Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Masa Depan Muhammadiyah: PDM Lamongan Integrasikan Data, Kolaborasi, dan Keuangan untuk Organisasi Berkemajuan

badge-check

Masa Depan Muhammadiyah: PDM Lamongan Integrasikan Data, Kolaborasi, dan Keuangan untuk Organisasi Berkemajuan Perbesar

KlikMojok – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan baru-baru ini menyelenggarakan Forum Koordinasi yang krusial untuk memperkuat tata kelola organisasi berbasis data, mendorong kolaborasi antar pimpinan, serta mengintegrasikan pengelolaan keuangan persyarikatan. Forum ini, yang diadakan di Aula Gedung Dakwah PDM Lamongan pada Ahad (6/9/2026), dihadiri oleh ketua, sekretaris, dan bendahara dari 27 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Lamongan, bersama perwakilan dari Bank Danamon Syariah dan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (LPCRPM).

Kegiatan koordinasi ini dirancang secara efisien dengan menyatukan tiga agenda penting dalam satu forum. Agenda tersebut meliputi digitalisasi SatuMu, sosialisasi LPCRPM Award, dan implementasi program pembukaan rekening Giro Wadiah untuk SatuMu yang bekerja sama dengan Bank Danamon Syariah.

Dalam sambutan dan arahannya, Ketua PDM Lamongan, Dr. H. Shodiqin, M.Pd., menggarisbawahi urgensi data bagi keberlangsungan persyarikatan. Beliau menjelaskan bahwa data tidak hanya sekadar kumpulan angka atau informasi administratif, melainkan sebuah alat vital yang memungkinkan pimpinan memahami kondisi dan karakteristik setiap Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Ranting Muhammadiyah. “Di sini bisa dibaca bagaimana model Pimpinan Cabang, juga model Pimpinan Ranting,” ujarnya, menekankan kedalaman informasi yang bisa didapatkan dari data yang akurat.

Dr. Shodiqin lebih lanjut menjelaskan bahwa data mampu mengungkapkan apakah sebuah pimpinan mengedepankan budaya kolaborasi dan berbagi, atau justru cenderung berorientasi pada kepentingan internal cabangnya sendiri. Selain itu, data juga berfungsi sebagai indikator yang menunjukkan apakah suatu organisasi terus bergerak maju dan berkembang, atau justru stagnan pada kondisi yang sama tanpa ada peningkatan.

Beliau kemudian mengaitkan pentingnya data dengan nilai-nilai keagamaan, merujuk pada QS Al-Hasyr ayat 18, yang menyerukan umat beriman untuk memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok. Menurut Shodiqin, ayat ini merupakan landasan fundamental dalam proses perencanaan organisasi. Dengan ketersediaan data yang komprehensif, pimpinan dapat secara akurat menilai posisi dan perkembangan organisasi saat ini. Dari evaluasi tersebut, mereka dapat menentukan pencapaian yang sudah diraih, langkah-langkah yang memerlukan tindak lanjut, serta persiapan yang harus dilakukan untuk masa depan. “Jadi, dengan data kita bisa mengetahui progres dan tindak lanjut apa yang akan dikerjakan. Dengan demikian, akan selalu ada perencanaan untuk esok dan masa depan,” jelasnya. Oleh karena itu, pengisian data bagi PCM dan PRM bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan kondisi riil organisasi sekaligus fondasi strategis untuk menyusun langkah-langkah berikutnya.

Selain data, Shodiqin juga menekankan esensi kolaborasi dalam konteks PCM dan PRM. Ia berpendapat bahwa sebuah cabang tidak seharusnya hanya fokus pada pengembangan internalnya saja. Sebaliknya, cabang yang memiliki kapasitas dan kemampuan lebih didorong untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada cabang atau ranting lain yang masih membutuhkan bantuan. Untuk memperjelas poin ini, beliau memberikan ilustrasi sebuah keluarga dengan lima anak: satu anak sukses dan kaya, tiga anak berkecukupan, dan satu anak lain masih kekurangan. Ketika anak yang sukses memberikan uang kepada orang tuanya, orang tua tersebut meneruskan uang itu kepada anak yang membutuhkan. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana kelebihan yang dimiliki satu anggota keluarga dapat menjadi kekuatan kolektif untuk membantu anggota lainnya.

Analogi tersebut sangat relevan dengan Muhammadiyah. PCM yang diberkahi sumber daya melimpah, pengalaman, atau kemampuan yang unggul, tidak seharusnya berhenti pada keberhasilan internal mereka. Sebaliknya, mereka diharapkan untuk aktif berbagi dan berkolaborasi demi menguatkan ranting maupun cabang yang masih memerlukan dukungan dan pengembangan.

