Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Siswa Entrepreneur SMP Musasi Asah Jiwa Wirausaha di Lembah Bromo

badge-check

Siswa Entrepreneur SMP Musasi Asah Jiwa Wirausaha di Lembah Bromo Perbesar

KlikMojok – Suasana di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) tampak lebih semarak dari biasanya pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sejak pagi, seluruh siswa kelas IX Entrepreneur telah berkumpul di depan sekolah, memancarkan antusiasme yang tinggi.

Hari yang telah lama mereka nantikan akhirnya tiba, yakni kegiatan fieldtrip bertajuk ‘The Greatest Entrepreneurs’ yang diselenggarakan di Lembah Bromo, sebuah lokasi indah di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan perkemahan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang untuk melepaskan penat dari rutinitas belajar di kelas. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah agar para siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung, membangun kekompakan tim, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka dalam suasana alam terbuka yang menantang.

Sebelum memulai perjalanan, seluruh siswa bersama dengan para guru pendamping mereka berkumpul untuk mengikuti doa bersama. Nur Kholifah, S.Pd.I., M.Pd., Gr., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, memimpin jalannya doa tersebut. Setelah itu, Kepala SMP Musasi, Erna Herawati, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka keberangkatan rombongan.

Dalam pidatonya, Ibu Erna mengungkapkan rasa bahagianya karena kegiatan yang telah lama dinanti-nantikan oleh para siswa akhirnya dapat terlaksana.

“Siswa kelas Entrepreneur sering bertanya kepada saya, Bu kapan ini kita berangkat fieldtrip? Yang lain sudah, kita saja yang belum,” cerita Erna, menirukan pertanyaan para siswanya.

Ia melanjutkan, “Ya, anak-anak, ini hadiah untuk kalian yang kalian tunggu selama ini, gunakan momen ini sebagai pembelajaran di luar sekolah.” Pesan tersebut berhasil membangkitkan semangat para siswa sebelum mereka memulai perjalanan petualangan mereka.

Tepat sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan bertolak menuju Lembah Bromo. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari dua jam itu terasa singkat berkat suasana bus yang penuh keceriaan. Nyanyian riang, aktivitas swafoto, dan canda tawa menemani sepanjang perjalanan hingga rombongan tiba di kawasan tujuan.

Setibanya di lokasi, petualangan belum langsung dimulai. Para siswa masih harus menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit lagi untuk mencapai area perkemahan yang sebenarnya. Karena akses jalan yang cukup sulit dan menantang, mereka menggunakan mobil pikap sebagai sarana transportasi menuju titik lokasi.

Suara gemericik arus sungai menjadi sambutan pertama yang menyegarkan telinga para siswa. Hamparan alam yang hijau, udara sejuk pegunungan, dan sinar matahari yang hangat seolah menghapus rasa lelah setelah perjalanan panjang yang mereka tempuh.

Setelah menempatkan barang-barang pribadi di tenda masing-masing, para siswa segera melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjamaah. Mereka kemudian menikmati makan siang bersama sebelum mengikuti agenda pertama yang telah disiapkan.

Pembukaan hari pertama diisi dengan kegiatan edukatif berupa pengenalan dan praktik penanaman selada air. Pemandu wisata mendampingi para siswa berjalan menuju area penanaman yang lokasinya berada sedikit lebih tinggi dari area perkemahan utama.

Rasa ingin tahu para siswa terlihat jelas melalui berbagai pertanyaan yang mereka ajukan. Mereka ingin memahami cara memanen, ciri-ciri tanaman yang siap panen, hingga jenis media yang digunakan untuk menanam selada air.

Dari kegiatan praktik tersebut, para siswa memperoleh pengetahuan baru bahwa selada air dapat tumbuh dengan optimal apabila mendapatkan aliran air yang terus-menerus mengalir. Tanaman ini juga memiliki kemampuan untuk tumbuh merambat dan membentuk akar yang kuat.

