KlikMojok – Aliran deras Bengawan Solo di Dusun Ngajaran, Desa Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, menjadi saksi bisu sebuah penemuan tragis pada Minggu sore, 30 Agustus 2026. Warga setempat dikejutkan dengan kehadiran sesosok jasad pria yang terapung tanpa daya di permukaan sungai yang keruh.
Penemuan yang menggemparkan ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.30 WIB oleh seorang warga. Laporan tersebut segera diteruskan kepada pihak kepolisian setempat yang tak lama kemudian tiba di lokasi kejadian. Petugas gabungan segera bergerak melakukan evakuasi terhadap jenazah yang diketahui berinisial MP.

Setelah berhasil diangkat dari aliran sungai, jenazah MP segera dibawa ke Puskesmas Karangbinangun untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, menjelaskan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum luar, tidak ditemukan adanya luka bekas penganiayaan maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Hamzaid, Minggu (31/8/2026).
Pemeriksaan lebih mendalam mengidentifikasi korban sebagai pria berusia sekitar 40 tahun, yang beralamat di Jalan Batam, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Keberadaan jenazah di wilayah Lamongan, jauh dari kediamannya di Gresik, menambah lapisan misteri dalam kasus ini.
Menurut keterangan yang dihimpun polisi dari pihak keluarga, MP diduga kuat mengalami depresi mendalam. Beban penyakit yang tak kunjung sembuh selama ini diyakini menjadi pemicu kondisi psikologis yang memburuk. Pihak keluarga mengindikasikan bahwa kondisi depresi inilah yang mungkin mendorong korban mengambil keputusan drastis.
Meskipun hasil visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tetap melakukan penanganan dan pemeriksaan sesuai prosedur standar operasional. Tujuannya adalah untuk memastikan segala aspek terkait penyebab kematian korban, serta mengklarifikasi seluruh rangkaian peristiwa yang mengarah pada penemuan tragis tersebut.
“Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” ujar Hamzaid, mengakhiri keterangan resminya. Penemuan ini menjadi pengingat suram tentang kerapuhan jiwa manusia di hadapan penyakit dan tekanan hidup yang tak tertanggungkan, yang akhirnya berujung pada kesunyian di pelukan Bengawan Solo.













