KlikMojok – Di bawah terik mentari pagi yang mulai menghangatkan bumi Jombang, sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna terhampar di Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan. Di antara rimbunnya tanaman cabai yang berbuah lebat, terlihat siluet seragam TNI berbaur akrab dengan warga. Mereka adalah anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-130 Kodim 0814/Jombang, yang bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan juga menanamkan semangat kebersamaan dan menguatkan ketahanan pangan lokal.
Kegiatan TMMD, sebuah program sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat, telah lama menjadi tulang punggung pembangunan di pelosok negeri. Lebih dari sekadar membangun jalan atau jembatan, TMMD juga menyentuh aspek-aspek sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian. Bantuan panen cabai ini menjadi cerminan nyata dari filosofi tersebut, di mana TNI hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan warga. Ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan edukasi dan pendampingan yang memperkuat kemandirian petani.
Di tengah deretan pohon cabai yang memerah, Koptu Deky, salah satu anggota Satgas TMMD, tampak cekatan membantu pemilik lahan memanen hasil kebun pribadinya. Setiap petikan buah cabai bukan hanya mengisi keranjang, tetapi juga menjadi simpul komunikasi sosial (komsos) yang erat antara TNI dan masyarakat. Koptu Deky menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud peran aktif TNI dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah pedesaan, sebuah pilar penting bagi kemandirian bangsa.
Dengan penuh perhatian, ia juga berbagi tips praktis tentang cara memanen yang benar. “Saat panen cabai dilakukan dengan memetiknya satu per satu secara hati-hati agar tidak merusak cabang/ranting tanaman agar tanaman cabai tersebut dapat menghasilkan buah lebih banyak lagi kedepannya,” ucapnya, sembari menunjukkan cara memetik yang tepat.
Momen-momen sederhana seperti ini, di mana anggota Satgas TMMD ikut berkeringat di ladang, melampaui tugas-tugas pembangunan fisik. Ini adalah investasi sosial yang tak ternilai, membangun jembatan kepercayaan dan persaudaraan. Kehadiran mereka di tengah aktivitas pertanian masyarakat Desa Pojok Klitih tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong yang kian menguat.
Sektor pertanian, khususnya komoditas strategis seperti cabai, memiliki peran vital dalam ekonomi rumah tangga dan stabilitas harga pasar. Dengan membantu panen, TNI secara tidak langsung turut memastikan pasokan pangan tetap terjaga, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya sinergi antara aparat dan rakyat dalam menjaga kedaulatan pangan. Ini adalah bentuk pendidikan karakter dan kewarganegaraan, di mana kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup menjadi landasan.
Pada akhirnya, kisah dari ladang cabai di Pojok Klitih ini adalah narasi tentang lebih dari sekadar panen. Ini adalah cerita tentang persatuan, tentang bagaimana sebuah program seperti TMMD dapat menjadi katalisator bagi kebersamaan, dan bagaimana setiap tetes keringat yang jatuh di tanah desa adalah wujud nyata dari komitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Semangat gotong royong yang dipupuk oleh TMMD Jombang ini diharapkan terus bersemi, menjadi fondasi bagi kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Desa Pojok Klitih di masa depan.