Kegiatan menanam ini memberikan kesempatan berharga bagi siswa untuk mengenal proses budidaya tanaman secara langsung. Dalam konteks kewirausahaan, pengalaman tersebut secara signifikan membuka wawasan mereka tentang bagaimana cara mengolah sumber daya alam menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Menariknya, setelah kegiatan penanaman selesai, para siswa justru meminta pemandu untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Rasa penasaran dan semangat berpetualang mereka mengalahkan rasa pegal yang mulai terasa di kaki.

Perjalanan pun berlanjut dengan pengalaman menyeberangi sungai. Tanpa persiapan khusus untuk bermain air, para siswa tetap menikmati segarnya aliran sungai yang dingin. Tawa dan sorak-sorai terdengar riuh saat mereka saling membantu melewati derasnya aliran air.

Setelah kembali ke area perkemahan, seluruh siswa membersihkan diri. Mereka kemudian bersiap menghadapi tantangan berikutnya yang tak kalah menarik, yaitu memasak makan malam sekaligus menyiapkan hidangan untuk penilaian oleh juri.

Sekitar pukul 16.00 WIB, setiap kelompok mulai membagi tugas masing-masing. Ada siswa yang bertanggung jawab memotong bahan makanan, mencuci peralatan, meracik bumbu, hingga menyiapkan hidangan utama. Suasana dapur di setiap kelompok pun dipenuhi dengan kesibukan yang produktif.

Setiap siswa berusaha keras untuk memberikan kontribusi terbaiknya demi keberhasilan kelompok. Pekerjaan yang mungkin terasa berat jika dilakukan sendirian menjadi jauh lebih ringan berkat adanya kerja sama tim dan pembagian tugas yang efektif.

Sekitar pukul 17.00 WIB, setiap tenda telah siap dengan hidangan andalan mereka. Para siswa tidak hanya dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan makanan yang menarik secara visual dan rasa, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, koordinasi tim, kreativitas dalam mengolah bahan, dan pengelolaan waktu yang efisien. Semua keterampilan ini merupakan kemampuan penting yang sangat dibutuhkan dalam dunia kewirausahaan.

Setelah merapikan peralatan memasak dan melaksanakan salat Magrib, para siswa beristirahat sejenak sebelum menikmati makan malam hasil kreasi mereka. Namun, kegiatan hari pertama belum berakhir begitu saja.

Panggilan untuk berkumpul di lapangan kembali mengundang antusiasme para siswa. Kali ini, mereka mengikuti berbagai mini games seru bersama kelompok masing-masing. Meskipun hari mulai larut dan gelap, semangat berkompetisi tetap menyala-nyala di antara mereka.

Setiap kelompok berusaha menunjukkan kekompakan dan strategi terbaik mereka untuk menjadi yang unggul dalam setiap permainan. Keceriaan malam itu menjadi penutup yang manis untuk hari pertama perkemahan. Sekitar pukul 20.30 WIB, seluruh siswa kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas hari kedua.

Hari kedua disambut dengan udara dingin yang menjadi ciri khas kawasan pegunungan. Meskipun saat itu adalah musim kemarau, hawa di Lembah Bromo terasa menusuk kulit. Namun, kondisi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat para siswa untuk beraktivitas.

Setelah melaksanakan salat Subuh, mereka mengenakan seragam olahraga dan mengikuti senam pagi bersama. Gerakan demi gerakan membantu menghangatkan tubuh sekaligus membangkitkan energi sebelum menjalani agenda berikutnya yang menantang.

Usai sarapan, para siswa kembali mengikuti mini games yang dipandu oleh tim wisata. Permainan-permainan ini dirancang khusus untuk melatih fokus, kemampuan komunikasi, dan kekompakan antar anggota kelompok.

Setiap tantangan yang diberikan menuntut mereka untuk saling mendukung agar dapat menyelesaikan permainan dengan baik. Setelah beberapa sesi permainan, tibalah agenda yang paling menantang dan ditunggu-tunggu, yaitu water tubing.

