ekonomi Warga Bergeser Meski Kondisi Tak Berubah

4 September 2026 - 21:53 WIB

Ketika Surat Pengunduran Diri Jadi Belenggu: Kisah Korupsi Bupati Tulungagung Rp3,2 Miliar

4 September 2026 - 21:52 WIB

Edukasi Keselamatan Kebakaran: Siswa KB Cahaya Aisyiyah Rasakan Langsung Jadi Pemadam Cilik di Damkar Gresik

4 September 2026 - 21:52 WIB

Melodi Terhenti di Ruang Karaoke: Refleksi Kasus Curanmor dan Lingkaran Residivisme di Lumajang

4 September 2026 - 18:51 WIB

Suling Kereta dan Detik-detik Mencekam: Mengapa Keselamatan Perlintasan di Probolinggo Tak Boleh Diabaikan

4 September 2026 - 18:50 WIB

Trending di Pendidikan