Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Sinergi Keluarga Nur Ainy-Hasan Ubaidillah: Teladan Penguatan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah di Mojokerto

badge-check

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82 Perbesar

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

KlikMojok – Pasangan suami istri Nur Ainy dan Hasan Ubaidillah menunjukkan kekompakan luar biasa saat menjadi pemateri dalam agenda Regional Meeting Cluster Mojokerto Raya. Acara penting ini diselenggarakan di Sentra IKM Batik, berlokasi di Jalan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada Ahad, 6 September 2026. Kehadiran mereka berdua menyoroti pentingnya sinergi dalam gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Nur Ainy sendiri menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pembina Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Sementara itu, suaminya, Hasan Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, adalah Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, pasangan ini berkolaborasi membawakan materi yang berfokus pada pentingnya sinergi serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat Cabang, Ranting, dan masjid dalam struktur Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Lebih dari sekadar sinergi di ranah organisasi, Nur Ainy dan Hasan Ubaidillah juga menekankan perlunya membangun kekompakan yang kuat dalam kehidupan berkeluarga. Sebagai suami istri yang sama-sama aktif berkiprah di Muhammadiyah dan Aisyiyah, keduanya telah membuktikan dukungan timbal balik dalam menjalankan berbagai peran keorganisasian. Kekompakan yang mereka tunjukkan ini menjadi sebuah teladan inspiratif bagi para aktivis yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Keduanya secara aktif mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mereka menegaskan bahwa sinergi ini tidak boleh hanya berhenti pada level struktur organisasi saja. Sebaliknya, sinergi program harus diimplementasikan secara langsung untuk menyentuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi Cabang, Ranting, dan masjid untuk bergerak maju secara bersama-sama.

Nur Ainy secara khusus menyerukan agar keluarga besar Muhammadiyah saling memberikan dukungan. Ia menganjurkan agar suami yang mungkin belum aktif di Muhammadiyah dapat diajak untuk terlibat. Demikian pula, istri yang belum aktif diharapkan dapat diajak untuk berproses dan berkontribusi di Aisyiyah. “Dengan demikian keluarga dapat menjadi kekuatan awal dalam membangun gerakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nur Ainy menyoroti betapa pentingnya posisi Ranting dalam keseluruhan gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ia menggambarkan Ranting sebagai rumah bersama yang keberadaannya menyatu dan hidup di tengah-tengah masyarakat. “Ranting adalah rumah kita bersama. Ranting hidup di tengah masyarakat,” jelas Nur Ainy.

Kedekatan Ranting dengan warga memungkinkan mereka untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung dan mendalam. Kondisi ini menjadi sebuah peluang besar untuk menghadirkan program-program yang benar-benar tepat sasaran dan relevan. Oleh karena itu, Nur Ainy menekankan bahwa Ranting harus memiliki gerakan yang nyata dan konkret. Kolaborasi antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) disebut sebagai salah satu kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut.

Nur Ainy kemudian memaparkan beberapa contoh program kolaborasi yang dapat diinisiasi. Salah satunya adalah Gerakan Jamaah Sakinah dan Sehat (GJSS). Program ini dirancang dengan tujuan mulia untuk menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan keluarga di lingkungan Ranting. Pelaksanaannya dapat melibatkan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) melalui Majelis Kesehatan dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) melalui Majelis Pelayanan Sosial.

Bentuk kegiatan dalam GJSS ini bisa beragam, seperti penyelenggaraan posyandu berkala yang memanfaatkan fasilitas masjid atau amal usaha Muhammadiyah. Selain itu, para kader juga dapat aktif memberikan edukasi gizi yang komprehensif kepada keluarga-keluarga. Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita juga menjadi komponen penting dari program ini. Melalui berbagai kegiatan tersebut, masjid diharapkan dapat mengemban peran yang jauh lebih besar dalam pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Kolaborasi lain yang diusulkan adalah melalui program Dakwah Digital dan Pengajian Ranting Terpadu. Program ini memiliki dua tujuan utama: memperluas jangkauan syiar dakwah dan sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat. Oleh sebab itu, pendekatan dakwah perlu terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan pola komunikasi yang ada di masyarakat saat ini.

