KlikMojok – Di bawah temaram lampu Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (3/11/2026), sebuah babak baru dibuka. Persela Lamongan, dengan beban jadwal Championship yang padat di pundak, melangkah ke lapangan untuk laga perdana I.League Cup 2026. Bukan sekadar pertandingan pembuka, ini adalah pernyataan keseriusan Laskar Joko Tingkir, sebuah janji untuk mengarungi setiap kompetisi dengan semangat juang terbaik. Pelatih Bima Sakti memilih untuk tidak berkompromi, menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak peluit awal ditiup, meski pada akhirnya Kushedya Hari Yudo yang datang dari bangku cadangan menjadi penentu, mengirim sinyal jelas kepada lawan dan pendukung setia.
Sejak kick-off, dominasi Persela langsung terasa. Serangan demi serangan dibangun, mengalir dari kaki Risqi Putra Utomo, Dendy Sulistyawan, hingga Juninho Cabral yang lincah. Bola berputar di sepertiga akhir lapangan Persijap Jepara, namun pertahanan tim tamu yang rapat, seperti tembok kokoh, belum mampu ditembus. Waktu terus berjalan, menit ke-33 terlewati, namun papan skor masih menunjukkan angka nol. Persijap, yang lebih memilih strategi menunggu, sesekali mencoba mencuri momentum lewat serangan balik cepat. Sebuah ancaman nyata datang pada menit ke-35 ketika tembakan Weyderson melambung tipis di atas mistar gawang Persela, menciptakan debaran singkat di jantung para pendukung tuan rumah. Dua menit berselang, giliran Persela yang nyaris memecah kebuntuan. Umpan silang Juninho Cabral yang cerdik justru mengarah langsung ke gawang Persijap, namun dewi fortuna belum berpihak, bola hanya membentur tiang. Drama belum berakhir di babak pertama. Rendi Saepul dari Persijap kembali menguji lini belakang Persela dengan aksi individunya pada menit ke-39, sayang penyelesaian akhirnya masih melebar. Menjelang jeda, bek Persijap, Zidane Pramudya, nyaris melakukan gol bunuh diri. Upaya sapuannya yang terburu-buru justru mengarah ke gawang sendiri, beruntung kiper Persijap masih sigap mengamankan bola. Skor imbang tanpa gol pun bertahan hingga turun minum, menyisakan ketegangan dan harapan di ruang ganti.
Babak kedua dimulai dengan intensitas yang sama. Persela masih berupaya keras membongkar pertahanan berlapis tim tamu. Kebuntuan yang terasa begitu lama akhirnya pecah pada menit ke-67, dan itu datang dari kaki seorang pahlawan yang baru saja menjejakkan kaki di lapangan: Kushedya Hari Yudo. Masuk menggantikan Risqi Putra Utomo, Yudo langsung memberikan dampak instan. Gol pembuka itu bukan hanya mengubah angka di papan skor, tetapi juga menyuntikkan energi baru ke dalam permainan Persela. Stadion Surajaya bergemuruh, semangat Laskar Joko Tingkir membumbung tinggi. Hanya berselang tiga menit, magis Yudo kembali terulang. Memanfaatkan umpan akurat dari Juninho Cabral, penyerang berusia 33 tahun itu melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung penjaga gawang Persijap. Dua gol cepat dari Yudo, skor berubah menjadi 2-0, mengukuhkan keunggulan tuan rumah.
Dengan dua gol krusial itu, Persela mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini, yang diukir oleh brace Kushedya Hari Yudo, bukan sekadar tiga poin di laga pembuka I.League Cup, melainkan sebuah penegasan komitmen. Pelatih Persela, Bima Sakti, tak ragu menyampaikan apresiasinya atas perjuangan anak asuhnya. “Tentunya berkat kerja keras pemain. Yang paling penting, meskipun recovery sangat mepet, mereka tetap maksimal memberikan yang terbaik buat Persela,” ujar Bima, menyoroti dedikasi para pemain di tengah jadwal yang padat. Ia berharap hasil positif ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh elemen tim untuk menghadapi kompetisi Championship yang lebih menantang. “Kemenangan ini jadi motivasi buat semua pemain dan elemen tim untuk menatap kompetisi Liga 2. Mudah-mudahan recovery bisa cepat, pemain kembali pulih dan berada dalam kondisi terbaik,” tambahnya, menatap laga berikutnya melawan Kendal Tornado FC.
Di sisi lain, pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, menunjukkan sikap realistis. Kekalahan timnya tidak terlalu mengejutkan baginya. “Hasil ini tidak mengagetkan kami, karena Persela juga menjalani musim yang hebat. Kami membawa beberapa pemain muda yang kami siapkan untuk pertandingan hari ini, karena fokus kami adalah menjalani laga selanjutnya melawan Garudayaksa,” kata Cortes, menjelaskan strategi timnya yang juga fokus pada pengembangan pemain muda dan persiapan laga lain. Kemenangan perdana ini mungkin hanya permulaan, namun bagi Persela Lamongan, ia adalah fondasi kepercayaan diri, bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu menaklukkan tantangan, bahkan di tengah jadwal yang meremukkan.












