Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri

badge-check

Mualaf Lereng Gunung Wilis Dapatkan Bantuan Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi dari Lazismu-Muhammadiyah Kediri Perbesar

KlikMojok – Para mualaf yang berdomisili di lereng Gunung Wilis kini mendapatkan dukungan komprehensif. Bantuan tersebut disalurkan oleh Lazismu bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri. Acara penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Masjid Dzikrilloh, Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Proses penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir menjelang waktu azan Zuhur. Selain fokus pada distribusi bantuan, tim dari Lazismu dan LDK Muhammadiyah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meninjau secara langsung progres program ekonomi produktif yang telah berjalan bagi warga mualaf di Desa Pamongan.

Melalui kegiatan ini, Lazismu Kabupaten Kediri menyerahkan berbagai jenis kebutuhan ibadah. Beberapa item bantuan yang disalurkan meliputi mushaf Al-Qur’an, lebih dari 50 eksemplar buku Iqra, 50 buah sarung, 10 unit kacamata baca, baju koko, mukena, kopiah, baju anak, batik, serta sajadah.

Pemberian bantuan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ibadah para mualaf, tetapi juga menjadi wujud nyata perhatian dan pendampingan berkelanjutan bagi mereka beserta seluruh anggota keluarganya.

Acara dibuka oleh Ustaz Bangun Dzikrulloh, yang berperan sebagai tuan rumah sekaligus pengasuh bagi warga mualaf di Desa Pamongan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada LDK Muhammadiyah dan Lazismu Kabupaten Kediri atas inisiatif tersebut.

Ustaz Bangun mengungkapkan bahwa kehadiran Lazismu dan LDK Muhammadiyah di Pamongan bukan kali pertama. Menurutnya, kunjungan berulang ini menegaskan komitmen dan perhatian terhadap perkembangan warga mualaf yang tinggal di lereng Gunung Wilis.

Sesi tausiah pertama kemudian disampaikan oleh Neng Najwa. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap majelis ilmu dan mengintegrasikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas kehidupan sehari-hari. Suasana kajian pada saat itu terasa sangat interaktif.

Untuk mendorong partisipasi, Neng Najwa mengajukan beberapa pertanyaan kepada jemaah. Salah seorang peserta berhasil memberikan jawaban yang tepat, dan sebagai bentuk apresiasi, ia menerima hadiah.

Setelah sesi Neng Najwa, Ustaz Muniruddin melanjutkan dengan tausiah kedua. Sebelum memulai ceramahnya, beliau memperkenalkan tim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tim yang diperkenalkan terdiri dari perwakilan LDK Muhammadiyah dan Lazismu Kabupaten Kediri. Pengenalan ini bertujuan agar jemaah memahami pihak-pihak yang secara aktif terlibat dalam pendampingan dan pembinaan warga mualaf di Desa Pamongan.

Dalam tausiahnya, Ustaz Munir mengingatkan para hadirin untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan. Beliau menekankan bahwa kedua nikmat ini memiliki nilai yang sangat berharga. Oleh karena itu, Ustaz Munir mengajak hadirin untuk memanfaatkan kesehatan dan waktu luang mereka sebaik-baiknya, yakni dengan beribadah, menuntut ilmu, serta melakukan berbagai amal kebaikan.

Selain agenda penyaluran bantuan ibadah, Lazismu Kabupaten Kediri bersama LDK Muhammadiyah juga melakukan peninjauan terhadap program ekonomi produktif. Program ini diketahui telah berjalan selama kurang lebih satu tahun di Desa Pamongan.

Sebelumnya, tim telah menyalurkan 20 ekor kambing kepada warga mualaf sebagai bagian dari bantuan ekonomi produktif. Tujuan utama program ini adalah untuk membantu para penerima manfaat dalam mengembangkan sumber penghasilan mereka secara bertahap dan berkelanjutan.

Kini, program pemberdayaan ekonomi tersebut telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kambing-kambing yang sebelumnya diterima oleh warga telah berhasil berkembang biak, sehingga jumlah ternak pun bertambah signifikan setelah berjalan sekitar satu tahun.

Perkembangan menggembirakan ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi khusus bagi warga mualaf. Dengan pengelolaan yang optimal, diharapkan populasi ternak dapat terus bertambah dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat.

Keberhasilan program ini juga menegaskan bahwa Lazismu, bersama LDK Muhammadiyah, tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan yang bersifat konsumtif. Sebaliknya, mereka mendorong jenis bantuan yang memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi sumber penghasilan jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan demikian, para warga mualaf di wilayah tersebut tidak hanya menerima dukungan untuk memenuhi kebutuhan ibadah mereka. Lebih dari itu, mereka juga diberikan kesempatan berharga untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui program-program produktif yang telah dicanangkan.

Ketua Lazismu Kabupaten Kediri, Rudi Nurcahyo, turut hadir dan memantau langsung jalannya kegiatan ini. Selain itu, Ketua LDK Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Ustaz Masduki, juga hadir bersama timnya.

Muhammadiyah Kabupaten Kediri melalui berbagai lembaganya, menunjukkan komitmen kuat dalam mendampingi warga mualaf secara berkelanjutan. Lebih lanjut, upaya pendampingan ini tidak hanya berhenti pada tahap pemberian bantuan semata. Tim secara aktif juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan program-program yang telah berjalan. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengetahui kebutuhan riil warga di lapangan secara langsung.

Dengan pola pendampingan yang holistik ini, Lazismu dan LDK Muhammadiyah berupaya keras memperkuat pembinaan warga mualaf di kawasan lereng Gunung Wilis. Bantuan untuk kebutuhan ibadah disinergikan dengan program pemberdayaan ekonomi. Menatap masa depan, Rudi Nurcahyo menegaskan bahwa program pendampingan dan pemberdayaan ini akan terus dikembangkan. Harapannya, warga mualaf dapat semakin kokoh dalam aspek kehidupan keagamaan mereka, sekaligus mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

7 Sep 2026 - 09:43 WIB

Lazismu Kediri Dorong Kemandirian Anak Panti Lewat Pelatihan Keterampilan Membuat Sabun

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang

6 Sep 2026 - 21:07 WIB

Proses Kaderisasi Kepemimpinan: 81 Murid SMP Musasi Ikuti Penjaringan PR IPM yang Menantang

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau

6 Sep 2026 - 18:48 WIB

Keringnya Sumur, Jauhnya Asa: Perjuangan Warga Pacitan Menjemput Air Bersih di Musim Kemarau

Api di Dapur: Kelalaian Kecil yang Melahap Harapan di Mojokerto

6 Sep 2026 - 18:46 WIB

Api di Dapur: Kelalaian Kecil yang Melahap Harapan di Mojokerto

Jejak Alumni Markaz Lughah eLKISI: Menuju Universitas Al-Azhar, Kairo

6 Sep 2026 - 18:45 WIB

Jejak Alumni Markaz Lughah eLKISI: Menuju Universitas Al-Azhar, Kairo
Trending di Pendidikan