Dalam implementasinya, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dapat secara bergantian mengadakan pengajian rutin bulanan di rumah-rumah warga, yang juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi antarjamaah. Selain itu, kader-kader dapat berkreasi membuat konten dakwah pendek yang relevan, lalu membagikannya melalui grup WhatsApp warga. Melalui metode ini, dakwah Ranting diharapkan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan beragam.

Kolaborasi program juga diarahkan pada upaya pemberdayaan ekonomi warga, salah satunya melalui inisiatif BUEKA-JSM Ranting. Program ini bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga jamaah. Dalam pelaksanaannya, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dapat bekerja sama untuk memetakan secara cermat potensi ekonomi yang dimiliki oleh warga setempat.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendata Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimiliki oleh warga. Data ini nantinya akan menjadi dasar kuat untuk pengembangan program ekonomi yang berkelanjutan. Ranting juga berpotensi mengadakan Pasar Rakyat setiap hari Sabtu atau Minggu di halaman masjid, yang dapat berfungsi ganda sebagai ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk warga. Tidak hanya itu, pelatihan usaha rumahan juga dapat diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan spesifik para jamaah, sehingga potensi ekonomi warga dapat berkembang secara bertahap dan terukur.

Program kolaborasi penting lainnya yang diusulkan adalah Optimalisasi Masjid Ramah Anak dan Perempuan. Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi masjid menjadi pusat kegiatan yang lebih inklusif, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan. Melalui program ini, anak-anak dan perempuan diharapkan mendapatkan ruang yang aman, layak, serta mendukung di lingkungan masjid.

Bentuk konkret dari program ini antara lain adalah penyediaan ruang laktasi atau menyusui yang memadai bagi ibu-ibu. Masjid juga dapat dilengkapi dengan area bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Lebih jauh, Ranting bisa menginisiasi kursus bahasa atau bimbingan belajar gratis yang dilaksanakan selepas shalat Ashar. Program-program semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan tambahan, tetapi juga efektif untuk mendekatkan anak-anak dengan masjid sejak dini.

Dengan implementasi program-program tersebut, masjid akan bertransformasi tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga sebagai pusat pembinaan keluarga dan masyarakat yang multifungsi. Nur Ainy mengungkapkan harapannya agar forum ini dapat semakin memperkuat konsolidasi di tingkat Cabang dan Ranting. Lebih lanjut, ia berharap hasil-hasil pertemuan ini dapat diterapkan secara nyata dalam gerakan pengkaderan di setiap wilayah.

“Semoga suami yang belum aktif di Muhammadiyah diajak. Istri yang belum aktif juga diajak ke Aisyiyah,” pungkas Nur Ainy, mengakhiri pesannya dengan ajakan untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam gerakan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Masa Depan Muhammadiyah: PDM Lamongan Integrasikan Data, Kolaborasi, dan Keuangan untuk Organisasi Berkemajuan

7 Sep 2026 - 15:18 WIB

Masa Depan Muhammadiyah: PDM Lamongan Integrasikan Data, Kolaborasi, dan Keuangan untuk Organisasi Berkemajuan

Mengasah Bakat Sineas Muda Jember: Pelajaran Penting dari Penjurian Film Pendek AKSI PAI 2026

7 Sep 2026 - 15:17 WIB

Mengasah Bakat Sineas Muda Jember: Pelajaran Penting dari Penjurian Film Pendek AKSI PAI 2026

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

7 Sep 2026 - 09:43 WIB

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri

7 Sep 2026 - 09:42 WIB

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang

6 Sep 2026 - 21:07 WIB

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang
Trending di Pendidikan