KlikMojok – Senja merayap di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, membawa kegelisahan yang merayap pula. Sungai Soco yang biasanya tenang, pada Selasa, 1 September 2026, menjadi saksi bisu penemuan tragis: sesosok mayat laki-laki paruh baya mengapung tanpa identitas. Warga sekitar sontak digegerkan, rasa penasaran bercampur kecemasan menyelimuti suasana.
Namun, misteri itu tak berlarut lama. Sehari berselang, pada Rabu, 2 September 2026, pihak Kepolisian dari Polresta Tuban berhasil mengungkap tabir identitas jenazah yang tak dikenal tersebut. Karyadi, seorang warga Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, adalah nama yang tertera pada kartu identitas yang tak sempat ia tunjukkan kepada dunia lagi.

Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Muhammad Ihsan, menceritakan kronologi penemuan yang mengejutkan itu. Sekitar pukul 10.30 WIB, laporan mengenai penemuan mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Soco diterima. Segera, tim gabungan dari Polresta Tuban dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi yang penuh kehati-hatian.
“Setelah dilakukan evakuasi, jenazah tersebut dibawa ke RSUD Koesma Tuban untuk dilakukan proses identifikasi,” ujar Muhammad Ihsan, merujuk pada langkah selanjutnya yang harus diambil untuk memastikan identitas dan penyebab kematian korban.
Proses identifikasi di RSUD Koesma Tuban akhirnya membuahkan hasil yang cukup mengejutkan sekaligus menyedihkan. Karyadi, warga Bangilan, diduga kuat meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat menjalankan aktivitasnya mencari ikan. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya alat setrum ikan di lokasi kejadian.
“Jadi berdasarkan saksi, korban diduga mencari ikan dengan memakai alat setrum, karena dilokasi ditemukan alat setrum,” terang Ihsan. Penjelasan ini semakin menguatkan dugaan bahwa Karyadi menjadi korban dari profesinya sendiri.
Lebih lanjut, Ihsan menambahkan bahwa hasil identifikasi medis di rumah sakit menunjukkan adanya luka lepuh pada tangan korban. Kondisi ini semakin memperjelas skenario tragis yang dialami Karyadi. Diduga kuat, saat sedang asyik mencari ikan dengan menggunakan alat setrum, terjadi korsleting atau kesalahan penggunaan yang menyebabkan aliran listrik menyambar tubuhnya.
Di antara barang-barang yang ditemukan bersama jenazah Karyadi, pihak kepolisian juga menemukan sebuah kendaraan roda dua, Honda Vario CBS, yang tidak dilengkapi dengan plat nomor. Keberadaan kendaraan ini menambah detail dalam rangkaian peristiwa yang mengantarkan Karyadi pada akhir hayatnya. Setelah semua proses identifikasi dan administrasi selesai, jenazah Karyadi akhirnya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan sesuai dengan adat yang berlaku.