Agenda pertama forum ini berfokus pada digitalisasi program SatuMu, dengan Ustaz Sabih sebagai narasumber utama. Beliau memulai presentasinya dengan mengajak seluruh peserta untuk mengakses laman LPCRPM, kemudian memperkenalkan berbagai layanan digital yang tersedia, seperti Sicara, SimasMuh, dan NotulenMu. Peserta tidak hanya menerima penjelasan teoretis, tetapi juga diajak untuk mengenal secara langsung fitur-fitur layanan digital yang dapat secara signifikan mendukung tata kelola organisasi Muhammadiyah. Setiap PCM yang hadir telah dibekali dengan nama pengguna dan kata sandi masing-masing untuk mengakses layanan-layanan tersebut. Harapan besar dari inisiatif digitalisasi ini adalah agar PCM dan PRM dapat mengelola data, administrasi, komunikasi, serta berbagai aktivitas organisasi dengan lebih tertib dan terintegrasi, menuju efisiensi yang lebih baik.

Agenda kedua menghadirkan sosialisasi LPCRPM Award, yang disampaikan oleh Tholin, salah satu anggota LPCRPM PDM Lamongan. Beliau menjelaskan secara rinci teknis dan jadwal pelaksanaan penghargaan tersebut. LPCRPM Award dirancang secara berjenjang, dimulai dari tingkat ranting, kemudian cabang, daerah, hingga tingkat pusat. Pada tingkat cabang, setiap PCM akan bertanggung jawab melakukan penilaian terhadap PRM di wilayahnya. Selanjutnya, PCM akan mengusulkan tiga PRM terbaik kepada PDM untuk melanjutkan ke tahapan penilaian berikutnya. Mengingat penilaian ini sangat bergantung pada data, Tholin menegaskan betapa krusialnya bagi setiap PRM dan PCM untuk melengkapi seluruh data organisasi masing-masing. Selain kelengkapan data, pimpinan juga diwajibkan mengunggah dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan di tingkat PRM dan PCM, termasuk bahan presentasi dan dokumen pendukung lainnya. “Dari data tersebut nantinya akan terlihat kategori PRM unggul, baik, sedang, maupun kurang,” jelasnya. Dengan demikian, pengisian data bukan sekadar formalitas administratif, melainkan menjadi dasar objektif untuk memahami kondisi riil organisasi serta memetakan potensi dan kekuatan yang dimiliki setiap PRM. “Jadikanlah semuanya ini sebagai gerakan fastabiqul khairat,” ajaknya, mendorong semangat kompetisi dalam kebaikan.

Agenda ketiga berkaitan dengan implementasi program SatuMu dalam pengelolaan keuangan Muhammadiyah. Jauhari, perwakilan dari Bank Danamon Syariah, memaparkan sejumlah poin krusial terkait kerja sama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Bank Danamon Syariah. Menurutnya, kemitraan ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan penggunaan SatuMu dalam berbagai aktivitas Muhammadiyah, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan. “Uang Muhammadiyah itu banyak,” ujarnya, menggarisbawahi potensi besar transaksi dan pengelolaan keuangan di lingkungan persyarikatan. Beliau menambahkan bahwa pengelolaan yang optimal dan transparan dapat mentransformasi potensi tersebut menjadi kekuatan yang signifikan bagi Muhammadiyah, dan pada akhirnya, bagi bangsa.

Menariknya, agenda terakhir ini tidak hanya berhenti pada pemaparan materi. Pada kesempatan yang sama, seluruh peserta langsung mempraktikkan pembukaan rekening Giro Wadiah Bank Danamon Syariah untuk masing-masing PCM yang hadir. Proses pembukaan rekening ini dilakukan dengan saldo awal nol rupiah, menandai langkah konkret menuju integrasi keuangan persyarikatan.

Dengan demikian, ketiga agenda utama dalam satu kegiatan forum koordinasi ini berhasil terlaksana. Digitalisasi berperan dalam memperkuat tata kelola organisasi, LPCRPM Award memotivasi peningkatan kualitas ranting dan cabang, sementara pembukaan rekening menjadi langkah nyata menuju pengelolaan keuangan Muhammadiyah yang semakin terintegrasi melalui SatuMu. Pada akhirnya, semua agenda ini bermuara pada satu visi besar: membangun persyarikatan yang kokoh berbasis data, memiliki kemampuan untuk menganalisis kondisi saat ini, bergerak maju melalui semangat kolaborasi, serta dilengkapi dengan perencanaan yang matang untuk menghadapi hari esok dan masa depan yang lebih baik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengasah Bakat Sineas Muda Jember: Pelajaran Penting dari Penjurian Film Pendek AKSI PAI 2026

7 Sep 2026 - 15:17 WIB

Mengasah Bakat Sineas Muda Jember: Pelajaran Penting dari Penjurian Film Pendek AKSI PAI 2026

Sinergi Keluarga Nur Ainy-Hasan Ubaidillah: Teladan Penguatan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah di Mojokerto

7 Sep 2026 - 12:38 WIB

Sinergi Keluarga Nur Ainy-Hasan Ubaidillah: Teladan Penguatan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah di Mojokerto

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

7 Sep 2026 - 09:43 WIB

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri

7 Sep 2026 - 09:42 WIB

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang

6 Sep 2026 - 21:07 WIB

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang
Trending di Pendidikan