KlikMojok – SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik berhasil mencetak prestasi gemilang dengan memboyong empat gelar juara dalam ajang Olimpiade Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Ismu) pada Festival Faqih Usman (FFU) X 2026. Keempat gelar tersebut meliputi juara I, II, III, dan harapan I, menunjukkan dominasi sekolah ini di jenjang SD/MI. Prestasi ini diraih setelah empat dari lima wakil SD Muri Gresik berhasil melaju ke babak final kompetisi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Perhelatan akbar Olimpiade Ismu FFU X 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik dengan FGM Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), serta FKIP UMG. Acara kompetisi tersebut diselenggarakan secara meriah di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.
Untuk kompetisi bergengsi ini, SD Muri mengutus lima siswa terbaiknya dari kelas VI. Mereka adalah Ariqa Rahmi Mahyaning Massa, Diana Rahmania, Nareswari Atifa Mudia, Aisyah Kriswanti Farhana, dan Firyal Syakirah Mahirah. Dari kelima perwakilan tersebut, empat di antaranya berhasil menembus babak final, dan seluruh finalis sukses membawa pulang penghargaan, menegaskan kualitas pembinaan di SD Muri.
Riza Agustina Wahyu Setiawati, M.Pd., selaku Kepala SD Muri, menjelaskan bahwa persiapan intensif telah dimulai sejak informasi mengenai perlombaan diterima oleh pihak sekolah. Langkah awal yang diambil adalah mengumpulkan seluruh staf pengajar di ruang audiovisual (RAV) guna melakukan koordinasi menyeluruh serta membagi tugas pembinaan kepada para siswa.
“Saya meminta kepada para guru pembina agar melatih anak-anak dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tegas Riza Agustina Wahyu Setiawati.
Sementara itu, bagi Aisyah Kriswanti Farhana, kesempatan untuk mewakili sekolahnya dalam olimpiade ini merupakan sebuah pengalaman yang benar-benar baru dan berharga. Ia mengungkapkan rasa terkejut sekaligus kebahagiaannya saat mengetahui bahwa dirinya terpilih sebagai salah satu peserta.
“Saya senang sekali karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti olimpiade. Bismillah, semoga saya bisa menang, Bu,” ujar Aisyah penuh harap kala itu.
Menjelang hari perlombaan, kelima siswa yang menjadi delegasi SD Muri menjalani serangkaian latihan soal dan bimbingan intensif yang diberikan oleh guru-guru pembina mereka. Persiapan matang ini menjadi modal utama mereka untuk menghadapi babak penyisihan yang ketat.
Tiba pada hari perlombaan, kelima siswa peserta mengikuti babak penyisihan yang diselenggarakan di ruangan-ruangan terpisah. Setelah berhasil menyelesaikan seluruh soal yang diberikan, mereka dengan sabar menanti pengumuman mengenai peserta yang berhak melaju ke babak final.
Momen penantian hasil tersebut menciptakan suasana penuh ketegangan dan debaran di kalangan para siswa. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat gelisah, tidak sabar menantikan kepastian dari hasil perjuangan yang telah mereka lakukan.
Tepat pada pukul 13.00 WIB, pengumuman yang ditunggu-tunggu akhirnya dibacakan oleh panitia. Hasilnya, empat dari lima wakil SD Muri berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar dan secara otomatis berhak untuk melanjutkan kompetisi ke babak final.
Berita menggembirakan ini sontak disambut dengan suka cita oleh para siswa dan juga guru pendamping. Setelah menerima instruksi lebih lanjut dari pihak panitia, keempat finalis dari SD Muri segera bergegas menuju ruang perlombaan untuk melanjutkan perjuangan mereka.
Kemudian, pada pukul 15.30 WIB, seluruh peserta dan pendamping berkumpul kembali di Hall Sang Pencerah UMG. Mereka hadir untuk mengikuti acara penutupan sekaligus menantikan momen pengumuman resmi para pemenang kejuaraan.
Puncak kebahagiaan menyelimuti rombongan SD Muri ketika nama-nama siswa mereka mulai disebut sebagai para pemenang dari berbagai kategori. Prestasi yang berhasil mereka raih menegaskan dominasi SD Muri dalam ajang tersebut.
Terkhusus bagi Aisyah, harapan tulus yang ia sampaikan sebelum perlombaan kini telah terwujud menjadi kenyataan. Ia berhasil meraih posisi Juara III, sebuah pencapaian luar biasa dalam pengalaman pertamanya mengikuti olimpiade.
Suasana haru bercampur tangis kebahagiaan pun mewarnai momen kebersamaan antara para siswa dan guru pendamping. Seluruh upaya pendampingan yang telah dilakukan sejak pagi hingga menjelang magrib akhirnya berbuah manis dengan perolehan empat penghargaan, termasuk tiga peringkat teratas dalam Olimpiade Ismu untuk jenjang SD/MI.