Antusiasme siswa semakin memuncak saat kegiatan water tubing akan dimulai. Aktivitas menyusuri sungai menggunakan ban ini menjadi salah satu pengalaman yang paling dinanti selama fieldtrip berlangsung.

Kelompok glamping perempuan mendapat giliran pertama untuk merasakan sensasi water tubing. Sebelum memulai petualangan, para siswa bersama-sama meneriakkan jargon khas tim water tubing, “Slulup, Slulup, Slulup!” dengan penuh semangat.

Sebelum turun ke sungai, pemandu memberikan pengarahan mendetail mengenai aturan keselamatan dan larangan-larangan yang harus dipatuhi. Para siswa kemudian berjalan kaki sekitar lima menit menuju titik awal rute sambil membawa ban masing-masing.

Perjalanan menuju sungai itu sendiri menjadi pengalaman tersendiri. Mereka harus melewati tanjakan sambil membawa ban dan saling membantu agar semua anggota kelompok dapat mencapai lokasi dengan aman dan baik.

Begitu kegiatan dimulai, keceriaan langsung terasa. Guyuran air sungai yang segar dan sensasi mengikuti arus di atas ban menghadirkan pengalaman berbeda dari pembelajaran sehari-hari di kelas. Bagi para siswa, inilah momen untuk menikmati keindahan alam sekaligus mempererat hubungan persahabatan dengan teman dan guru. Bahkan setelah water tubing selesai, mereka masih ingin bermain air dan menikmati kejernihan sungai sebelum kembali ke area perkemahan.

Menjelang siang, seluruh siswa membersihkan diri dan merapikan tenda masing-masing. Sebelum meninggalkan Lembah Bromo, mereka makan siang bersama dan melaksanakan salat Zuhur secara berjamaah sebagai penutup kegiatan.

Rangkaian terakhir adalah acara penutupan serta pembagian hadiah kepada kelompok-kelompok terbaik yang telah menunjukkan performa unggul. Suasana kebersamaan yang terbangun selama dua hari menjadi salah satu kenangan berharga yang tak terlupakan bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, para siswa belajar banyak hal, mulai dari mengenal potensi alam, pentingnya bekerja sama, membagi tanggung jawab, mengembangkan kreativitas, hingga membangun keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Kegiatan ini dibimbing oleh Jurnalis Afika Ruby Syifani dan disunting oleh Mahyuddin Syaifulloh.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Suara di Balik Laju Kencang: Keluh Kesah Pedagang Kecil Surabaya Saat Akses Jualan Ditutup

25 Okt 2026 - 06:12 WIB

Suara di Balik Laju Kencang: Keluh Kesah Pedagang Kecil Surabaya Saat Akses Jualan Ditutup

Bayang-bayang Konvoi Remaja: Tragedi Dini Hari di Arteri Jombang

25 Okt 2026 - 06:11 WIB

Bayang-bayang Konvoi Remaja: Tragedi Dini Hari di Arteri Jombang

Sinergi Lazismu dan IMM OKU Timur: Penyaluran Sembako untuk Umat dengan Pendekatan Terukur

25 Okt 2026 - 06:10 WIB

Sinergi Lazismu dan IMM OKU Timur: Penyaluran Sembako untuk Umat dengan Pendekatan Terukur

Di Balik Jeruji, Hak Konstitusional Tetap Bersemi: KPU Probolinggo Pastikan Suara Warga Binaan Terakomodasi

24 Okt 2026 - 21:06 WIB

Di Balik Jeruji, Hak Konstitusional Tetap Bersemi: KPU Probolinggo Pastikan Suara Warga Binaan Terakomodasi

Gotong Royong Komunitas Muhammadiyah Kembalikan Senyum Guru Korban Kebakaran di Lumajang

24 Okt 2026 - 21:05 WIB

Gotong Royong Komunitas Muhammadiyah Kembalikan Senyum Guru Korban Kebakaran di Lumajang
Trending di Pendidikan