KlikMojok – Senyum haru bercampur lega terpancar jelas di wajah Afni Nur Susiowati ketika ia kembali menginjakkan kaki di rumahnya yang baru saja rampung direnovasi. Momen penuh makna ini terjadi pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, di Dusun Jombang RT 23 RW 6, Desa Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.
Afni, yang sehari-hari mengajar di SMP Muhammadiyah 3 Yosowilangun, sebelumnya harus menghadapi musibah besar. Rumahnya ludes dilalap api akibat korsleting listrik pada hari Rabu, 9 September 2026.
Menyikapi kejadian tersebut, Lazismu Lumajang segera bergerak cepat dengan menggalang dana untuk proses renovasi. Sementara itu, Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) turut ambil bagian dengan mengerahkan para relawan ahli untuk membantu perbaikan rumah tersebut.
Proses serah terima rumah yang baru saja selesai direkonstruksi ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Afni. Ia kini dapat kembali menempati huniannya dan secara langsung merasakan betapa besar kepedulian serta semangat gotong royong dari berbagai pihak yang telah membantunya memperbaiki rumah.
Acara serah terima rumah tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Teguh Hidayat; Sekretaris PDM, Zainal Abidin; Camat Yosowilangun, Arief Mashudi, S.Pi., M.P.; Ketua Badan Pengurus Lazismu Lumajang, Drs. Djatto, M.M.; Ketua MDMC Lumajang, Muhammad Yusuf Hidayatulloh; serta Ketua PCM Yosowilangun, Muakhlan.
Dalam sambutannya, Teguh Hidayat menekankan bahwa musibah yang menimpa Afni bukan hanya sekadar ujian bagi sang korban, melainkan juga bagi seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya. “Sesungguhnya musibah ini bukan hanya ujian bagi Ibu Afni, melainkan juga ujian bagi kita semua. Ibu Afni diuji dengan kesabaran, sementara kita juga diuji apakah memiliki kepedulian, simpati, atau empati kepada saudara kita yang terkena musibah,” ungkap Teguh Hidayat dalam pidatonya.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa dari sudut pandang keagamaan, baik kehidupan maupun kematian merupakan bagian integral dari ujian yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada setiap umat manusia. Oleh karena itu, setiap musibah yang terjadi seharusnya menjadi sebuah pengingat bagi manusia untuk terus memperkuat fondasi keimanan mereka, sekaligus mendorong peningkatan kepedulian sosial terhadap sesama.
Teguh juga tak lupa mengingatkan para hadirin mengenai pentingnya menjaga keseimbangan harmonis antara sikap sabar dan rasa syukur dalam menjalani setiap fase kehidupan. “Ada dua hal yang terus beriringan ke mana pun kita pergi, yakni sabar dan syukur. Sabar ketika mendapatkan musibah dan syukur ketika mendapatkan nikmat,” tuturnya, menggarisbawahi dua pilar penting dalam spiritualitas seorang muslim.
Menurut Teguh, kedua sikap fundamental tersebut wajib senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan seorang muslim. Ketika dihadapkan pada berbagai cobaan dan kesulitan, seseorang diwajibkan untuk bersabar. Sebaliknya, saat mendapatkan anugerah dan nikmat, ia harus menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah Swt.
Ia menambahkan bahwa musibah merupakan peristiwa yang kerap kali datang tak terduga, tanpa bisa diprediksi kapan dan siapa yang akan mengalaminya. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk senantiasa mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari setiap kejadian yang menimpa. “Sebagai orang yang beriman, pandai-pandailah kita mengambil hikmah dari segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita,” tegasnya, mengajak audiens untuk reflektif.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh Hidayat, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses rekonstruksi rumah Ibu Afni. Apresiasi yang istimewa secara khusus ditujukan kepada para donatur dan relawan yang dengan ikhlas telah menyumbangkan tenaga, meluangkan waktu, mencurahkan pikiran, serta menyumbangkan materi demi membantu membangun kembali hunian tersebut.
Menurut Teguh, selesainya rekonstruksi rumah Ibu Afni ini menjadi sebuah bukti nyata akan kekuatan kepedulian dan kebersamaan. Hal ini menunjukkan bagaimana semangat gotong royong dapat secara signifikan meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia juga menyampaikan harapan agar rumah yang telah berdiri kembali ini dapat ditempati dengan nyaman dan senantiasa membawa keberkahan bagi Ibu Afni beserta seluruh anggota keluarganya. “Alhamdulillah, rumah Ibu Afni saat ini sudah kembali berdiri dan diharapkan sudah representatif untuk ditempati. Mudah-mudahan rumah ini mendapatkan berkah dari Allah Swt,” ungkap Teguh Hidayat penuh syukur.
Di akhir sambutannya, Teguh juga memanjatkan doa bagi seluruh donatur, relawan, dan berbagai pihak lainnya yang telah terlibat aktif dalam kegiatan mulia ini. “Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian dengan kebaikan yang berlipat ganda,” pungkasnya, menutup acara serah terima tersebut dengan doa.












